(VIDEO) Mengenal Xavi Simons, Bocah 12 Tahun Wonderkid Barca
Meski baru berumur 12 tahun, Xavi Simons telah menunjukkan bakat cemerlang dalam mengolah si kulit bundar. Dengan latihan keras, bakat alami yang ia miliki akan membuat dirinya menjadi seorang bintang di masa depan.
Hal ini tentu juga akan membuat klub tempatnya bermain bersinar dengan ketajaman yang ia miliki.
Dengan rambut kriwil khasnya, Xavi telah membuat para pecinta sepakbola terpana. Tak heran Chelsea berusaha keras mendapatkan Xavi Simons agar bersedia bermain di Stamford Bridge.
Siapa sebenarnya Xavi Simons? INDOSPORT mengangkat sejumlah fakta menarik tentangnya.
1. Fans Xavi
Xavi Quentin Simons lahir pada 2003 di Amsterdam. Ayahnya, Regillio Simons adalah seorang mantan pemain sepakbola yang meruppakan fans Barca, dan fans berat Xavi Hernandez. Ibunya, Peggy juga sangat menyukai pemain legendaris Barca tersebut sehingg mereka menamai anaknya dengan nama sang idola.
Saat telah menjejakkan kaki dan mulai bermain sepakbola, ia pun mengaku sebagai fans Xavi Hernandes. Di usianya yang masih sangat muda, ia cukup beruntung bisa bertemu dengan sang idola.
"Saat aku bilang namaku juga Xavi, dia (Xavi Hernandez) tertawa. Lucu memang," katanya.
"Dia idolaku. Aku tahu sulit, tapi aku akan melakukan apapun untuk bisa bermain seperti dia," tambahnya.
2. Karier
Saat Regillio Simons pensiun, mereka pindah meninggalkan Belanda dan hijrah ke Spanyol. Ia menularkan kecintaannya bermain bola pada sang anak sejak belia.
Xavi kemudian bergabung dengan klub Deportivo Thader. Bakatnya yang cemerlang terendus Barca. Saat itu, mantan kepala La Masia, Guillermo Amor menyaksikan penampilannya dan memboyongnya ke La Masia di usia 7 tahun.
Saat anak-anak lain berusaha keras masuk La Masia, bakat hebat Xavi membuat Barca menjemputnya untuk mendapat gemblengan dari salah satu akademi sepakbola terbaik dunia.
3. La Masia
Berada di La Masia, Xavi membuktikan bakat cemerlangnya. Ia merupakan pemain tangguh pekerja keras yang tak kenal lelah berlari mengejar bola ke depan maupun belakang lapangan. Kontrol bolanya sangat baik dan memiliki naluri menyerang yang tajam.
Di La Masia, kemampuannya semakin mencolok. Rasa percaya diri yang ia miliki membuatnya tampil sebagai kapten dan pemimpin bagi rekan-rekan setimnya.
4. Bintang
Di musim 2010/2011, Xavi berada di skuad Pre Benjamin dan tampil apik sehingga membuatnya merangkak naik ke Benjamin C, lalu Benjamin A di musim 2012/2013. Di Benjamin A, Xavi membawa timnya meraih gelar juara.
Musim lalu, ia membawa timnya, Alevin C meraih gelar juara. Saat berada di Alevin A, Xavi juga membawa timnya mengangkat trofi dengan memenangkan seluruh laga.
Berikut cuplikan penampilan Xavi di lapangan hijau.
5. Chelsea
Chelsea sangat tertarik dengan bakat yang dimiliki Xavi Simon dan berusaha membawanya hijrah ke tanah Inggris. The Blues menawarkan banyak uang pada orang tua Xavi agar setuju anaknya bermain di Stamford Bridge. Meski sudah ditolak, The Blues kembali mengetuk pintu rumah Xavi dan mengiming-iminginya tawaran menarik untuk hengkang.
Barca tak tinggal diam dengan upaya Chelsea membajak talenta muda mereka. Blaugrana menyampaikan pada Regillio dan Peggy bahwa Xavi memiliki masa depan cemerlang di Camp Nou. Hal ini membuat mereka berkali-kali juga menolak tawaran Chelsea.