3 Alasan Masuk Akal Van Gaal Layak Dipertahankan
Bukan tanpa alasan jika fans Man United begitu geram dengan gaya kepemimpinan van Gaal di musim ini. Bergaya otoriter van Gaal tidak membawa perubahan positif di permainan Man United.
Meski tidak seperti Chelsea yang berada di zona merah kala dilatih Jose Mourinho, gaya permainan Wayne Rooney dan kolega seperti tak memiliki jati diri.
Man United seperti tim yang baru terbentuk beberapa tahun lalu. Van Gaal pun dituduh jadi penyebab semua itu. Namun benarkah van Gaal layak dipersalahkan? apakah van Gaal juga layak untuk dipecat?
Masih ada sejumlah alasan yang cukup masuk akal untuk mempertahankan van Gaal. Berikut 3 alasan van Gaal masih layak jadi pelatih Man United hingga akhir musim ini versi INDOSPORT:
1. Rekor tanpa kemenangan sama dengan Fergie
Kekalahan atas Stoke City memperpanjang rekor tak bagus Man United di 6 laga terakhir. Man United belum pernah di 6 laga terkahir tersebut.
Kemenangan terkahir Man United didapat kalah kalahkan Watford pada 21/11/2015 2-1. Setelah itu, imbang 1-1 dengan Leicester City, imbang dengan West Ham tanpa gol, kalah oleh Wolfsburg 2-3, kalah oleh Bournemouth 1-2, kalah oleh Norwich 1-2 dan terakhir dipecundangi Stoke dua gol tanpa balas.
Ini memang hasil buruk. Namun fakta sejarah mencatat raihan hasil buruk van Gaal ini masih juga pernah dialami oleh manajer legendaris Man United, Sir Alex Ferguson pada 1998 silam.
Kala itu Man United juga alami nasib yang sama namun diakhir musim, Man United mampu menyambet tiga gelar. Mungkin van Gaal tak bisa ulangi dengan sambet tiga gelar, namun kemumgkinan raih titel Liga Europa masih terbuka lebar.
2. Pelatih tahan banting
Kegagalan Man United di pertengahan musim ini tidak sepenuhnya disalahkan ke van Gaal, pasalnya sejumlah pemain Man United di laga terakhir melawan Stoke City juga tunjukan ketidakprofesionalan mereka sebagai pemain.
Lihat bagaiamana gol pertama Stoke, Memphis Depay yang awal musim begitu bagus saat ini seperti tak berguna.
Ketegasan van Gaal kepada pemain mungkin salah satunya karena sikap dan karakter pemain seperti Depay ini. Depay pernah mendapat teguran keras dari Ryan Giggs karena kesukaannya keluyuran ke klub malam.
Van Gaal bukan kali ini saja menghadapi tipikal pemain seperti ini. Di Barcelona dan Bayern Muenchen ia juga melatih banyak pemain dengan label bintang besar. Ia termasuk pelatih yang tahan banting hadapi situasi tak menguntung bagi klub.
3. Pemain muda
Terlepas dari ketidakmampuannya meracik dan membangun skema permainan, ada hal positif lain yang sebenarnya bisa mempertahankan van Gaal dari kursi pelatih.
van Gaal berulang kali memasukan sejumlah nama pemain muda di daftar cadangan Man United. Di laga melawan Stoke misalnya, ada nama pemain muda berusia 18 tahun asal Kamerun, Borthmick Jackson, ia adalah pemain full back kiri.
Van Gaal juga pernah memasukan nama pemain belakang berusia 18 tahun asal Rep Kongo, Axel Tuanzebe. Meski tidak bermain setidaknya pemain-pemain muda ini bisa merasakan atmosfer pertandingan di level atas.