Bonek Kecam Aksi Barbar Usai ILC TVOne
Seperti diketahui, salah satu pendiri Forum Diskusi Suporter Indonesia, Partoba Pangaribuan, dikeroyok orang tak dikenal. Keributan terjadi setelah diskusi ILC dengan tema "PSSI, Antara Hidup dan Mati" dan pelakunya diduga oknum suporter. Bahkan istri dari Kepala Komunikasi Publik Kemenpora Gatot S Dewa Broto yang menjadi narasumber diskusi tersebut jadi korban pemukulan.
Partoba Pangaribuan (kanan) jadi korban aksi kekerasan usai diskusi di TVOne.
Presidium Bonek Andie PeciĀ menegaskan agar ada keseriusan pihak berwajib dalam memproses kejadian tersebut. Apalagi, ada istri pejabat Kemenpora yang mewakili pemerintah di acara tersebut turut menjadi korban. Pihaknya berharap kepolisian menyelidiki peristiwa ini dengan serius.
"Saya kebetulan hadir dalam acara ILC tersebut. Cuma tidak berada dekat waktu kejadian itu. Tentu saja kami mengecam tindakan barbar ini. Terlepas apakah itu pengeroyokan atau bagaimana, kami berharap, jika terbukti segera tangkap pelakunya," tegas Andi kepada INDOSPORT.
Presidium Bonek Andi Peci
"Tidak seharusnya peristiwa ini terjadi dalam sebuah acara diskusi. Dimana setiap narasumber yang hadir diundang mengeluarkan pendapat atau ide-idenya, sesuai dengan tema diskusi. Kalau tidak puas dengan suatu ide, ya lontarkan counter ide lain," tambahnya.
Menurut dia, kejadian itu membuktikan ada sesuatu yang tengah terjadi di sepakbola nasional. Karena tema oleh salah satu stasiun televisi nasional itu yang diangkat adalah masalah sepakbola Indonesia yang lagi hangat-hangatnya. "Kejadian ini bisa membuka mata publik jika ada sesuatu di sepakbola kita. Ini sudah tidak semata-mata pembekuan PSSI ataupun kompetisi yang mati suri," terang pria bernama lengkap Andi Kristianto ini.
Lebih lanjut Andie Peci turut mendukung pernyataan Menpora Imam Nahrawi yang mendukung penuh jika peristiwa itu dilaporkan ke polisi dan meminta segera menyelidikinya. Dia optimis kepolisian dapat mengusut kejadian secara tuntas.
"Acara kemarin kan banyak dihadiri suporter dan undangan. Belum lagi pihak keamanan dari stasiun televisi. Tentu bisa lah kepolisian dapat saksi-saksi untuk pengusutan kasus ini. Alat bukti juga lengkap jika memang benar-benar ingin menyelesaikan kejadian kemarin. Kami berharap kepolisian bisa serius menangani peristiwa ini," tuturnya.
"Selain itu, seyogyanya segera selesai agar tidak menjadi ramai hingga menimbulkan kesimpangsiuran. Terutama di media-media sosial. Karena setelah acara kemarin saya hanya melihat dari media sosial yang mulai ramai dengan masing-masing opininya. Bonek mendukung pengusutan kejadian hingga tuntas," tandas Andi.