x

5 Sisi Unik dari Perjalanan Hidup Seorang Zidane

Sabtu, 9 Januari 2016 15:35 WIB
Editor: Ahmad Priobudiyono

Terpilihnya Zinedine Zidane sebagai pelatih Real Madrid menggantikan Rafael Benitez yang tak lagi mendapat kepercayaan publik Bernabeu menjadi sorotan mata dunia.

Bagaimana tidak, pemain berdarah Aljazair yang akrab disapa Zizou itu merupakan salah satu legenda hidup sepakbola yang dikenal dengan skill bersepakbola yang sangat lengkap.

Mantan pengatur serangan Les Bleus ini dikenal sebagai sosok playmaker yang sempurna dengan gaya menggiring bola sambil meliukkan badan dengan visi bermain yang cerdas.

Ya, Zizou adalah lebih dari seorang raja kontrol dan passing bola seperti yang dilabelkan Michel Platini. Dia adalah seniman sepakbola yang diturunkan Tuhan dari sorga setidaknya demikianlah yang dikatakan Andy Roxburgh, pengarah teknik UEFA.

Kini sang legenda hidup itu mulai memasuki babak baru karier sepakbolanya sebagai seorang pelatih yang lahir dari kegelisahan publik Real Madrid yang percaya dirinya bisa diandalkan untuk memecahkan beragam permasalahan yang membelit klub raksasa Spanyol itu saat ini.

Jutaan pasang mata menanti sentuhan tangan dinginnya sebagai seorang pelatih, sementara sebagian lainnya tergelitik untuk mengulik lebih dalam tentang sosok kepribadian sang legenda.

Memang, selain kiprahnya di lapangan hijau, sosok Zidane di luar lapangan juga cukup menarik untuk ditelusuri.

Untuk itu, INDOSPORT kali ini mengetengahkan sisi menarik seorang Zinedine Zidane dengan beragam fakta dan fenomenanya.


1. Seorang Ballboy

Jauh sebelum dirinya menjadi sosok yang paling dipuja di negeri asalnya Prancis, tidak banyak yang tahu bahwa Zizou remaja hanyalah seorang ballboy atau pemungut bola untuk klub Olympique de Marseille. 

Profesi tersebut dilakoninya lantaran dirinya ingin berdekatan dengan bintang pujaannya yang bermain di klub kebanggaan kota kelahirannya itu.

Ya, Zidane muda begitu gembira bisa berdekatan dengan playmaker fenomenal asal Uruguay, Enzo Francescoli.

Belakangan terungkap bahwa gaya permainan Zidane yang luar biasa itu terinspirasi dari gaya bermain idolanya itu.

Bahkan saking gandrungnya dengan Enzo Francescoli yang berjuluk El Principe atau Le Prince yang dalam bahasa Indonesia berarti Pangeran itu, Zidane sampai mengabadikan nama sang bintang menjadi nama anak pertamanya.


2. Kisah Cinta & Keluarga

Untuk urusan cinta dan keluarga, Zizou bisa dibilang sebagai lelaki yang beruntung. 

Istrinya, si cantik Veronique Fernandez adalah perempuan yang bisa dibilang adalah cinta sejatinya.

Bagaimana tidak, perempuan yang mantan seorang penari sekaligus model berdarah Spanyol itu telah dikenalnya sejak tahun 1988.

Kala itu, Zidane masih bermain bersama AS Cannes, jauh sebelum dirinya mencapai era kejayaannya dan dielu-elukan sebagai seorang pahlawan.

Dari pernikahannya itu Zizou dikaruniai empat orang anak yang tiga di antaranya bersekolah di Akademi Real Madrid.

Zidane sendiri merupakan sosok sederhana yang penyayang dan membela keluarganya.

"Sekarang keluarga bersahaja ini dikaruniai empat putra. Saya banyak belajar dari masa lalu. Itu semua yang membuat saya bisa menjadi seperti saat ini.” cetus Zidane.


3. Muslim yang Taat

Pria kelahiran Marseille, Prancis, 23 Juni 1972 itu adalah legenda Les Bleus yang berasal dari keluarga imigran Muslim keturunan Aljazair. 

Walaupun hidup dan besar di lingkungan sekular khas Barat, sang ayah yang bernama Ismail sangat menekankan pendidikan agama kepada anak-anaknya. Zidane memiliki tiga kakak laki-laki dan seorang adik perempuan.

