Digoda Semen Padang, Duo Medan Tinggalkan Surabaya United
Agung dan Riko sudah berada di Surabaya selama lebih dari dua pekan. Namun, pada Minggu (31/01) kemarin, keduanya telah meninggalkan Surabaya United menuju Semen Padang.
Tawaran yang lebih menggiurkan dari Kabau Sirah menjadi alasan utama kedua pemain itu. Kini, Surabaya United hanya tinggal memiliki satu pemain asal Medan, yaitu Fitra Ridwan.
Sementara Surabaya United hanya mampu memberi gaji Rp10 juta pada Agung dan Riko selama kompetisi belum diputar. Klub yang berganti nama hingga empat kali itu menjanjikan besaran gaji akan meningkat jika kompetisi berjalan. Namun, keduanya menampik tawaran tersebut.
Agung dan Riko berpose bersama saat sesi latihan Semen Padang.
"Kami pastikan telah kehilangan dua pemain asal Medan. Yakni Riko Simanjuntak dan Agung Prasetyo. Mereka memilih menerima tawaran dari Semen Padang yang menurut pandangan keduanya lebih menguntungkan," ungkap Sekretaris Surabaya United Fahrizal Arnas kepada INDOSPORT, Selasa (02/02/16).
Menurut mantan media officer ini, Agung dan Riko pernah mengungkapkan akan memilih tetap di Surabaya United bila besaran gaji serta uang muka yang diterima sama seperti yang ditawarkan Semen Padang.
Dari pengakuan keduanya kepada manajemen Surabaya United, Agung dan Riko akan menerima gaji 75 persen dari total kontrak yang besarannya lebih tinggi dari penawaran Surabaya United.
"Tapi kami kan tidak sanggup memenuhi keinginan mereka saat ini. Kalau nanti ada kepastian kompetisi, kami bisa. Tapi, mau bagaimana lagi, jika Semen Padang saat ini bisa memberikan gaji lebih besar kepada mereka. Kami tidak bisa menahan mereka lebih lama," beber pria yang kerap disapa Rizal ini.
Pada kesempatan yang sama, manajer operasional Surabaya United Rahmad Sumanjaya mengatakan pihaknya siap mencari pemain lain sebagai pengganti keduanya. Dia menyebutkan tim asal Kota Pahlawan ini kembali membuka keran perekrutan pemain baru.
"Sambil persiapan yang sekarang jalan, kami akan mencari pemain pengganti untuk keduanya. Yang kami butuhkan adalah pemain yang memiliki pengalaman bermain di kasta tertinggi, Indonesia Super League (ISL). Sementara ini, pelatih Ibnu Grahan bisa mengoptimalkan pemain yang ada," tandas pria berkacamata ini.
Skuat Surabaya United saat berselebrasi gol pada turnamen Piala Jenderal Sudirman.
Sementara itu, Ibnu mengaku menyayangkan lepasnya Agung dan Riko yang dinilai telah berhasil menyatu dengan tim. Meski begitu, Ibnu mengaku tidak risau karena Surabaya United masih memiliki beberapa pemain yang bisa menggantikan peran Riko dan Agung.
"Tidak masalah, kami bisa cari pemain lain atau mengoptimalkan pemain yang ada," tuturnya.