Persib dan 49 Klub Divisi Utama Desak KLB PSSI?
Umuh mengatakan pertemuan itu bukan membahas ataupun mendesak agar Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI yang diinginkan pemerintah dalam hal ini Kementerian Pemuda dan Olahraga (Menpora) segera dilakukan. Namun pertemuan itu membahas kondisi sepakbola tanah air terutama Divisi Utama yang benar-benar mati.
Manajer Persib Bandung, Umuh Muchtar
“Ya, saya memang hadir dengan kapasitas sebagai tamu undangan. Disana (Ciamis) juga hadir 49 klub yang intinya mendukung apapun keputusan pemerintah, tidak lebih dari itu (KLB),” ujar Umuh saat dihubungi melalui telepon selularnya.
“Kita sama-sama menginginkan sepakbola kita kembali ke jalur yang benar. Kita tak mendesak apa-apa soal masalah pembekuan PSSI oleh pemerintah. Yang jelas, kita ikuti apa yang dikatakan pemerintah,” tambahnya.
Kantor Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) di Gelora Bung Karno, Senayan Jakarta
Umuh yakin pemerintah sudah berusaha untuk melakukan yang terbaik demi kemajuan sepakbola di tanah air.
Untuk itu, Umuh berharap agar seluruh pihak bisa menahan diri dan menunggu apa yang diperintahkan pemerintah untuk mengkaji rencana pencabutan pembekuan yang diberikan pada PSSI.
“Sejauh ini untuk menuju ke sana (pencabutan sanksi PSSI) sudah dekat. Tapi mungkin harus bersabar. Karena Menpora berharap waktu 6 bulan, bahkan setahun. Nah ini merupakan jalannya untuk segera mengakhiri. Karena tujuan utamanya semua menginginkan kompetisi,” katanya.
“Yang pasti, sekarang sudah ada titik terang, saya berharap semuanya yang merasa terlibat didalam sepakbola untuk senantiasa mendukung kepada hal-hal yang tidak mengagalkan upaya pemerintah,” tegasnya.
Pada pertemuan tersebut kabarnya 49 perwakilan klub yang mayoritas dari Divisi Utama itu menghasilkan deklarasi yang ditandatangani bersama.
1. Menuntut kepada Menpora untuk segera mencabut pembekuan PSSI, dan menyatakan terima kasih serta apresiasi kepada Presiden RI yang telah menginstruksikan pencabutan pembekuan PSSI dalam pertemuan dengan Panitia Ad-hoc FIFA.
2. Menuntut segera dilakukan reformasi total tata kelola sepakbola Indonesia sesuai dengan Statuta FIFA.
3. Menuntut segera berjalannya kompetisi di semua Divisi (jadi tidak lagi terus menerus menyelenggarakan turnamen-turnamen yang sekadar menghibur rakyat tanpa kejelasan pembinaan berkelanjutan). Seluruh kompetisi resmi ini harus mendapat dukungan sumber daya yang adil untuk semua tingkatan, dan tidak boleh hanya terfokus pada kompetisi level tertinggi saja.