Ini Alasan Kegagalan Mitra Kukar Di Piala Gubernur Kaltim
Mitra Kukar kini kembali berpijak ke bumi. Euforia yang masih dirasakan para punggawa tim Naga Mekes membuat mereka kehilangan fokus hingga menyebabkan dua kekalahan beruntun dan berujung pada kegagalan lolos ke fase gugur.
Sebagai salah satu tuan rumah di PGK, tentu saja hal ini ironis. Mitra Kukar mengejutkan semua pihak dengan tak berdaya di kandang sendiri, saat dilumat Madura United 0-3 (28/02/16) dan dikalahkan PS TNI 0-1 (02/03/16) lalu.
Mitra Kukar saat berhasil meraih gelar Piala Jenderal Sudirman beberapa waktu yang lalu
“Sepertinya anak-anak masih teringat pada pola permainan di Piala Jenderal Sudirman yang lalu. Padahal, sekarang kondisinya berbeda,” kata sang pelatih, Jafri Sastra.
Hengkangnya dua pilar inti asal Brasil, Rodrigo Dos Santos dan juga Patrick Cruz, benar-benar membuat Naga Mekes tak bertaji. Dari dua laga tersebut, Yogi Rahadian dkk tampak kesulitan mengembalikan sentuhan tajam tanpa Patrick.
Kehilangan Patrick memang sangat terasa. Mitra Kukar bisa dibilang kehilangan separuh kekuatannya dibandingkan kiprah gemilang di PJS lalu. Terbukti, tanpa kehadiran top scorer PJS dengan 7 gol itu, lini depan Mitra Kukar belum sekali pun mencetak gol.
Pelatih Mitra Kukar, Jafri Sastra saat mendampingi anak asuhnya bermain
“Para pemain masih terbayang sosok Patrick di lapangan, dengan seringkali mengalirkan bola-bola yang dulu menjadi favoritnya di depan,” imbuh pelatih kelahiran Padang tersebut.
Di laga terakhir nanti lawan Sriwijaya FC, ia berharap skuadnya mampu bangkit untuk setidaknya bisa mempersembahkan satu kemenangan bagi publik Kutai Kartanegara.
“Ya semoga kita dapat kemenangan. Evaluasi sudah kita lakukan dan mudah-mudahan membawa perubahan,” tutupnya.