9 Alasan Ozil Lebih Moncer Bersama Arsenal Ketimbang Madrid
Penampilan menawan playmaker asal Jerman, Mesut Ozil bersama Arsenal dinilai lebih baik dan konsisten ketimbang saat dirinya bermain untuk raksasa Spanyol, Real Madrid.
Berseragam Arsenal, Ozil bahkan berpotensi untuk memutuskan catatan assist terbanyak yang telah ditorehkan oleh legenda Liga Primer yang telah lebih dulu merumput di negara ratu Elisabeth.
Salah satu aksi selebrasi Ozil usai mencetak gol untuk Arsenal.
Ya, musim ini pemain muslim Jerman tersebut telah mengoleksi 16 assist dari 21 penampilannya bersama Arsenal.
Sedikit lagi ia akan melampaui catatan Thiery Henry yang lebih dahulu mencatatkan rekor sebagai pengoleksi assist terbanyak Liga Primer dalam satu musim dengan 20 catatan assist nya untuk Arsenal.
Ozil hanya membutuhkan lima assist lagi untuk melampaui rekor Henry dan menyabet gelar Raja Assist di pentas Liga Primer.
Ozil memang dikenal piawai dalam urusan assist sejak dirinya masih merumput bersama Werder Bremen pada musim 2009/10 lalu dengan mencatatkan 13 assist dalam satu musim.
Ozil tampak lebih nyaman dan bergairah tampil bersama Arsenal ketimbang Real Madrid.
Bersama Real Madrid, pemain yang kini berusia 27 tahun itu tercatat berhasil mencatatkan 17 assist dalam satu musim sebanyak dua kali berturut-turut pada musim 2010/11 dan 2011/12.
Uniknya, bersama Arsenal, Ozil juga menunjukkan kematangannya dalam beberapa sisi kehidupan yang membuatnya lebih baik dan sangat berbeda dibandingkan saat membela Real Madrid.
Mengapa demikian? Berikut INDOSPORT, merangkum sejumlah perubahan yang dialami Ozil lengkap dengan sederet alasannya untuk para pembaca setia.
1. Lebih Bertenaga
Saat berseragam Real Madrid sulit bagi kita untuk melihat Ozil tampil on fire dengan kondisi stamina yang prima selama 90 menit.
Ozil terlihat cepat lelah dan terkesan loyo untuk bermain selama 90 menit di lapangan sebagaimana dirasakan oleh sejumlah manajer yang pernah bersinggungan dengannya.
Namun setibanya di Arsenal, Ozil tampak lebih bersemangat dan sanggup menyelesaikan 90 menit permainan dengan memberikan kontribusi terbaik bagi The Gunners.
2. Rajin ke Pusat Kebugaran
Ozil menyadari bahwa bermain di kompetisi Liga Primer membutuhkan fisik dan stamina yang mumpuni karena jadwal bermain yang lebih padat dan atmosfer persaingan yang ketat dan panas.
Untuk itu Ozil berusaha mengatasinya dengan menjalankan porsi latihan yang lebih ketimbang saat dirinya di Real Madrid.
Di Arsenal, Ozil sangat rajin mengunjungi pusat kebugaran untuk meningkatkan performa fisik dan staminanya. Hasilnya fisiknya pun terlihat lebih berotot dan penampilannya lebih bertenaga.
3. Kendali Komando
Bersama Arsenal, Ozil diberi peran untuk memegang komando dan menjadi inisiator permainan timnya di lapangan.
Peran penting inilah yang membuatnya leluasa untuk memberikan inspirasi dan memotivasi seluruh rekan-rekannya. Hal yang tidak ia dapatkan selama tiga musim bersama Real Madrid.
4. Memenangkan Piala Dunia
Sekilas memang tidak tampak korelasi antara kemenangan Jerman di Piala Dunia 2014 dengan Arsenal.
Namun keberhasilan Ozil membawa Jerman meraih gelar Piala Dunia 2014 telah mengangkat moral dan mentalnya saat bermain di level klub.
Apalagi ia mendapat porsi bermain lebih banyak ketimbang saat dirinya bersama Real Madrid sehingga mengasah kemampuan dan keterampilannya lebih berkembang.
5. Penguasaan Bola
Ada jurang yang dalam antara gaya serta karakter permainan Real Madrid dan Arsenal. Real Madrid di era Ozil bermain lebih mengandalkan passing cepat dan counter attack.
Tapi berbeda saat dirinya bermain bersama Arsenal. Ozil dituntut beradaptasi dengan dimensi permainan baru yang menuntutnya untuk lebih bersabar memainkan bola dari kaki ke kaki.
Ozil berhasil memanfaatkan karakter permainan yang sesuai dengan gaya mainnya sehingga secara luar biasa ia pun mampu menjadi pengumpan dan pelayan yang baik rekan-rekannya.
6. Membantu Pertahanan
Saat berseragam Madrid, Ozil diberi kebebasan lebih untuk bermain lebih ke depan dan membantu timnya melancarkan serangan balik.
Namun saat bersama Arsenal dirinya dituntut untuk bisa bermain apik saat menyerang dan juga kuat dalam bertahan.
Ozil pun secara mengejutkan berhasil memenuhi ekspektasi tersebut dengan membuat catatan 15 intersepsi sepanjang musim ini yang membuatnya dinilai mampu beradaptasi dengan Liga Primer.
7. Kepercayaan Pelatih
Meskipun selalu menjadi pemain yang sangat di andalkan saat dirinya berada dalam asuhan Jose Mourinho, namun Ozil tidak selalu mendapat jaminan dimainkan sebagai starter.
Beda halnya saat dirinya berada dalam besutan Arsene Wenger, Ozil mendapat dukungan penuh secara konsisten dari sang pelatih bahkan meskipun dirinya sedang di bawah performa.
8. Bola Mati
Seiring kedatangan Ozil ke Emirate, Arsenal telah memberikan kepercayaan dan tanggung jawab penuh kepada dirinya untuk mengeksekusi bola-bola mati baik itu dari tendangan sudut maupun tendangan bebas.
Tanggung jawab ini lah yang membuatnya leluasa untuk mengirimkan umpan-umpan matang yang bisa dimanfaatkan rekan-rekan setimnya untuk mencetak gol. Tugas yang tidak didapatnya bersama Real Madrid.
9. Pergaulan
Ozil telah lama dikenal sebagai sosok pemalu, kalem dan tenang. Namun, Arsenal telah merubahnya karakternya dan kepribadiannya.
Ozil kini tampak lebih membuka diri dan lebih bersemangat untuk berinteraksi dengan para penggemarnya. Dia juga terlihat aktif di jejaring media sosial.