x

10 Mimpi Buruk Arsenal di Liga Primer Inggris

Jumat, 5 Februari 2016 22:04 WIB
Editor: Yohanes Ishak

Dalam satu dekade terakhir, klub London Merah ini memang kerap memberikan tanda-tanda jika mereka bisa meraih gelar Liga Primer Inggris.

Namun setiap menjelang akhir musim atau melewati paruh musim terakhir, mereka justru terlempar, dari yang urutan atas malah turun ke posisi tiga atau bahkan empat.

Ironis memang mengingat mereka terakhir kali mengangkat gelar di tahun 2004, ya memang kala itu mereka juga mencatat unbeaten alias tak terkalahkan dalam satu musim, tetapi setelahnya The Gunners seakan alergi untuk mendapatkan gelar domestik ini.


Arsenal saat melawan Southampton.

Salah satu posisi yang terbaik adalah mereka menempati posisi runner-up di musim setelah mereka meraih gelar, yaitu musim 2004/05. Setelah itu, tim Meriam London seakan menjadi kutukan untuk mereka karena selalu ‘nyaman’ berada mengakhiri musim di posisi ketiga atau keempat.

Padahal, sejak awal musim mereka masih berada di puncak klasemen kala itu, namun semua berakhir saat dikalahkan Manchester United dengan skor 2-0 pada tanggal 24 Oktober, sejak saat itulah mereka harus kehilangan poin dan rela menyerahkan gelar ke rival sekota, Chelsea.

Seiring berjalannya waktu, mereka terus-menerus kesulitan menembus posisi dua besar, bahkan untuk meraih posisi empat besar saja mereka harus tertatih-tatih, termasuk di musim ini, di mana tim besutan Arsene Wenger ini sempat menempati puncak, namun kini harus kembali menempati posisi keempat.

Musim 2015/16 ini, Olivier Giroud berada diurutan keempat dengan perolehan 45 poin, mereka kalah selisih gol dari rival sekota London Utara, Tottenham Hotspur yang tepat berada di atasnya, serta kurang dua angka dari posisi kedua, Manchester City dan kurang lima angka dari sang pemuncak klasemen dari klub kejutan, Leicester City.


Arsene Wenger, pelatih Arsenal.

Butuh konsistensi, melupakan  serta keajaiban dengan mengharapkan klub yang berada di atasnya meraih hasil minor, sehingga mereka mampu menutup musim dengan mengakhiri puasa gelar liga selama 12 tahun terakhir.

Lalu seperti apakah perjalanan mereka? Berikut ini perjalanan Arsenal berdasarkan pantauan dari  INDOSPORT:


1. Musim 2005/06

Pada musim ini, Arsenal sepertinya enggan menikmati perebutan tangga juara. Mengapa demikian? Hal ini karena mereka tampil kurang konsisten di hampir satu musim, bahkan Arsenal harus berjuang keras untuk masuk ke zona Liga Champions hingga tiga pertandingan terakhir.

Lagi-lagi pada musim ini, mereka harus gigit jari melihat rival sekotanya, Chelsea meraih predikat back-to-back alias kembali mengangkat gelar Liga Primer Inggris yang kedua secara beruntun, sementara mereka harus puas berada diurutan keempat.


2. Musim 2006/07

Di musim ini, pasukan Arsene Wenger tampil angin-anginan, sama seperti musim sebelumnya. Menjelang akhir musim, pasukan Meriam London mungkin boleh berbangga karena mereka kembali meraih hasil memuaskan dengan tidak terkalahkan. Namun perolehan tersebut seakan tak ada artinya, karena lagi-lagi posisi keempat menjadi tempat persinggahan terakhir mereka di akhir musim.


3. Musim 2007/08

Pada musim ini, The Gunners seakan memberikan harapan tinggi kepada para penggemarnya dengan kembali tak terkalahkan sejak awal musim dimulai. Namun apa daya, memasuki pertengahan musim, mereka tampil seperti kehabisan bensin. Di mana meraih hasil kemenangan sepertinya sangat sulit diraih, karena setiap laga harus ditutup dengan imbang atau kekalahan. Hasil ini pun membuat mereka harus turun dari pimpinan klasemen dan mengakhirinya dengan urutan ketiga. Meski sedikit lebih baik dibanding dua musim sebelumnya, tetap saja hasil ini membuat penggemar mereka kecewa.


