Natal, Gencatan Senjata dan Laga Sepakbola di Perang Dunia I
Tepat hari ini, 25 Desember, 101 tahun yang lalu pada Perang Dunia I, Tentara Jerman dan Inggris melakukan gencatan senjata. Kedua faksi tentara dari dua negara besar tersebut berhenti sejenak dari hingar bingar peperangan di hari Natal.
Hari Natal yang dianggap sebagai hari penuh kedamaian dan kasih menjadi penanda dilucutinya senjata Tentara Jerman dan Inggris.
Kejadian menarik dari gencatan senjata tersebut adalah bahwa kedua faksi alat negara tersebut memutuskan untuk bermain sepakbola di tanah tak bertuan (No Man’s Land) pada 25 Desember 1914.
Bagaimana awal mula kedua faksi tentara tersebut memutuskan untuk gencatan senjata dan bermain sepakbola? Berikut INDOSPORT mengulas cerita singkat di balik mitos pertandingan sepakbola saat gencatan senjatadi hari Natal pada Perang Dunia I.
1. Sepucuk Surat dari Tentara
Frederick James Davies, seorang tentara dari Lampeter, Ceredigion, menjelaskan bahwa ia bertemu tentara musuh di No Man’s Land pada 25 Desember 1914. Cerita detil situasi pertemuan tersebut ia tulis dalam sebuah surat yang ditulis untuk ibunya.
Davies mengatakan bahwa mereka memiliki perbincangan yang baik dengan Tentara Jerman pada hari Natal. Tentara yang bertugas di utara Perancis meninggalkan parit mereka bersama beberapa bagian dari Front Barat pada Hari Natal pertama untuk bertemu musuh dan bertukar hadiah.
Beberapa kejadian yang terkenal menyebutkan bahwa saat itu kedua kubu tentara memainkan sepakbola.
2. Jabat Tangan Kedua Kubu Tentara
Davies, yang bertugas di Batalion 2 Royal Welsh Fusiliers, menggambarkan situasi gencatan senjata tersebut.
“Mereka (tentara Jerman) hanya 50 yard (45m) dari kami dalam parit. Mereka keluar dan kami pergi untuk menemui mereka,” tulisnya.
“Kami berjabat tangan dengan mereka. Kami memberi mereka cerutu, selai dan daging sapi jagung.”
“Mereka juga memberi kami cerutu tetapi mereka tidak memiliki banyak makanan. Saya pikir mereka sulit untuk itu. Mereka muak dengan perang.”
Dalam surat yang sama, ia menggambarkan bagaimana mereka telah keluar dari parit selama beberapa hari untuk istirahat, berkomentar bahwa itu bagus untuk tidur jauh dari tempat basah, meskipun mereka masih tidur bersama pakaian seragam mereka.”
“Saya senang melewati semua itu. Tidak ada gunanya jika melakukan hal sebaliknya.”
Davies yang lahir pada 1886 dan bergabung dengan tentara pada tahun 1908, juga mengirimkan bunga ke rumah untuk ibunya.
3. Hari Penantian
Davies meninggalkan tentara pada 1915 setelah dirinya gagal di medan perang, tulangnya hancur dan membuatnya tak bisa lagi bekerja dengan baik. Davies akhirnya menikah pada 1919 dan memiliki 3 anak.
Dalam surat yang dituliskan Davies selama gencatan senjata di hari Natal tersebut berisi pesan bahwa bahwa tak semua Tentara Jerman memiliki perilaku yang buruk.
“Mereka adalah orang-orang seperti dalam keluarga, seperti kita juga.”
4. Gencatan Senjata dan Sepakbola di Hari Natal
Apa kisah nyata di balik gencatan senjata Tentara Jerman dan Inggris di hari Natal? Mengapa hal itu terjadi dan apakah tentara Inggris dan Jerman benar-benar bermain sepakbola di tanah tak bertuan (No Man’s Land)?
Pada akhir malam Natal 1914, orang-orang dari British Expeditionary Force (BEF) mendengar Tentara Jerman di dalam parit di seberang mereka menyanyikan lagu-lagu patriotik, melihat lampu lentera dan pohon cemara kecil di sepanjang parit tersebut.
Hari berikutnya, tentara Inggris dan Jerman bertemu di tanah tak bertuan dan bertukar hadiah, mengambil foto, dan beberapa di antaranya bermain sepakbola secara mendadak. Sepakbola dimainkan dengan rasa persahabatan dan ramah tamah.
Setelah Boxing Day, pertemuan di tanah tak bertuan perlahan selesai. Namun, sebenarnya beberapa tentara tidak bahagia di hari gencatan senjata tersebut dan khawatir bahwa hal itu akan melemahkan semangat juang.