5 Hal yang Buat Popularitas Futsal Kalah Dibanding Sepakbola
Menurut Sekjen Federasi Futsal Indonesia (FFI), Edi Prasetyo, pihaknya selalu berkomitmen untuk meningkatkan popularitas olahraga futsal di Indonesua yang harus diakui masih kalah jika dibandingkan sepak bola. Namun berbagai kendala terus menghadang niatan FFI yang ingin mengejar ketertinggalan tersebut.
“Kami lahir batin mau menggelar berbagai turnamen futsal internasional di Indonesia, seperti AF, Piala Asia, bahkan Piala dunia. Tapi ya bagaimana karena ada sanksi hal itu tak bisa, seperti rencana kami untuk menjadi tuan rumah Piala AFF 2015 kemarin itu gagal karena sanksi FIFA,” ujar Edi kepada INDOSPORT.
Berbagai upaya memang harus ditempuh untuk membuat futsal bersinar dan menjadi olahraga yang asyik untuk ditonton seperti sepak bola. Berbagai persoalan harus dibenahi untuk mencapai tujuan tersebut, berikut INDOSPORT merangkum 5 alasan mengapa futsal kalah terkenal dibanding sepakbola:
1. Sanksi FIFA
Indonesia berkesempatan menjadi tuan rumah ajang Piala AFF Futsal 2015 lalu, namun akibat sanksi yang diberikan FIFA, ajang Piala AFF tersebut akhirnya dipindahkan ke Thailand. Tak sampai di situ, timnas futsal Tanah Air juga harus gigit jari karena dicoret dari kompetisi futsal terbesar di Asia Tenggara itu.
Akibat sanksi tersebut, tim futsal Indonesia juga tak mampu mengadakan pertandingan internasional dengan Negara lain. Bahkan menurut Edi Prasetyo, beberapa tim futsal mendapat larangan keras untuk mengelar laga dengan tim Indonesia.
2. Futsal Hanya Olahraga Rekreasi
Menurut Edi Prasetyo, futsal menjadi olahraga yang cukup banyak digemari dan dimainkan di Indonesia, namun futsal hanya akan terus dianggap sebagai olahraga rekreasi. Mengubah citra futsal dari olahraga prestasi menjadi olahraga prestasi menjadi salah satu cara agar futsal tak dipandang sebelah mata lagi.
3. Klub Futsal Indonesia Belum Profesional
Banyak klub futsal Indonesia yang kini berlaga di kompetisi Pro Futsal League 2016 belum sepenuhnya professional menurut Sekjen FFI. Sebagai sebuah klub professional, klub-klub futsal yang berlaga di ajang tersebut seharusnya memiliki system tata kelola yang mumpuni, mulai dari segi administrasi, kontrak, dan lain sebagainya.
4. Minim Prestasi
Tim nasional futsal Indonesia tercatat telah bermain tujuh kali di Kejuaraan Futsal AFF dan enam kali di Kejuaraan Futsal AFC. Satu-satunya gelar yang direngkuh tim Merah Putih di akang futsal Internasional ialah menjuarai Kejuaraan Futsal AFF 2010.
Kurangnya prestasi diklaim Edi Prasetyo menjadi salah satu penyebab banak orang Indonesia tak berminat menyaksikan tim futsal Merah Putih. Memberikan prestasi yang membanggakan di ajang internasional menjadi cara ampuh mengubah stigma futsal sebagai olahraga rekreasi menjadi prestasi.
5. Tak Ada Sponsor
Minimnya prestasi timnas futsal Indonesia tentunya berdampak pada engganya sponsor untuk mendanai berbagai ajang futsal di Indonesia. Stasiun televisi juga bakal berpikir dua kali untuk menyiarkan secara langsung pertandingan futsal di layar kaca.
Stasiun televisi yang aktif menayangkan pertandingan Futsal saat ini yakni MNC TV yang tak lain merupakan stasiun TV milik Harry Tanoesodibjo. Harry Tanoe sendiri merupakan Ketua Umum Federasi Futsal Indonesia.