Klub Bersatu agar Kompetisi ISL Bergulir
Direktur PSM Makassar, Sumirlan menyayangkan ancaman Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) yang akan melarang PT Liga Indonesia gelar turnamen jika tidak berkoordinasi dengan tim transisi bentukan Kemenpora.
"Klub tetap bersatu (menghadapi ancaman Kemenpora). Apa pun alasannya turnamen ini harus jalan. Klub juga tidak akan mengikuti turnamen lagi selain yang diputar PT Liga Indonesia," jelasnya seperti dikutip dari Antara.
Ia menjelaskan, setiap klub peserta juga harus siap dengan resiko apapun yang kemungkinan bisa terjadi kedepan, termasuk dengan tidak lagi ambil bagian dalam berbagai turnamen yang akan dilaksanakan kemudian.
Menurut dia, kondisi ini (ancaman Kemenpora) sebenarnya tidak perlu dilakukan. Sebab ini merupakan upaya PT Liga Indonesia untuk kembali menghidupkan klub dan sejumlah pemain dan pelatih serta masyarakat yang hidupnya cukup tergantung dari sepakbola.
Apalagi, lanjut dia,, Badan Olahraga Nasional Indonesia (BOPI) juga sejak beberapa waktu lalu sudah memberikan rekomendasi agar turnamen jangka panjang itu bisa dilaksanakan sesuai jadwal.
"Kondisi ini seperti kita kembali lagi ke awal saat PSSI dibekukan dan kompetisi dihentikan di tengah jalan. Namun kita telah menyatukan sikap untuk mendukung PT Liga menjalankan turnamen. Kita juga harus siap dengan resiko apapun," katanya.
Ketua BOPI Noor Aman, sebelumnya memang telah memberikan restu untuk pelaksanaan turnamen jangka panjang yang digagas PT Liga Indonesia tersebut.
Dirinya memang telah mendukung turnamen yang digagas oleh PT Liga secara independen tersebut. Ia juga mengakui ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi, untuk memenuhi profesionalisme klub dan turnamen.
"Beberapa persyaratan yang harus dipenuhi itu seperti unsur legalitas klub, keuangan serta transparansi dan verifikasi," jelasnya.
Turnamen yang bakal diikuti oleh 18 klub tertinggi di Indonesia ini, akan digelar pada Maret hingga akhir tahun 2016. Turnamen ini juga sempat diragukan apalagi belum adanya konfirmasi izin BOPI. Namun kini sudah ada kejelasan bisa dijalankan asalkan memenuhi syarat yang diajukan oleh badan independen tersebut.
Ia menjelaskan, pihak BOPI selalu mendukung turnamen ataupun kompetisi yang bergulir. Asalkan sesuai standar profesional yang ada.
"Dari dulu kami selalu berupaya agar ada kompetisi dijalankan. Kalau ada turnamen seperti ini, BOPI pasti memberikan restu," ujarnya.