x

5 Pelajaran Penting Usai PSG Bantai Chelsea

Rabu, 17 Februari 2016 09:04 WIB
Editor: Ramadhan

Gol Edinson Cavani membuyarkan hasil imbang yang diharapkan Chelsea pada laga leg pertama babak 16 besar Liga Champions. Skor 2-1 membuat PSG memiliki modal bagus untuk menghadapi laga leg kedua yang akan dihelat di Stamford Bridge.


Gol Zlatan Ibrahimovic ke gawang Chelsea pada laga leg pertama babak 16 besar Liga Champions

Dua striker PSG, Zlatan Ibrahimovic dan Cavani sukses membukukan masing-masing satu gol sementara gol Chelsea dicetak oleh Obi Mikel. Harapan Chelsea untuk lolos ke babak perempatfinal masih terbuka lebar karena Diego Costa dan kawan-kawan memiliki keunggulan gol tandang.


Para pemain Chelsea tertunduk lesu usai ditaklukkan Paris Saint-Germain 2-1

Berikut INDOSPORT merangkum sejumlah pelajaran penting usai Paris Saint-Germain berhasil mengalahkan raksasa Liga Primer Inggris, Chelsea.


1. Obi Mikel Beri Chelsea Nafas

Trapp tak berdaya untuk menahan tendangan dari Mikel.

Mikel telah membuat permainan Chelsea cukup baik saat ia berada di atas lapangan. Tugasnya menjaga bola, memastikan bahwa tidak terjadi gol sudah dilakukan dengan usaha keras. Tak hanya itu, gol Mikel ke gawang PSG setidaknya memberikan harapan Chelsea untuk lolos.

Meski berhasil mencetak gol ke gawang PSG, Mikel juga menjadi penyebab terjadinya gol freekick Zlatan Ibrahimovic. Saat Ibra melepaskan sepakan, bola mengenai tumit Mikel yang saat itu tengah melompat dan berbalik badan.

Dengan satu gol Chelsea yang dicetak Mikel setidaknya membuat The Blues memiliki peluang lolos dengan memiliki modal gol tandang.


2. Pembuktian Gary Cahill

Melawan PSG merupakan momen besar bagi seorang Gary Cahill. Bek asal Inggris ini kembali ke pusat pertahanan Chelsea setelah melalui hari-hari tersulit sejak Januari karena kerap hanya menjadi penonton dari bangku cadangan melihat duet Terry dan Kurt Zouma di bek tengah.

Cahill membuktikan bahwa ia masih menjadi pemain yang bisa diandalkan Chelsea. Pada laga kontra PSG, Cahill sukses mengawal ketat Ibrahimovic dan mencoba untuk memblokir segala upaya serangan PSG. Cahill berhasil membuat lini pertahanan Chelsea stabil meski tak diperkuat sang kapten John Terry. 


3. Skill 'Box to Box' Willian

Edinson Cavani (kanan) merayakan gol dengan David Luiz setelah pemogokan menit 78.

Untuk sebagian besar musim ini, Chelsea selalu memainkan Cesc Fabreagas atau Oscar sebagai pemain nomor 10, di belakang Diego Costa. Jose Mourinho bahkan memilih Eden Hazard menempati posisi tersebut sejak November 2015.

Menghadapi PSG, meskipun Hiddink menugaskan Willian mencari celah dalam pertahanan PSG, Willian tentu akan dihargai kinerjanya dengan sangat baik. Hadirnya Willian di atas lapangan tentu akan memudahkan pergerakan Diego Costa.


4. PSG Belum Layak Raih Gelar Liga Champions

Ibrahimovic dikerumuni oleh rekan satu timnya setelah ia mencetak gol pertama.

Paris Saint-Germain boleh saja tampil impresif di pentas Ligue 1 Prancis. Tim asuhan Laurent Blanc kini terpaut 24 angka dari AS Monaco yang berada di posisi ke-2.

Namun, keperkasaan PSG di liga lokal tampaknya belum berpengaruh banyak dengan performa mereka di pentas Liga Champions. PSG belum terlihat sebagai tim yang sanggup memberikan tekanan di level yang lebih tinggi sekelas Liga Champions.

Dengan performa yang tak terlalu bagus, PSG pun diyakini belum layak meraih gelar ‘Si Kuping Besar’. Apalagi jika melihat kompetitor lainnya yang lebih siap seperti Bayern Muenchen dan Barcelona.


5. Frustasi Cavani Berbuah Hasil

Tembakan Cavani melalui kaki kanannya untuk Thibaut Courtois.

Dibeli dengan harga sekitar 50 juta Poundsterling, Edinson Cavani dirasa belum cukup baik bermain di lini depan PSG.

Meski tak masuk dalam starting line-up  kala menghadapi Chelsea dini hari tadi, Cavani akhirnya berhasil membuktikan bahwa dirinya tampil lebih baik dari Ibra yang juga mencetak satu gol dari freekick.

Cavani benar-benar membuat perbedaan, muncul dari belakang dan membuat finishing tajam yang berujung gol kemenangna 2-1 PSG. Striker timnas Uruguay tersebut memiliki malam yang lebih efisien ketimbang Ibra.

ChelseaLiga ChampionsParis Saint-Germain

Berita Terkini