x

KONI Jatim Ajukan Protes Pra-PON Sepakbola

Kamis, 31 Maret 2016 21:23 WIB
Kontributor: Fajar Kristanto | Editor: Yohanes Ishak

KONI merealisasikan rencananya dengan melancarkan protes ke Panitia Besar (PB) PON dan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi atas ketidakberesan penyelenggaraan Pra-PON di Bandung. Bahkan dalam surat tersebut, KONI Jatim meminta pelaksanaan Pra-PON sepakbola agar ditiadakan atau dibubarkan.

Pernyataan tersebut tertuang dalam surat keberatan yang ditandatangani Sekretaris KONI Jatim Suwanto dengan nomor 426/601.3/2016. Surat tertanggal 30 Maret 2016 itu telah dikirimkan ke Kemepora.

"Iya benar kami telah menyatakan keberatan dengan hasil Pra-PON sepakbola yang digelar di Bandung, 20-30 Maret lalu. Kami minta hasil kemarin dibatalkan, atau Pra-PON ditiadakan," tegas Ketua Harian KONI Jatim M Nabil.



"Kami sudah menerima keterangan langsung dari pelatih Pra-PON sepakbola Jatim, Hanafing. Dari penjelasannya, kami simpulkan jika tim sepakbola Jatim memang sengaja dijegal untuk tidak lolos ke PON mendatang," tambahnya, kepada INDOSPORT.

Dalam surat tersebut, Nabil menambahkan jika pihaknya juga menjelaskan kronologi yang menyebabkan Jatim tersingkir. Sedikitnya ada lima poin kronologis yang dicantumkan KONI Jatim.

"Kami menilai pelaksanaan Pra-PON tidak sesuai aturan FIFA dan AFC. Padahal, saat manager meeting pihak PB PON dan panpel menegaskan mengikuti aturan dua badan sepakbola internasional tersebut," jelasnya.



Seperti diketahui, bumi Jer Basuki Mawa Bea gagal melaju ke PON setelah 'dicurangi' saat melakoni laga terakhir kontra DKI Jakarta di Stadion Arcamanik, Kamis (24/03/16) lalu.

Seharusnya kemenangan sudah digenggam Jatim karena sudah unggul dengan skor 2-1. Tapi, karena terjadi kerusuhan pada menit ke-74, panpel menghentikan laga dan melanjutkan laga keesokan harinya secara sepihak.

"Waktu itu, Jatim diancam, kalau tidak mau bertanding pada esok harinya maka akan dianggap kalah WO. Padahal berdasarkan penjelasan pada manager meeting yang dipimpin oleh Pengawas Pertandingan, LukmanWijayana, sepanjang tidak ada force majuer maka pertandingan tetap diselesaikan saat itu juga," beber Nabil

Ironisnya, masih menurut Nabil, pada hari Jatim bertanding tersebut ada laga lain yang juga dibumbui kerusuhan. Seperti terjadi pada pertandingan yang mempertemukan Papua lawan Maluku Utara dan Sulawesi Utara kontra Gorontalo.

"Mengapa hanya pertandingan Jatim lawan Jakarta yang dipaksa untuk ditunda esok harinya? Kami akan mengawal serius protes ini, demi sepakbola Indonesia lebih baik yang kerap diharapkan oleh Menpora," tandasnya.

Pada kesempatan terpisah, kegagalan tim sepakbola Jatim ke PON mengundang keprihatinan Gubernur Soekarwo. Orang nomor satu di Jatim ini menilai terhentinya kompetisi sepakbola nasional memberi imbas ke Pra-PON.

"Tidak adanya kompetisi membuat kondisi psikologis pemain drop. Kami sedih dan kecewa karena tidak lolos ke PON, padahal Jatim punya klub yang berlaga di pentas tertinggi sepakbola Indonesia," terangnya.


Berita Terkini