5 Kisah Penting di Tragedi Ibrox
Pertemuan antara Rangers dengan Celtic merupakan pertandingan yang sarat dengan gesekan. Kedua kubu yang berhadapan akan membawa unsur keyakinan agama di dalam pertandingan. Rangers yang berlatar belakang Protestan dan Celtic berlatar belakang Katolik.
Dengan membawa identitas agama, maka setiap pertemuan antar keduanya selalu membuat stadion penuh sesak. Pihak keamanan pun akan kesulitan untuk melakukan pengamanan dalam pertandingan yang bertajuk Old Frim Derby.
Pada 2 Januari 1971, sebuah insiden mengenaskan terjadi di Stadion Ibrox, yang merupakan kandang Rangers. Tragedi tewasnya 66 orang karena terhimpit saat keluar stadion menjadi catatan kelam perjalanan sepakbola di tanah Skotlandia.
Berikut ini INDOSPORT akan merangkum kisah tragedi Ibrox.
1. Pergantian Jadwal
Pertandingan ini mulanya diagendakan pada 1 Januari 1971, namun pihak otoritas Skotlandia merasa jika pada hari itu bukan saat yang tepat untuk menggelar pertandingan Old Frim Derby. Pasalnya, warga sipil kerap mengonsumsi alkohol yang sangat banyak saat acara Hogmanay.
Hogmanay sendiri merupakan acara peryaan tahun baru yang dirayakan pada pagi hari di tanggal 1 Januari.
2. Gol Menit Akhir
Pertandingan pun digelar pada 2 Januari 1971. Menurut kabar yang dimuat Telegraph, penonton yang hadir berkisar 75.000. Suasana pertandingan juga berjalan tenang seperti tidak akan terjadi hal yang aneh-aneh.
Semua berubah menjelang akhir pertandingan saat Celtic berhasil mencetak gol di menit 89 melalui Johnstone. Saat itu sebagian besar pendukung Rangers merasa pertandingan akan berakhir untuk kemenangan tamunya. Mereka akhirnya bergegas menuju keluar stadion sebelum peluit panjang berakhir.
Namun, tak ada yang menyangka jika Rangers dapat mencetak gol penyeimbang di detik-detik akhir tambahan waktu. Saat itu juga sebagian besar penonton yang sedang berjalan menuju keluar stadion berbalik arah ke dalam stadion sembari bersorak.
Himpitan dan saling dorong pun terjadi antara arus penonton yang ingin keluar dan yang ingin kembali masuk.
3. Pintu 13
William Orr yang merupakan salah satu penonton yang hadir dan selamat telah membeberkan mencekamnya suasana di pintu 13 stadion Ibrox.
Dia yang saat itu pergi bersama temannya, Shug Armstrong, tidak dapat mengingat gol yang dicetak Celtic. Sebab dia telah memutuskan untuk bergegas keluar sebelum peluit akhir.
Namun, dia masih dapat merasakan sukacita gol Rangers di menit terakhir. William dan temannya sempat melihat perayaan gol meski telah berdiri di belakang teras dekat pintu keluar 13. Tempat itu pun menjadi lokasi sumber masalah.
“Saya ingat erangan dan teriakan orang-orang di belakang untuk berhenti mendorong, saya ingat orang jatuh dari atas kita,” ujar William Orr, dikutip BBC.
4. Sulit Bernapas
Setelah peluit akhir berbunyi, William dan lima rekan temannya yang lain berjalan menuju tangga keluar pintu 13. Namun, setelah melakukan seperempat perjalanan, dia mulai terdorong ke depan hingga kerumunan orang berhenti bergerak akan tetapi tekanan dari belakang tetap terus terjadi.
Dia terjebak dan kesulitan bernapas dengan badan terjepit di dalam kerumunan orang. Namun, William dapat menyelamatkan dada bagian atas hingga dia dapat kembali bernapas, hanya bernapas.
“Saya tidak bisa berbicara, hampir tidak bernapas, dingin dan shock,” bebernya.
5. Rangers Dihukum
Atas kejadian Tragedi Ibrox, Rangers selaku pemilik stadion pun dijatuhi hukuman. Namun, pihak klub sama sekali tidak melakukan banding. Selain hukuman tersebut Rangers juga digugat dengan 60 kasus lainnya, yang dilaporkan oleh kerabat-kerabat korban nyawa.