3 Ancaman Kegagalan Karier Evan Dimas di Spanyol
Ya, untuk ketiga kalinya Evan Dimas menjajakan kaki di tanah Spanyol. Mantan kapten tim nasional Indonesia U-19 itu kembali bertolak ke negeri Matador guna menggali ilmu dengan berlatih bersama klub asal Catalan, Espanyol.
Pertama kali Evan menyambangi Spanyol pada 2014 silam saat bersama tim nasional Indonesia U-19. Di sana, dia turut beruji coba melawan Luis Suarez dan Thomas Vermaelen yang membela skuad Barcelona.
Evan Dimas (pojok kiri bawah) ketika tampil bersama Indonesia U-19 melawan Barcelona B.
Lalu putra pasangan Condro Darmono dan Anah ini kembali ke Spanyol untuk mengikuti trial bersama salah satu klub Segunda Division Spanyol, Llagostera. Sayang setelah selama sepekan lamanya trail di sana, Evan harus menelan pil pahit karena gagal masuk ke dalam skuat inti Llagostera.
Evan Dimas ketika menjalani trial bersama Llagostera.
Yang terbaru kini Evan kembali mendapat kesempatan bertolak ke Spanyol. Rencananya Evan berada di Spanyol selama empat bulan lamanya. Nantinya, mantan pemain Persebaya United akan digemleng tekhnik dan skillnya dalam mengolah Si Kulit Bundar dengan berlatih bersama klub Espanyol.
Namun, ancaman akan keberlangsungan karier Evan di Spanyol tampaknya sudah menanti di depan mata. Terlebih bila Evan tidak dapat mengalahkan ancaman yang akan menghambatnya.
Berikut, ancaman yang akan menghambat karier Evan Dimas di Spanyol versi INDOSPORT.
1. Rindu Rumah
Hambatan yang pertama datang tentu rasa rindu kampung halaman atau rindu dengan rumah. Meski sudah bukan pertama kalinya Evan berada jauh dari rumah, namun bukan berarti Evan tak akan merasakan rindu akan kampung halamannya.
Terlebih keberangkatannya kali ini memiliki jenjang waktu berbeda. Di mana saat pertama dan kedua tak lebih dari satu pekan lamanya, kini Evan akan berada di Spanyol selama empat bulan lamanya.
Hal ini pula yang sudah diwaspadai oleh Evan sebelum dirinya bertolak ke Spanyol.
"Saya mendapat wejangan jangan sampai ada rasa kangen rumah. Itu yang akan menjadi kelemahan kita, jadi kita harus fokus selama berada di sana," ucap Evan.
2. Kendala Makanan
Makanan dapat menjadi kendala berikutnya. Perbedaan lidah orang Asia dan Eropa terkadang menjadi batu sandungan.
Seperti diketahui, lidah orang Indonesia terkadang sudah terbiasa dengan mengkonsumsi nasi sebagai makanan pokok, serta masakan yang kaya bumbu rempah. Namun hal itu sulit ditemukan saat kita berada di Eropa, termasuk di Spanyol. Mengetahui akan hal itu, Evan mengaku akan sekuat tenaga melawan dan mencoba beradaptasi dengan makanan Spanyol.
"Sudah pasti banyak yang akan saya rindukan, seperti ayah dan ibu. Makanan juga pasti saya kangen, tapi saya harus kuat dan berjuang melawan itu semua," ucap pesepakbola 20 tahun ini.
3. Melawan Rasa Malas
Selama berada di Espanyol, Evan akan benar-benar mengikuti sistem dan peraturan Espanyol. Dari pola latihan serta pola istirahat, Evan akan benar-benar beradaptasi dengan pola salah satu klub peserta La Liga ini.
Tentu Evan harus berusaha sekuat tenaga demi dapat beradaptasi demi kelancaran karirnya dan menjaga mimpinya untuk dapat bermain di Eropa.
"Kalau dipikir susahnya sudah tentu saya malas berangkat. Tapi saya harus dapat berpikir positif dan terus berusaha," jelas Evan.