x

Menpora Segera Selidiki Dugaan Kecurangan Pra-PON Sepakbola

Jumat, 1 April 2016 04:18 WIB
Kontributor: Fajar Kristanto | Editor: Joko Sedayu

Seperti diketahui, tim sepakbola Pra-PON Jatim tak lolos PON XIX/2016 Jawa Barat. Hasil ini membuat KONI Jatim melakukan protes ke KONI Pusat dan Kemenpora. Lantaran mereka menilai pihak panitia penyelenggara (panpel) dinilai tidak menjunjung tinggi fair play dan sportifitas.

Dalam surat yang ditandatangani Sekretaris KONI Jatim Suwanto dengan nomor 426/601.3/2016, KONI Jatim meminta pelaksanaan Pra-PON sepakbola agar ditiadakan atau dibubarkan. Surat tertanggal 30 Maret 2016 itu telah dikirimkan ke Kemenpora.

"Kami akan mempelajari kabar kericuhan yang terjadi selama pelaksanaan Pra-PON sepakbola di Bandung, kemarin. Kami belum mengetahui detail kekacauan. Kalau memang benar ada unsur kesengajaan, tentu kami akan mengambil tindakan," tegas Menpora Imam Nahrawi ketika dihubungi awak media dari Surabaya melalui pesan singkat telepon pintar, Kamis (31/03/16).

"Kalau KONI Jatim telah berkirim surat kepada kami, akan segera ditindaklanjuti. Kami akan bergerak cepat mengungkap peristiwa Pra-PON sepakbola," imbuh menteri dari PKB ini.

Ketika disinggung apa langkah yang akan ditempuh pihaknya, Imam mengaku siap bertindak tegas. Karena itu, dia juga meminta daerah-daerah yang merasa dicurangi berani mengungkapkan ketidakpuasannya.

"Demi sepakbola nasional yang bersih dan berprestasi, akmi akan libas para perusuh. Segera kami panggil pihak panpel dan KONI untuk menjelaskan duduk persoalannya," tandas pria asal Bangkalan, Madura, Jatim ini.

Seperti diberitakan sebelumnya, Ketua Harian KONI Jatim M Nabil usai meminta keterangan dari pelatih sepakbola Pra-PON Hanafing menilai ada ketidakberesan dalam pelaksanaannya. Pihaknya menyebutkan ada upaya-upaya untuk menjegal Jatim agar tidak lolos ke PON, September mendatang.

PON Jabar 2016Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora)Imam Nahrawi

Berita Terkini