Madura United Pede Juara Piala Gubernur Kaltim
Klub berjuluk Laskar Sapeh Kerab ini begitu optimis mampu mengalahkan PBFC di depan publik Kaltim. Tim asuhan Gomes De Olivera ini merasa diuntungkan dengan tampil tanpa beban sebagai tim tamu.
"Kita tidak ada beban dalam pertandingan final ini. Justru, PBFC yang lebih terbebani karena bermain di depan pendukung mereka," tutur Gomes.
Aura optimisme pun semakin bertambah kuat, lantaran skuad MU tak akan terhambat dengan pemain yanh cedera. Gomes pun bakal menurunkan kekuatan terbaiknya dalam laga puncak menghadapi tim Pesut Etam.
"Pemain dalam kondisi siap semua. Tidak ada yang cedera, atau akumulasi kartu. Kita bisa turunkan skuat terbaik melawan Borneo," Pelatih MU kebangsaan Brasil itu melanjutkan.
Terkait kekuatan lawan, Gomes menilai PBFC tetap lah lawan sulit. Hal itu sudah dibuktikan Terens Puhiri dkk lewat status tak terkalahkan di Grup A, dengan meraih dua kali kemenangan atas Arema Cronus dan Gresik United, serta hasil seri kontra Persela Lamongan.
Sementara MU juga berstatus tak terkalahkan di babak penyisihan Grup B, berhasil mengejutkan banyak pihak, saat menghajar tuan rumah Mitra Kukar tiga gol tanpa balas, lalu mengalahkan Sriwijaya FC dan imbang lawan PS TNI.
Madura United saat menghadapi Arema Cronus.
"Borneo tentu tim bagus, buktinya mereka lolos ke final. Kita respect kepada setiap lawan, tapi bukan berarti kita takut," ucapnya.
Pelatih yang semasa menjadi pemain berlaga di era kompetisi Galatama bersama Niac Mitra Surabaya itu pun tak mau menilai PBFC dari setiap individu. Baginya, sikap waspada mesti diterapkan kepada kekuatan tim, bukan satu dua pemain saja.
"Tidak ada pemain lawan yang kami waspadai secara khusus. Kita waspadai mereka sebagai sebuah tim," pungkasnya.