4. Musim 2008/09

Tim besutan Arsene Wenger kembali memberikan harapan, ketika awal tahun 2009, mereka mulai merangsek naik ke papan atas klasemen, bahkan hampir mendekati posisi puncak dan meraih gelar juara. Namun lagi-lagi, hasil minor mereka dapatkan dimana poin tiga sulit diraih, sehingga jarak untuk meraih gelar juara pun kembali kandas  yang membuat mereka kembali menempati posisi keempat.


5. Musim 2009/10

Sama halnya dengan musim 2007/08, mereka sempat menguasai pimpinan klasemen, namun pada laga sisa, mereka kembali meraih hasil minor yang membuat para pesaing memanfaatkannya dengan baik. Kembali Chelsea yang membuat mereka kesal karena di akhir musim, klub London Biru berhasil menjadi juaranya, sedangkan mereka harus puas menempati urutan ketiga.


6. Musim 2010/11

Meraih banyak hasil imbang pada musim ini membuat Arsenal lagi-lagi harus mengkerutkan kening. Pada awal musim, klub London Utara ini mampu bersaing dengan baik di puncak klasemen. Namun dalam 11 pertandingan terakhir, di mana saat mereka membutuhkan poin penuh, pasukan Arsene Wenger justru harus meraih enam hasil seri, tiga kali kalah, dan hanya dua kali menang. Posisi keempat pun menjadi destinasi terakhir mereka kembali.


7. Musim 2011/12

Pada musim ini, para penggemar mereka mungkin hanya bisa terdiam karena sejak awal musim sang klub kesayangan seakan tak memberi tanda untuk meraih gelar juara. Namun mereka mungkin bisa sedikit tersenyum, ya sedikit karena pasukan Wenger mengakhiri musim di posisi ketiga.


8. Musim 2012/13

Seharusnya, jika sudah sering mendapatkan hasil yang kurang memuaskan, dapat dijadikan pelajaran. Namun hal ini tidak berlaku untuk Arsenal, ya memang tidak mudah untuk bersaing di kompetisi Liga Primer Inggris. Meski demikian, setidaknya The Gunners harus dapat memikirkan cara agar tidak mengakhiri musim yang sama seperti sebelum-sebelumnya. Di musim ini, mereka pun harus bersusah payah untuk mengakhiri musim di tempat keempat.


9. Musim 2013/14

Pada awal musim ini, Arsenal kembali tampil perkasa dengan konsisten untuk berada di puncak klasemen, namun lagi-lagi dan lagi-lagi, mereka terpeleset di saat-saat harus mempertahankan posisi mereka. Posisi keempat pun menjadi tempat terakhir mereka kembali.


10. Musim 2014/15

Pada musim ini, mungkin dapat dikatakan Arsenal jauh lebih baik dari musim-musim sebelumnya. Namun sayang, musim ini rival mereka, Chelsea justru tampil lebih konsisten, sehingga peluang mereka untuk mengejar tak mungkin di dapat.

Alih-alih mengakhiri musim di posisi kedua, mereka justru harus menempati posisi ketiga. Seharusnya, di musim 2015/16 ini yang tinggal menyisakan 14 pertandingan lagi mereka harus bisa menyapu bersih.

Terlebih, mereka juga berpeluang mengalahkan pesaing di atasnya, Leicester City, Manchester City, dan Tottenham Hotspur, serta menghadapi laga mudah di kandang, seperti melawan Hull City, Swansea City, West Brom Albion, Watford, Crystal Palace, dan Aston Villa.

Artinya, jika Alexis Sanchez dan kawan-kawan dapat memanfaatkannya dengan baik, maka gelar juara pun dapat mereka raih, sebaliknya jika tampil kurang konsisten, maka posisi ketiga dan keempat akan menjadi pelabuhan terakhir kembali di musim ini.

ArsenalArsene WengerLiga Primer Inggris

Berita Terkini