5 Kisah Pilu di Laga Boxing Day 26 Desember 2015
Boxing Day merupakan sebuah tradisi di sepakbola Inggris. Saat seluruh sepakbola di Eropa meliburkan diri, mereka justru tetap melaksanakan pertandingan di sela-sela Natal dan Tahun Baru.
Jeda waktu dari pertandingan ke pertandingan pun bias dikatakan sangatlah singkat. Seluruh tim hanya akan memilik waktu jeda istirahat satu hari sebelum melanjutkan pertandingan berikutnya.
Atas jarak watu yang sangat singkat tersebut, laga Boxing Day kerap menghadirkan kisah yang mengejutkan. Seperti pada laga 26 Desember 2015, kemarin.
Berikut ini INDOSPORT akan merangkum hal-hal menarik di laga Boxing Day kemarin.
1. Tumbangnya Man United
Setan Merah harus menelan kekalahan dari Stoke City 0-2 di Britannia Stadium. Hasil itu menjadi kekalahan pertama Man United sejak 26 Desember 2002. Saat itu, The Red Devils kalah 1-3 dari tuan rumah Middlesbrough.
2. Meriam London Hancur Lebur
Saat menghadapi Southampton di St Mary’s, Arsenal berpeluang besar menyodok ke puncak klasemen setelah Leicester City ditumbangkan Liverpool 0-1.
Namun, mereka seperti tampil penuh tekanan hingga kehilangan konsentrasi. Akibat itu, Arsenal kalah dari seluruh segi permainan dan juga hasil. Pasukan Arsene Army ini harus pulang dengan kekalahan 0-4 dan gagal mengudeta puncak klasemen.
3. Luka Lebam di Mata
Pertandingan antara Aston Villa vs West Ham United menyisakan cerita mengerikan. James Tomkins mengalami memar di bagian mata setelah beradu kepala dengan Alan Hutton demi merebu bola di udara.
Sial bagi Tomkins. Dia harus ditarik keluar setelah dalam duel itu mengalami luka yang cukup mengerikan layaknya petinju yang terkena pukulan lawan.
4. 16 Laga Boxing Day Ditunda
Liga Primer Inggris menjadi kasta yang paling beruntung di tengah buruknya cuaca di Inggris. Setidaknya ada 16 laga Boxing Day di seluruh kasta sepakbola Inggris, kecuali Liga Primer, yang ditunda akibat banjir.
5. Gagalnya Dua Penalti
Wilfried Bony dan Oscar menjadi dua sosok pemain mengalami kesialan lantaran gagal mengeksekusi penalty. Yang lebih memalukan lagi, dua eksekusi tersebut gagal bukan karena di blok penjaga gawang, melainkan karena tendangan mereka melambung tinggi di atas gawang.