x

7 Revolusi Real Madrid di Tangan Zidane

Kamis, 4 Februari 2016 15:18 WIB
Editor: Ramadhan

Dari pinggir lapangan, Zinedine Zidane tampak santai memberikan arahan kepada anak asuhnya yang tengah berjuang di atas lapangan. Dengan pembawaan tenangnya, pria berkepala plontos itu berusaha membuat Madrid tampil superior di tangannya.

Zidane masih menyimpan mimpi untuk mengikuti jejak Pep Guardiola yang sukses mengantarkan Barcelona meraih kejayaan dengan gelar berlimpah.


Zinedine Zidane menjadikan Pep Guardiola sebagai inspirasi sebagai seorang pelatih 

Ia pun tak sungkan menjadikan Guardiola sebagai inspirasi hingga akhirnya ia diangkat sebagai pelatih kepala Madrid menggantikan Rafael Benitez, untuk memulai membangun mimpinya menjadi pelatih muda sukses bersama Los Blancos.

Masih terlalu dini memang untuk menilai kinerja Zidane di skuat utama Madrid dan membandingkannya dengan Benitez. Namun, fakta yang sudah jelas terjadi adalah Zidane sudah mampu membuat sejumlah perubahan penting yang sangat positif bagi skuat Madrid.


Zinedine Zidane saat baru diangkat menjadi pelatih anyar, mendampingi anak asuhnya berlatih 


Isco kembali menjadi pemain andalan Real Madrid di bawah asuhan Zinedine Zidane

Perubahan apa saja itu? Berikut INDOSPORT mengulas sejumlah kemajuan yang berhasil dicapai Zidane di skuat utama Madrid.


1. Isco Kembali

Salah satu perubahan pertama Zidane adalah membawa Isco kembali ke dalam starting line-up setelah pemain Spanyol itu baru bermain selama 13 menit dalam 6 pertandingan terakhir di era Benítez.

Media di Spanyol mengabarkan bahwa salah satu kesalahan besar yang dilakukan Benitez hingga dirinya dipecat adalah membiarkan Isco tak bermain. Jadi sedikit mengejutkan saat mengetahui Isco telah kembali dan dipercaya di era Zidane.

Efek kembalinya Isco ke skuat utama memang terasa sangat besar. Gelandang berusia 23 tahun itu mampu terlibat langsung dalam skema permainan yang diterapkan Zidane dan itu terus meningkat.

Bayangkan, dalam 4 pertandingan di bawah Zidane, Isco berhasil melepaskan 45, 48, 60 dan 74 passing. Bersama Benitez, Isco hanya berhasil melepaskan rata-rata 45 passing. Di bawah Benitez, Isco juga rata-rata hanya membuat 59 sentuhan per laga. Namun, di bawah Zidane, Isco sukses membuat 80 sentuhan per laga.


2. Jumlah Passing

Salah satu alasan meningkatnya passing Isco saat ini adalah bahwa Madrid kini memang menjadi tim yang lebih sering melepaskan passing per pertandingan. Di bawah Zidane, Madrid mengoper bola rata-rata 553 kali, sedangkan di era Benitez, Madrid hanya melepaskan 464 kali per pertandingan.

Zidane juga berhasil membawa Madrid ke peringkat 2, di belakang Barcelona, sebagai tim dengan passing terbanyak per pertandingan. Di era Benitez, Madrid hanya menempati peringkat 4 di belakang Barcelona, ​​Las Palmas dan Celta Vigo.

Zidane dianggap memiliki kesamaan gaya melatih dengan Guardiola. Di awal, Zidane memang mengagumi Guardiola sebagai seorang pelatih sukses. Tak bisa dipungkiri jika Zidane sedikit banyak akan menerapkan banyak ilmu penting dari gaya kepelatihan Guardiola.


3. Fokus Pada Kebugaran

Zidane dilaporkan sempat terkejut dengan kurangnya kebugaran para pemain Madrid ketika ia mengambil alih kursi pelatih di awal Januari. Namun, Zidane langsung bergerak cepat dengan membuat prioritas untuk membangun kembali kebugaran tim.

Para pemain pun merespon positif program Zidane untuk fokus dalam peningkatan kebugaran. Bahkan, Ronaldo pun ikut mengomentari program kebugaran Zidane tersebut sembari memuji.

“Tim ini dalam kondisi yang baik. Zizou telah melakukan pekerjaan yang fenomenal. Saya merasa lebih bugar.”


4. Efektivitas Freekick Ronaldo

Ronaldo memang menjadi eksekutor utama tendangan bebas Madrid. Namun, masalahnya adalah sepakan freekick Ronaldo saat ini tak lagi setajam dulu. Kapten timnas Portugal itu tak pernah lagi mencetak gol tendangan bebas langsung musim ini di La Liga.

Bahkan. Dalam salah satu sesi latihan pertama bersama Zidane, Ronaldo diajak mengeksekusi 10 percobaan tendangan bebas. Namun, hasilnya, mantan pemain Manchester United itu hanya berhasil memasukkan 2 bola sementara Zidane mencetak seluruh gol dari tendangan bebas itu.

Zidane memang masih menegaskan bahwa Ronaldo akan tetap menjadi eksekutor utama freekick Madrid. Namun, sejak kedatangan Zidane, Ronaldo juga sudah mau memberikan passing dan crossing kepada rekannya.

Tak hanya itu, Ronaldo juga kerap mengizinkan rekannya seperti Gareth Bale dan James Rodriguez untuk mengambil tendangan bebas. Zidane menekankan efektivitas tim ketimbang individu.


5. Jese Sang Super-sub

Tak hanya membawa kembali Isco ke skuat utama Madrid, Zidane juga tahu betul cara memperlakukan pemain muda yakni membuat peran Jese Rodriguez lebih berguna di skuat utama. Hal yang tak pernah dilakukan Benitez.

Jese telah bermain sebagai pemain pengganti sebanyak 4 kali di bawah asuhan Zidane. Meski hanya menjadi pemain pengganti namun kontribusi Jese sangat besar. Jese berjasa besar sebagai pemain yang ikut mengkreasikan hattrick Ronaldo kontra Espanyol dengan menyodorkan assist.


6. Garis Pertahanan Lebih Tinggi

Agresivitas Madrid saat menyerang wajib diimbangi dengan pertahanan yang kuat dan berjarak dekat dengan lini tengah untuk mengurangi kemungkinan kebobolan. Menerapkan garis pertahanan yang lebih tinggi menjadi salah satu yang diterapkan Zidane.

Setiap kali Madrid menguasai bola, posisi Pepe dan Ramos selalu terlihat agak tinggi dan mendekati para pemain tengah. Hal yang berbeda dari era Benitez yang membiarkan Pepe dan Ramos tertahan di luar area penalti.


7. Peningkatan Disiplin

Barangkali disipilin menjadi sektor yang paling umum akan dilakukan setiap pelatih di skuatnya masing-masing. Namun, Zidane betul-betul menerapkan tingkat disiplin yang sangat tinggi. Di tangan Zidane, disiplin Madrid telah membaik dalam 4 pertandingan terakhir.

Dalam 4 pertandingan, Madrid hanya mendapatkan total 4 kartu kuning dan tak ada kartu merah. Bandingkan dengan era Benitez yang mengumpulkan rata-rata 2 kartu kuning per pertandingan serta 2 kartu merah. Bahkan, dalam debutnya sebagai pelatih baru, tim yang diasuh Zidane tak menerima satu kartu.

Cristiano RonaldoGareth BaleZinedine ZidaneJames RodriguezPep GuardiolaIsco

Berita Terkini