Aji Santoso, Timnas dan Tahun Kabisat Empat Tahun Silam
Ditonton 3000 orang, Irfan Bachdim dan kawan-kawan kurang percaya diri menyusuri lorong ganti pemain Stadion Nasional Bahrain, Manama. Maklum saja di laga sebelumnya, mereka dihempaskan Iran dengan skor telak 1-4 di stadion Gelora Bung Karno, Jakarta.
Lawan Bahrain saat itu ialah laga ke 5 timnas Indonesia yang saat itu dibesut oleh mantan full back era Primavera, Aji Santoso. Di 4 laga sebelumnya, Irfan Bachdim dan kawan-kawan belum satu kali pun meraih poin. Semua berakhir dengan kekalahan.
Posisi mereka pun jadi paling buncit babak III Kualifikasi Piala Dunia 2014 Zona Asia, Grup E. Namun saat itu, 29 Februari 2012 atau edisi ke 11 tahun Kabisat versi Kalender Gregorian tidak ada yang menyangka bahwa timnas saat itu akan sangat dipermalukan oleh timnas Bahrain.
Skor 10-0 terpampang di akhir pertandingan. Skor yang sangat memalukan untuk ukuran pertandingan berlevel internasional. Banyak keanehan dan kejanggalan. Apalagi saat itu, posisi Bahrain di posisi terjepit, skor telak harus mereka dapatkan pasalnya pesaing terdekat mereka Qatar diprediksi akan berpeluang lolos.
Penampilan timnas kala itu jadi buah bibir pemberitaan baik nasional maupun internasional. Bahkan Presiden SBY saat itu harus menggelar konfrensi pers terkait hal ini. Seperti apa suasana sebelum, saat dan usai pertandingan yang disebut-sebut banyak orang sebagai laga penuh keanehan tersebut?
Berikut rekam sejarah timnas Merah Putih era Aji Santoso di tahun Kabisat empat tahun silam versi INDOSPORT:
1. Rekor buruk di 4 laga sebelumnya
Tergabung dengan kekuataan sepakbola Asia saat itu, Indonesia memang hanya jadi tim penghibur di Grup E babak ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2012 zona Asia.
Bagaimana tidak, Indonesia tergabung dengan Iran yang sudah empat kali main di Piala Dunia, Qatar yang dua kali lolos ke babak perempat final Piala Asia 2000 dan 2011 dan Bahrain yang pernah jadi juara ke empat Piala Asia 2004. Pantas jika nyali Irfan Bachdim jadi ciut.
Laga pertama dijalani timnas yang kala itu disebut Aji Santoso pada 02 September 2011 melawan timnas Iran di Teheran. Saat itu banyak yang memprediksi Iran akan pesta gol ke gawang Hendro Kartiko. 'Beruntung' hanya tiga gol yang bersarang.
Selang empat hari dari Teheran, Indonesia jadi tuan rumah. Bahrain bersiap menerima teror penonton timnas di GBK. Sayang teror tersebut belum membantu banyak, pasalnya Bahrain sukses menang 2-0 atas Indonesia.
Cibiran dan kritik pun menyerang Aji Santoso dan anak asuhannya. Namun berbengkal kepercayaan diri bisa memberikan hasil terbaik, Aji Santoso tetap jalan terus. Sayang cibiran dan kritik terus mengalir usai di dua laga selanjutnya Indonesia kembali menelan kekalahan. 2-3 atas Qatar dan 1-4 oleh Iran. Indonesia dipastikan tidak lolos babak kualifikasi grup.
2. Pantang Main Mata
Laga Bahrain kontra Indonesia saat itu merupakan laga menentukan namun bukan laga menentukan untuk timnas namun untuk Qatar dan Bahrain. Qatar yang jadi pesaing terdekat Bahrain harus bertemu dengan Iran yang memuncaki klasemen sementara saat itu.
Kedua negara bisa saja dampingin Iran syaratnya, Bahrain menang telak atas Indonesia sementara Qatar tidak kalah oleh Iran.
Aji Santoso saat itu sebelum terbang ke Bahrain menyebut bahwa anak asuhnya pantang untuk main mata.
"Kita akan tetap bermain lepas. Sebagaimana kita tahu tim Bahrain kuat dan solid. Jadi, mudah-mudahan anak-anak dapat bermain enjoy," kata Aji Santoso saat itu.
Senada dengan Aji Santoso, Ketum PSSI saat itu, Djohar Arifin juga mengatakan, "Saya minta tim serius. Pertandingan nanti juga ajang seleksi pemain untuk AFF 2012 dan SEA Games 2013. Mereka harus all-out agar tetap bertahan di timnas. Jadi tidak ada alasan bagi Qatar untuk kuatir karena kita tidak akan main mata saat melawan Bahrain," harap Djohar.
Sayang dua keyakinan dari dua petinggi sepakbola nasional saat itu berbanding terbalik dengan kenyataan di lapangan.