Oleh karena itu, meski capaiannya di lapangan luar biasa, namun Zidane tidak lupa untuk meletakkan dirinya sebagai seorang Muslim. 

Ia disebut-sebut sebagai atlet dunia yang taat menjalankan kewajipan solat lima waktu. 

Dengan menunaikan perintah yang menjadi tiang agama tersebut maka Zidane mengaku penampilannya di lapangan bisa semakin baik. 

"Sholat adalah sumber kekuatanku. Kerana setelah sholat, hati serasa tenang," ujar Zidane.

Selain taat menjalankan ibadah Sholat, Zidane juga telah menyempurnakan rukun kelima agamanya dengan menunaikan haji ke Baitullah.

Ketika divonis cedera otot dan harus mendapat perawatan dari tim medis, Zidane diperintahkan untuk istirahat demi masa pemulihan. Tapi bukannya malah berbaring dan mengikuti terapi kesehatan, waktu luang itu dimanfaatkannya untuk pergi haji.

Laman informasi haji di Arab Saudi menyebutkan, direktur olahraga Real Madrid itu melakukan ritual haji pada 29 Januari 2004, bersama istri dan anak-anaknya. 

Zidane dan keluarga mendarat di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, dan kemudian melanjutkan perjalanannya ke Madinah. Di sana ia disebutkan sempat melakukan ziarah ke makam Rasulullah SAW.


4. Misteri Tandukan Zidane

Peristiwa tandukan Zidane terhadap Marco Materazzi di final Piala Dunia 2006 merupakan salah satu momen terbesar dalam kehidupan sepakbola Zidane.

Peristiwa ini sempat menjadi misteri yang mengundang tanda tanya besar di kalangan publik terkait apa yang memicu Zidane bereaksi melakukan tindakan tidak sportif itu.

Sempat beredar kabar bahwa Matterazi telah melakukan pelecehan verbal bernada rasisme terhadap Zidane yang menyinggung ibunya.

Namun belakangan Matterazi akhirnya menyampaikan ke publik bahwa dirinya memang telah bersalah melakukan provokasi yang menyinggung adik perempuan Zidane.

Namun Matterazi menyangkal bahwa provokasi verbalnya itu berkaitan dengan agama, politik dan rasis.

"Saya tidak mempunyai referensi untuk agama, politik atau rasis. Saya tidak melecehkan ibunya, saya sendiri telah kehilangan ibu saya saat saya berusia 15 tahun, saya tidak pernah melecehkan siapa pun yang berhubungan dengan ibu mereka," kata Matterazi pada sebuah stasiun televisi Prancis.

Zidane pun mengamini pengakuan Matterazi dan menyesalkan aksi pemain belakang tim nasional Italia tersebut.

"Ada yang sangat pribadi, mereka melakukannya kepada ibu dan adik saya. Dia mengatakan kata-katanya sangat keras, dan dia ulangi beberapa kali. Anda mendengar sekali, maka anda tidak akan terlalu menanggapi, itu yang saya lakukan. Anda mendengar dua kali, dan tiga kali," katanya.


5. Patung Zidane

Siapa sangka aksi tandukan Zidane ke dada Marco Materazzi di final Piala Dunia 2010 yang dianggap sebagaian besar orang sebagai sebuah tindakan tidak sportif justru diabadikan menjadi sebuah patung.

Seorang seniman Aljazair mengabadikan peristiwa itu dengan sebuah patung perunggu yang dipajang di sebuah sudut Kota Paris. 

Sementara di Qatar, museum Qatar membeli patung bernama "Coup de Tete" yang mengabadikan peristiwa itu dari Pompidou Center, Paris.

Namun setelah sempat dipamerkan di Doha Corniche patung itu ditolak penduduk lokal yang mayoritas penduduknya adalah muslim.

Dalam hukum Islam memang dilarang memiliki patung manusia dan hewan untuk menghindari kemungkinan penyembahan berhala. Meskipun ada beberapa negara Muslim memamerkan patung di depan umum.

Seperti yang dikutip dari 101greatgoals, Kamis (31/10/2013), jika patung tersebut tidak dipindahkan, penduduk lokal mengancam akan melakukan penyerangan. 

Untuk itulah, guna menghindari kemarahan publik yang lebih luas maka patung tersebut akhirnya dipindahkan.

Real MadridPrancisZinedine ZidaneRafael BenitezMichel PlatiniMarco Materazzi

Berita Terkini