x

Pertaruhan Para Pelatih di Grup A

Minggu, 27 Maret 2016 13:01 WIB
Kontributor: Ginanjar | Editor: Hendra Mujiraharja

Ya, turnamen Piala Bhayangkara telah memasuki pertandingan terakhir babak penyisihan grup. Setiap laga menjadi penentuan nasib para pelatih masing-masing. Seperti yang terjadi di grup A.

Setidaknya sudah dua pelatih didepak dari jabatannya menyusul performa tim yang tidak sesuai dengan harapan selama menjalani laga di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung.

Berikut ulasan INDOSPORT hasil babak penyisihan Grup A :


1. Persib Bandung

Pelatih Persib Bandung, Dejan Antonic

Hal serupa dialami Persib Bandung. Ditunjuk sebagai tuan rumah babak penyisihan grup A turnamen Piala Bhayangkara 2016 membuat mental Pelatih Dejan Antonic semakin teruji.

Dukungan langsung dari bobotoh, membuat Persib harus bisa tampil maksimal dalam setiap pertandingan yang dihadapi.

Ujian pertama dialami saat menghadapi Mitra Kukar. Hasil imbang 1-1 membuat posisi Dejan sebagai pelatih Persib berada di zona merah.

Namun kegagalan itu akhirnya bisa terselamatkan setelah di laga keduanya melawan Pusamania Borneo FC berhasil memenangkan pertandingan meski hanya 1-0.

Hasil positif kembali berlanjut saat tampil di laga ketiga melawan PS TNI.

Dejan sumeringah selain berhasil mengalahkan PS TNI 2-0, hasil tersebut membuat posisinya sebagai pelatih Persib aman, lantaran tim berjulukan Maung Bandung lolos menembus babak semifinal turnamen Piala Bhayangkara 2016.


2. PS TNI

Asisten Pelatih PS TNI, Edy Syahputra

Pertama terjadi pada PS TNI. Tim bentukan Mabes TNI ini dengan terpaksa mencoret pelatih asal Inggris Judan Ali.

Pencoretan itu terjadi setelah di laga perdananya mengalami kekalahan atas Sriwijaya FC dengan skor akhir 2-1.

Di laga-laga selanjutnya, PS TNI pun memanfaatkan asisten pelatihnya dengan menunjuk Edy Syahputra.


3. Pusamania Borneo FC (PBFC)

Pusamania Borneo memecat Iwan Setiawan.

Pencoretan juga dialami tim Pusamania Borneo FC (PBFC). Tim berjulukan Pesut Etam tersebut harus mencoret pelatih Iwan Setiawan seusai menerima kekalahan atas Sriwijaya FC dengan skor akhir 3-1.

Sebenarnya, Iwan masih bisa membesut PBFC jika saja saat menghadapi laga selanjutnya melawan Persib Bandung tidak melakukan provokosi atau melontarkan psywar.

Namun, Iwan kembali mengeluarkan kata-kata pedasnya yang selama ini menjadi ciri khasnya. Sehingga manajemen PBFC merasa gerah dan terpaksa mendepak namanya sebagai pelatih PBFC.

"Jadi awalnya itu saya punya komitmen dengan beliau (Iwan) adalah 'talk less do more'. Kami tidak mau banyak bicara tanpa adanya prestasi. Tapi psywar sudah mulai lagi dan lepas dari komitmen. Psywar sih normal tapi yang masuk akal saja," ujar Presiden PBFC, Nabil Husein.


4. Sriwijaya FC

Pelatih Sriwijaya FC, Benny Dollo.

Sriwijaya FC pun hampir saja mendepak pelatih kepalanya Benny Dollo jika saja selama menjalani babak penyisihan grup A turnamen Piala Bhayangkara 2016 gagal meraih hasil positif.

Sebab pada turnamen Piala Gubernur Kaltim lalu, performa Sriwijaya FC tidak sebanding dengan kualitas para pemain yang bertabur bintang.

Namun beruntung karirnya masih bisa diselamatkan setelah dirinya berhasil meloloskan pasukan Laskar Wong Kito ke babak semifinal turnamen Piala Bhayangkara 2016. 


5. Mitra Kukar

Pelatih Mitra Kukar, Subangkit.

Sementara di kubu Mitra Kukar, ini juga menjadi pertaruhan pelatih Subangkit.

Wajar saja, sebab Subangkit baru saja dipercaya untuk menangani Naga Mekes menggantikan Jafri Sastra yang memilih mundur lantaran gagal mempertahankan performa tim di turnamen Piala Gubernur Kaltim lalu.

Dengan waktu yang terbilang cukup sempit, Subangkit harus bisa mengembalikan kejayaan Mitra Kukar yang pernah menjuarai Piala Jenderal Sudirman lalu.

Tidak mudah memang, Subangkit pun hanya mampu meraih dua poin saja dari tiga pertandingan yang telah dijalaninya.

Mitra KukarSriwijaya FCBorneo FCSubangkitPS TNIPiala Bhayangkara

Berita Terkini