Arema Cronus Merasa Tak Diuntungkan Soal Recovery
Dibanding dua lawannya, sebenarnya Arema Cronus menjadi tim dengan waktu istirahat yang lumayan panjang, yakni 4 hari jelang berlaga di semifinal Piala Gubernur Kaltim.
Hal itu berdasarkan jeda waktu untuk recovery pasca menjalani laga terakhir yang dijalani ketiga klub di babak penyisihan grup lalu. Pada pertandingan semifinal pertama PGK, Arema Cronus bakal saling berhadapan dengan Persiba Balikpapan dan Madura United pada Rabu, (09/03/16) malam.
Tim Singo Edan memang punya recovery lumayan baik dibanding kedua lawannya. Srdan Lopicic dkk punya waktu istirahat 4 hari setelah di laga terakhir Grup A berjuang keras mengalahkan Persela Lamongan 3-1, Jumat (04/03/16).
Pelatih Arema Cronus, Milomir Seslija saat mendampingi anak asuhnya di sesi latihan
Sedangkan Madura United berkurang 1 hari dari waktu istirahat yang dimiliki Arema, pasca bermain imbang 2-2 di laga ketiga Grup B kontra PS TNI, Sabtu (05/03/16). Persiba Balikpapan menjadi tim yang kurang beruntung, karena hanya punya waktu istirahat hanya dua hari, setelah di laga terakhir kalah dari Surabaya United 1-3, Minggu (06/03/16).
Selebrasi striker Arema Cronus usai mencetak gol ke gawang PSS Sleman di Bali Island Cup
Meski begitu, kubu Arema Cronus tidak merasa diuntungkan dengan kondisi tersebut.
“Saya pikir semua tim sama saja. Kami juga cukup capek setelah hanya punya waktu tiga hari dari turnamen di Bali (Bali Island Cup) menuju turnamen ini (Piala Gubernur Kaltim),” ujar Milomir Seslija.
Pelatih Arema Cronus itu menambahkan, justru kedua lawannya yang punya persiapan lebih matang karena tidak ikut dalam turnamen di Bali.
“Madura (United) dan Persiba tidak ikut di Bali. Justru mereka yang punya persiapan lebih matang di turnamen ini,” imbuhnya.
Untuk itulah, ia ingin timnya bisa memaksimalkan waktu dengan sebaik mungkin, mengingat di semifinal nanti Arema bakal memainkan dua babak dengan dua lawan yang berbeda.
“Sebisa mungkin kami cetak gol cepat. Karena waktu singkat harus benar-benar dimaksimalkan,” pungkas arsitek kebangsaan Bosnia-Herzegovina tersebut.