Tolak ISL, Surabaya United Lebih Dukung ISC
Setelah Mahkamah Agung menolak kasasi Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi soal gugatan PSSI terhadap SK Menpora Nomor 01307, La Nyalla meminta agar ISL bergulir.
Menurut Surabaya United, rencana agar ISL digeber sebenarnya cukup bagus karena klub-klub memang membutuhkan kompetisi ketimbang turnamen.
"Pada prinsipnya, kami menilai penyelenggaraan ISL bagus. Tapi, harus ngebut persiapannya. Karena informasinya, 15 April mendatang sudah kick off. Padahal tanggal itu adalah kick off ISC. Jadi sangat pendek untuk persiapan klub-klub," ujar manajer operasional Surabaya United Rahmad Sumanjaya kepada INDOSPORT.
"Sebagian klub kelihatannya belum ada persiapan, baik tim maupun sponsorship. Setelah vakum tahun lalu, kick off 15 April pasti terasa berat. Belum lagi klub yang dari Divisi Utama dan Liga Nusantara," tambah pria berkacamata ini.
Rahmad mencontohkan minimnya persiapan bisa berakibat seperti yang dialami Persegres Gresik United saat tampil di Piala Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) 2016. Seperti diketahui, tim asal Kota Pudak itu menjadi bulan-bulanan kontestan lain.
"Kami sangat menghormati Persegres. Tapi, melihat Piala Gubernur Kaltim, bisa jadi akan ada klub-klub seperti Persegres. Karena persiapannya kurang. Apalagi yang belum persiapan apa-apa, jangankan tim sekelas ISL kebanyakan, kan ada juga klub Divisi Utama dan Liga Nusantara yang belum bersiap. Apalagi, PSSI ingin kompetisi berjenjang dapat bergulir lagi," ulas Rahmad.