3. Hasil yang mencurigakan
Hari H tiba, 29 Februari 2012. Bahrain kontra Indonesia berlangsung di Stadion Nasional Bahrain yang terletak di kota Manama, Bahrain.
Wasit yang memimpin laga itu ialah Andre El Haddad asal Lebanon. Kelak ia akan jadi pusat kontroversi usai laga ini berakhir.
Menit-menit awal laga, wasit asal Lebanon itu sudah membuat 'panas' bench pemain timnas Indonesia. Bagaimana tidak, ada 4 penalti dan 2 kartu merah yang tercipta di laga tersebut. 2 kartu merah untuk Indonesia diterima kiper Samsidar pada menit ke 3 dan pelatih Aji Santoso.
Di tinggal Aji Santoso dan kebobolan 1 gol dari eksekusi penalti, Ismail Abdul Latif, Indonesia limbung.
Gawang Indonesia bobol lagi pada menit 15. Adalah Mohamed Ali yang mencatatkan namanya di papan skor, memanfaatkan kemelut di depan gawang Indonesia.
Menit 33, Bahrain mendapatkan penalti lagi. Kali ini yang melakukan pelanggaran adalah bek Abdul Rahman. Dengan kaki kirinya, Mahmod Abdulrahman melepas tendangan penalti keras masuk ke gawang Indonesia.
Bahrain bersiap pesta pora. Babak I, Bahrain sudah unggul empat gol. Di ruang ganti timnas, tidak ada semangat di dada para pemain. Semua tertunduk lesu dan berharap laga cepat selesai. Semangat juang sudah hilang sejak menit ke 3 kala harus bermain dengan 10 orang.
Di paruh kedua, Bahrain tidak menurunkan tempo permainan. Strategi timnas pun berantakan bahkan terbilang sangat mudah untuk diperdaya oleh tim berjuluk Al Ahmar tersebut. 6 gol berikutnya pun tercipta, masing-masing dicetak oleh Mohamed Ali, Sayed Dhiya A. Taleb (63'), Abdullatif (67'), Sayed Dhiya (83') dan Sayed Ebrahim (90').
Irfan Bachdim dan kawan-kawan membuat malu Merah Putih di negeri orang. Semua pihak pun bertanya-tanya dengan skor telak ini. Ada kecurigaan dan keanehan.
4. Petinggi Negeri, AFC dan FIFA turun tangan
Hasil kekalahan ini tidak hanya membuat pihak timnas Qatar ketar ketir. Pelatih Qatar saat itu, Paulo Autuori bahkan mengatakan,
"jika AFC ingin membangun sepakbola Asia, maka perlu melakukan investigasi atas hasil tersebut," kata Autuori saat itu.
Pihak AFC dan FIFA pun segera bertindak. Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) bergabung dan memperkuat langkah Federasi Asosiasi Sepak Bola Internasional (FIFA) menginvestigasi laga kualifikasi Piala Dunia 2014 Bahrain versus Indonesia yang dinilai ”tidak lazim” dengan skor telak 10-0.
”AFC akan mendampingi FIFA dan bekerja sama erat dengan badan sepak bola dunia dalam investigasi itu,” demikian pernyataan AFC, Sekretaris Jenderal AFC Dato’ Alex Soosay.
Bahkan Presiden Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono dijadwalkan akan memberikan pernyataan terkait kemenangan Bahrain atas Indonesia pada kualifikasi Piala Dunia 2014 Zona Asia Grup E di Bahrain.
"Presiden akan memberikan keterangan pers, single issue mengenai PSSI," ujar Juru Bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha saat itu.
Wakil Presiden FIFA Pangeran Ali Bin Al Hussein juga turut berkomentar, "Yang penting, jika ada hal yang mencurigakan, Anda harus menginvestigasinya," tegas Pangeran Ali.
"Mungkin itu hanya kebetulan, tetapi mungkin juga ada sesuatu di balik (pertandingan) itu. Terlepas dari semuanya, hal itu bisa terjadi di negara mana pun di dunia."
Sementara apa kata Aji Santoso usai laga?
5. Aji Santoso Lepas Tangan?
Aji Santoso enggan berkomentar terkait rencana PSSI yang meminta FIFA menginvestigasi pertandingan Pra-Piala Dunia 2014 Zona Asia Grup E antara Indonesia dan Bahrain. Pasalnya, Aji menilai dirinya lebih baik berkonsentrasi untuk mengarsiteki timnas.
"Kita kembalikan ke manajemen, dan FIFA sendiri sudah akan mengusut pertandingan itu. Jadi, kalau saya hanya akan mengikuti saja, karena itu urusan mereka," kata Aji.
Seperti biasa, wasit jadi kambing hitam. Aji menuturkan, meskipun sejumlah pihak menilai pertandingan tersebut tidak wajar, dirinya yakin Indonesia tidak tahu-menahu mengenai persoalan tersebut.