5 Pelajaran Penting Usai Chelsea Bantai Man City
Manchester City boleh saja kalah telak 5-1 atas Chelsea dan tersingkir dari ajang Piala FA musim ini, namun tim asuhan Manuel Pellegrini justru sukses memetik banyak pelajaran penting dari kekalahan tersebut. Setidaknya kekalahan dengan margin skor mencolok tersebut bisa jadi turning point The Citizens.
Ya, Manuel Pellegrini memang berjudi pada laga besar tersebut. Melawan juara bertahan Liga Primer Inggris musim lalu, Manchester Biru dengan berani menurunkan 6 pemain muda sekaligus. Pellegrini memang sudah memberikan isyarat jelang laga bahwa ia akan menurunkan skuat muda.
Starting XI skuat muda Manchester City saat dikalahkan Chelsea 5-1 di Piala FA
Permainan memang timpang hal itu terbukti dengan skor akhir. Namun, bagi Pellegrini bukan hasil akhir yang menjadi patokan. Kesempatan bagi para pemain muda melakukan debut dan langsung diturunkan sebagai starter di laga big match merupakan modal penting City di masa depan.
Aksi pemain muda Manchester City saat melawan Chelsea di Piala FA
INDOSPORT merangkum sejumlah pelajaran penting usai Chelsea menang telak 5-1 atas pasukan muda Manchester City.
1. Man City Menyongsong Skuat Muda Masa Depan
Jelang laga melawan Chelsea, Manuel Pellegrini sudah mengatakan bahwa ia akan mengandalkan banyak pemain muda. Pellegrini jelas tak memikirkan hasil akhir meski lawan yang dihadapi adalah tim besar sekelas Chelsea.
“Ini bukan permainan nyata. Saya tidak akan membayar untuk tiket. Itu sebabnya kami memberitahukan kepada fans satu minggu yang lalu bahwa kami akan bermain dengan tim muda.”
Pellegrini menepati janjinya dan menurunkan tim dengan pemain muda yang bahkan banyak tak dikenali fans The Citizens. Sebanyak 5 pemain diberikan kesempatan debut bersama pemain senior di Stamford Bridge sementara Guus Hiddink tetap memainkan 11 pemain terbaiknya.
Alasan Pellegrini memberikan debut bagi pemain muda sebenarnya agak klasik yakni jadwal padat (Liga Champions dan final Piala Liga) dan banyak pemain cedera. Namun, pelatih asal Chile tetap saja memberikan manfaat jangka panjang untuk City yang memiliki para pemain muda potensial.
2. Man City Tampil Baik di Babak Pertama
Meski bermain dengan sebagian besar pemain muda, tim asuhan Manuel Pellegrini tetap bisa unjuk kemampuan di babak pertama.
Bahkan, di menit ke-3, Thibaut Courtois sudah diuji oleh pemain City berusia 19 tahun, David Faupala yang berhasil mengelabui 2 pemain Chelsea dengan nutmeg sebelum melepaskan tembakan ke gawang The Blues.
City merespon gol Diego Costa dan berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 berkat gol Faupala. Situasi tersebut menunjukkan permainan City cukup baik dan berani meladeni Chelsea.
“Kami bermain sangat baik di 45 menit pertama di mana kita menyamakan kedudukan pertandingan,” kata Pellegrini usai pertandingan.
3. Eden Hazard Kembali ke Performa Terbaik
Setelah redup dalam beberapa bulan terakhir, Eden Hazard akhirnya berhasil mencetak gol dan menunjukkan performa bagusnya.
Hazard terlihat sangat sibuk di babak pertama dan mengatur serangan termasuk menyodorkan assist untuk Diego Costa yang akhirnya mencetak gol pembuka. Hazard kemudian kembali memberikan assist untuk gol kedua The Blues yang diciptakan Willian.
Dan akhirnya, setelah berhasil memberikan dua assists bagi dua gol pembuka Chelsea, Hazard mencetak gol ketiga bagi Chelsea. Laga melawan City benar-benar menjadi miik pemain asal Belgia tersebut.
4. Demichelis dan Caballero Pemain Terburuk Man City
Nama Martin Demichelis dan Willy Cabalero dianggap sebagai biang kerok kekalahan telak City atas Chelsea. Kedua pemain Argentina tersebut merupakan pemain tertua di lapangan tetapi bermain seperti pemain amatir di Stamford Bridge.
Caballero memang membuat beberapa penyelamatan dari serangan The Blues, dua kali ia berhasil meredam usaha Pedro untuk mencetak gol. Namun, Cabalero akhirnya tak bisa membendung agresivitas serangan Chelsea.
Sementara itu, Demichelis langsung bertanggung jawab atas satu gol yang bersarang di gawang City pada babak kedua. Bek berusia 35 tahun itu benar-benar tak memiliki kecepatan dan sangat lambat untuk bereaksi ketika Hazard mencoba untuk melewatinya di luar kotak penalti.
5. Perubahan Chelsea Pasca Kepergian Mourinho
The Blues telah menjanjikan penampilan yang pelan-pelan berubah setelah Jose Mourinho dipecat dan kursi kepelatihan diambil alih Guus Hiddink. Meski Costa dan Fabregas dianggap tampil buruk di awal musim, namun kini keduanya justru tampil menjanjikan.
Sejak Natal, Costa telah mencetak 9 gol dan 5 assists. Fabregas mungkin belum memiliki catatan bagus untuk menunjukkan dampaknya pada tim tapi kesempatannya dalam menciptakan peluang memberikan efek bagus bagi The Blues.
Mantan gelandang Barcelona telah berperan penting bagi sebagian besar serangan Chelsea yang diisi pemain-pemain seperti seperti Pedro, Hazard dan Costa.