x

Pelatih Arema: Turnamen Harusnya Lebih Adil

Minggu, 3 Januari 2016 01:17 WIB
Editor: Ramadhan

Arema Cronus beserta tim ISL lain rutin mengisi turnamen yang digulirkan secara kontinyu untuk memenuhi kebutuhan akan aktivitas tim pasca terhentinya ISL April lalu. Sementara masih banyak tim yang berasal dari Divisi Utama tidak mendapat kesempatan yang sama untuk terus berkompetisi.

“Kalau pendapat saya pribadi memang begitu. Masih banyak tim dari Divisi Utama maupun Liga Nusantara yang tidak mendapatkan kesempatan mengikuti turnamen seperti kami,” tutur pelatih yang sebelumnya menjadi Asisten Almarhum Suharno itu.

Menurutnya, terhentinya kompetisi memang berdampak secara nasional. Adanya turnamen disebutnya cukup membantu untuk tetap menjalankan roda aktivitas tim dan memberi pemain penghasilan dari bermain bola.

Tak seperti tim-tim ISL yang berlaga secara maraton sejak di Piala Presiden dan Piala Jenderal Sudirman, nasib tim-tim Divisi Utama pun tak jelas. Tim dari level kedua ini hanya sekali mencicipi atmosfer kompetisi dengan mengikuti Turnamen Piala Kemerdekaan Agustus lalu.

“Malah banyak lagi pemain di luar tim ISL yang jelas butuh penghasilan dari bermain bola. Memilih ikut pertandingan tarkam pun, saya rasa masih belum memenuhi standar penghasilan mereka,” imbuhnya.

Lebih jauh lagi, sebuah turnamen juga dibutuhkan oleh tim-tim amatir yang berlaga di Liga Nusantara. Meski dengan unsur pembinaan, namun banyaknya pertandingan pada sebuah turnamen dianggapnya cukup membantu dalam menambah jam terbang pemain usia muda.

“Kasihan memang para pemain muda kita. Semangat mereka bisa saja runtuh karena kompetisi tidak jalan. Mereka malah sebenarnya sangat butuh banyak pertandingan dalam pembinaan,” tuturnya.

ISLArema CronusLiga NusantaraDivisi Utama PSSIJoko Susilo

Berita Terkini