Ini Dosa Sepakbola Nasional versi Suara Suporter
Partoba Pangaribuan dalam sebuah acara diskusi yang bertajuk 'PSSI antara hidup dan mati' di salah satu televisi swasta mengatakan bahwa pangkal dari kisruh sepakbola nasional berawal dari dosa-dosa yang terjadi di era sebelumnya,
"Dosa pertama ialah saat Liga Galatama disatukan dengan liga perserikatan pada 1994 lalu," kata Partoba.
Padahal menurut Partoba liga Perserikatan yang merupakan liga amatir nasional di era 80-an dan 90-an sangat diminati pecinta sepakbola nasional.
"Kembalikan perserikatan ke masyarakat seperti dulu. Biarkan mereka jadi amatir. Toh kontribusi terbesar dari perserikatan salah satunya mampu mengatar Indonesia jadi Macan Asia," kata pria yang disapa Parto tersebut.
Dosa kedua ialah peranan media. Media kata Parto saat ini sudah tidak lagi yang memberi kritik membangun kepada PSSI.
Parto menyebut dosa terakhir ialah negara juga melakukan pembiaran terhadap praktek kompetisi sepakbola nasional yang tidak mendidik selama ini.
Terakhir Partoba berpesan, "Pak Menteri cabutlah SK Pembekuan PSSI. Ini jadi semangat baru untuk membangun sepakbola nasional yang lebih baik," kata Parto.