Membedah Perjalanan 4 Semifinalis PJS 2015
Empat tim berhasil lolos dari babak delapan besar Piala Jenderal Sudirman 2015 yang baru saja berakhir. Semen Padang bersama Mitra Kukar berhasil menjadi yang terbaik dari grup D.
Dua tim ini berhasil menjadi dua tim terbaik dengan mengalahkan Persija Jakarta dan PS TNI yang harus puas duduk di posisi tiga dan empat grup D.
Sementara Arema Cronus bersama Pusamania Borneo FC mewakili grup E. Secara mengejutkan Arema dan Borneo FC berhasil mengalahkan tim sebesar Persipura Jayapura dan Surabaya United.
Kini empat tim itu akan saling berhadapan pada awal Januari mendatang. Dimana Mitra Kukar sebagai runner up grup D akan menjamu jawara drup E, Arema Cronus pada 9 Januari 2016 mendatang.
Semantara Pusamania Borneo FC akan menjamu Semen Padang Minggu 10 Januari 2016 mendatang.
Sebelum menyaksikan laga semifinal keempat tim ini, INDOSPORT mencoba membedah serta mengenal lebih dekat keempat tim ini dan melihat perjalanan mereka hingga menjadi empat yang terbaik.
1. Semen Padang
Tim berjukuk Kabau Sirah ini dapat dikatan membuat kejutan. Bagaimana tidak, sempat tertatih-tatih untuk lolos dari fase grup menuju babak delapan besar.
Semen Padang berhak melaju ke babak delapan besar dengan predikat tim peringkat tiga terbaik.
Namun seakan baru menemukan permainan terbaik mereka, Semen Padang berhasil bangkit saat menaklukkan PS TNI dengan skor 2-1 di pertandingan perdana babak delapan besar PJS 2015, Sabtu 12 Desember lalu.
Kemenangan Semen Padang berlanjut saat menghadapi Mitra Kukar Jakarta tiga hari kemudian. Skuat besutan Nil Maizar kembali meraih poin penuh atas Naga Mekes dengan skor 2-1.
Pada pertandingan terakhir menghadapi Persija Jakarta, Semen Padang memang harus takluk lewat drama adu penalti. Hengki Ardiles cs takluk dengan 3-4 atas Macan Kemayoran. Meski
begitu, Semen Padang tetap lolos ke babak semifinal dengan predikat juara grup.
2. Mitra Kukar
Mitra Kukar akhirnya berhak mendampingi Semen Padang dari grup D dengan predikat runner up. Skuad Naga Mekes lolos dengan berhasil mengumpulkan enam poin dari tiga kali bertanding.
Zulkifli Syukur cs sempat tampil menyakinkan dengan memukul telak Persija Jakarta di babak delapan besar grup D. Naga Mekes melibas Macan Kemayoran dengan skor 3-1.
Sayang pada pertandingan kedua, menghadapi Semen Padang yang juga meraih poin bagus di partai perdana, tim besutan Jafri Sastra harus akui keunggulan Semen Padang.
Mitra harus takluk lewat dua gol yang masing-masing di cetak oleh Vendri Mofu dan Irsyad Maulana. Sementara Mitra hanya mampu membalas satu gol lewat gol bunuh diri Mohammadou Alhadji.
3. Arema Cronus
Arema Cronus dapat dikatakan tim yang stabil dalam perhelatan Piala Jenderal Sudirman 2015. Bagiamana tidak, skuat Singo Edan tampil sempurna dari setiap babak.
Cristian Gonzales cs ini tak terkalahkan sejak di babak kualifikasi penyisihan grup. Dan hasil ini berlanjut di babak delapan besar.
Meski dapat dikatakan tergabung di grup neraka bersama Persipura Jayapura, Pusamania Borneo, serta Surabaya united. Namun, Arema kembali menunjukkan taringnya dengan keluar sebagai juara grup.
Tim kebanggan masyarakat Malang ini membuka laga babak delapan besar dengan menang tipis 1-0 atas Persipura Jayapura Minggu 13 Desember 2015.
Lanjut memukul Surabaya United enam hari berselang dengan skor 1-3. Sayang kemenangan seakan dibayar mahal dengan tewasnya dua suporter Aremania yang terlibat bentrokan dengan oknum suporter lain.
Langkah Arema menjadi juara grup setelah mereka berhasil menang lewat drama adu penalti atas Pusamania Borneo
4. Pusamania Borneo FC
Senada dengan Semen Padang, Pusamania Borneo FC juga sempat diragukan dapat lolos ke babak delapan besar. Terlebih setelah mereka harus ditinggal pelatih Iwan Setiawan di pertengahan babak penyisihan grup C.
Tergabung di grup C babak penyisihan grup, Borneo FC hanya menduduki peringkat tiga terbaik di bawah PS TNI dan Surabaya United.
Namun di babak delapan besar dan di bawah komando Kas Hartadi sebagai nahkoda anyar, Borneo FC berhasil membalas kekalahan mereka atas Surabaya United di babak penyisihan dengan skor 2-1.
Borneo memastikan langkahnya melenggang ke babak semifinal setelah pada pertandingan kedua menundukkan Persipura Jayapura. Tim berjuluk Pesut Etam ini menang lewat drama adu penalti 3-4.
Pada pertandingan terakhir, Borneo FC yang berusaha mengkudeta posisi Arema Cronus di posisi puncak. Sayang usaha mereka gagal setelah pada laga terakhir harus mengakui keunggulan Arema dengan drama adu penalti 3-4.