5 Kutipan Fenomenal Sir Alex Ferguson
Pada hari ini, Kamis, 31 Desember 2015, Ferguson genap berusia 74 tahun. Dia memulia karier sepakbola profesionalnya bersama Queen’s Park pada 1957 hingga 1960 dan mengakhiri karier sebagai pemain bersama Ayr United pada 1974.
Selama menjadi pemain, Sir Alex tak pernah merasakan gelar yang sensasional. Namun, saat menjadi pelatih semua berbalik 180 derajat. Pria asal Skotlandia itu berhasil membuat gebrakan dan menjadi sosok yang berpengaruh di dunia sepakbola, terutama dunia kepelatihan.
Pria yang memiliki nama lengkap Alexander Chapman Ferguson ini juga tidak pelit dengan ilmu kepelatihan yang telah dimilik. Dia sering sekali mengadakan pertemuan dengan para pelatih-pelatih sepakbola lainnya untuk saling bertukar pikiran.
Selain itu, dia juga kerap kali mengeluarkan kalimat-kalimat yang dapat mempengaruhi permainan dan sepakbola secara menyeluruh.
Berikut ini INDOSPORT akan memuat lima kutipan sensasional yang diucapkan Ferguson.
1. Final Liga Champions 1999
Pertandingan antara Bayern Muenchen vs Man United di tahun 1999 mungkin menjadi satu-satunya laga dramatis di final Liga Champions yang pernah ada. Saat itu Setan Merah telah tertinggal 0-1 hingga menit 90.
Saat memasuki tambahan waktu, kemenangan yang telah di depan mata Muenchen sirnah dengan cepat setelah The Red Devils mencetak dua gol melalui Teddy Sheringham dan Ole Gunnar Solskjaer.
Berkat dua gol itu pun para pemain Muenchen harus menangis layaknya seorang anak kecil, yang tak percaya jika mereka harus tumbang 2-1 di akhir-akhir pertandingan.
Melihat itu semua, Ferguson pun melontarkan kalimat yang sensasional, "I can't believe it. I can't believe it. Football, Bloody hell."
Kalimat itu mirip seperti apa yang dirasakan para pemain Muenchen. Ferguson sangat tidak menyangka jika timnya mampu keluar sebagai juara dan membuat lawan mereka menderita diakhir pertandingan.
2. Tendangan Sepatu ke Wajah Beckham
Ferguson telah terlibat pertengkaran dengan David Beckham di ruang ganti pasca kekalahan dari Arsenal di Piala FA tahun 2003.
Dia sangat tidak senang dengan sikap Beckham yang merasa lebih besar dari dirinya. Ferguson juga tak menyukain sikap selebriti yang dimilik suami Victoria Beckham.
Atas kekesalan itu, Ferguson pun menendang sebuah sepatu hingga mendarat di wajah anak didiknya itu. Hal tersebut dia anggap sebuah kejadian yang aneh.
"Itu kecelakaan aneh. Jika saya mencobanya 100 atau satu juta kali, itu tidak bisa terjadi lagi. Jika saya bisa saya akan terus bermain!
3. Ide Spontan Ketertarikan Cantona
Eric Cantona merupakan sosok yang sangat fenomenal di Man United. Pria penuh kontroversi ini begitu menakutkan bagi para pemain bertahan.
Namun, kesempatan Ferguson untuk membeli Cantona ternyata sebuah ketidak sengajaan. Kesempatan itu datang ketika Eksekutif Leeds United menelpon dirinya untuk menanyakan Denis Irwin.
“Kepala Eksekutif Bill Fitherby sedang berbicara ditelpon dengan saya, menanyakan mengenai Denis Irwin. Lalu tiba-tiba sebuah ide meloncat dikepala saya. Saya menanyakan kepadanya mengenai Eric Cantona.”
4. Ketertarikan pada Giggs
Seperti yang telah banyak diberitakan media-media. Ryan Giggs menjadi pemain yang ingin dimiliki Ferguson dan dia melakukannya dengan langsung menyambangi rumah pria Wales tersebut.
“Saya akan selalu ingat saat pertama kali melihatnya, menjelajah seluruh lapangan tanpa lelah hingga anda dapat bersumpah bahwa kakinya seperti tidak menyentuh tanah. Dia kelihatan tenang dan alamiah di lapangan seperti seekor anjing yang mengejar sehelai kertas perak yang tertiup angin.”
5. Memarahi Steve McClaren
Dua gol Man United di final Liga Champions 1999 berawal dari sepak pojok. Saat itu pun penjaga gawang Setan Merah, Peter Schmeichel, naik untuk membantu pemain lainnya dalam upaya menyamakan kedudukan.
Melihat hal tersebut, Steve McClaren yang saat itu menjadi asisten Ferguson marah melihat hal tersebut. Namun, sang pelatih justru berbalik memaki asistennya.
“Dapatkah Anda f***ing percaya padanya?”