(Analisis) 6 Penyebab Kekalahan Barcelona Atas Madrid
Barcelona harusnya bisa mengambil alih kendali permainan atas Real Madrid saat Gerard Pique berhasil mencetak gol pembuka di menit 56 ke gawang yang dikawal Keylor Navas. Namun, tim asuhan Luis Enrique justru gagal menjaga fokus sehingga akhirnya takluk 1-2 dari Madrid.
Karim Benzema dan Cristiano Ronaldo berhasil membungkam publik Camp Nou lewat gol masing-masing yang dicetak pada menit 63 dan 85. Lionel Messi dan kawan-kawan sebenarnya bisa menghindari kekalahan yang tak pantas tersebut jika saja fokus sampai peluit panjang dibunyikan.
Gerard Pique berhasil mencetak gol pembuka bagi Barcelona ke gawang Real Madrid
Apalagi bek Madrid, Sergio Ramos dikeluarkan wasit pada menit 84 setelah menerima kartu kuning kedua (kartu merah) usai melanggar Luis Suarez. Ramos keluar dan secara hitung-hitungan, Barcelona harusnya bisa mendominasi laga atau bahkan menambah gol.
Alih-alih mendominasi permainan karena unggul jumlah pemain, Barcelona justru kecolongan. Semenit usai Ramos mendapat kartu merah, Ronaldo secara mengejutkan berhasil mencetak gol. Setelah itu, Barcelona kesulitan mencari gol penyeimbang meski tampil ngotot.
Cristiano Ronaldo sukses menjadi pahlawan kemenangan Real Madrid atas Barcelona usai mencetak gol penentu
INDOSPORT menganalisis beberapa faktor penyebab kekalahan Barcelona atas Real Madrid yang seharusnya bisa dihindari.
1. Bek Sayap Keropos
Jordi Alba dan Dani Alves memang agresif membantu serangan Barcelona sepanjang 90 menit pertandingan. Namun, celah keduanya di sisi kiri dan kanan pertahanan adalah kesulitan saat melakukan transisi dari menyerang ke bertahan.
Beberapa usaha Alba dan Alves saat bertahan justru terlihat berantakan dan tak serapi saat mereka membantu serangan. Meski kadang sukses membendung sejumlah penetrasi Bale dan Ronaldo, namun tetap saja keduanya kecolongan pada dua gol yang dicetak Madrid.
2. Kalah Duel Udara
Coba lihat tayangan ulang dari gol yang dicetak Karim Benzema dan Cristiano Ronaldo ke gawang Barcelona. Poin penting yang bisa ditarik dari dua gol tersebut adalah bahwa pemain Barcelona selalu kalah dalam duel udara dengan pemain Madrid.
Dua gol tersebut murni karena Madrid memanfaatkan umpan-umpan crossing yang justru menyulitkan Barcelona. Saat gol Benzema, Kroos mengirimkan umpan tarik yang sempat dihalau Jordi Alba. Sayang, bola pantul yang melambung gagal diantisipasi oleh Gerard Pique sehingga membuat Benzema dengan bebas melepaskan sepakan voli yang berbuah gol.
Lalu, skenario gol kedua Madrid sebenarnya tak jauh berbeda dengan gol pertama yakni memanfaatkan umpan crossing. Bale yang menyisir sisi kiri pertahanan Barcelona yang dikawal Alba berhasil melepas umpan crossing ke tiang jauh. Namun, Alves yang seharusnya bisa mengamankan bola justru tak bisa menjangkau bola dengan lompatannya.
Ronaldo yang sudah menunggu di belakang Alves dengan mudah menyambut bola dan menjebol gawang yang dikawal Claudio Bravo.
3. Serangan Monoton
Berkali-kali Barcelona mendapatkan peluang untuk mencetak gol ke gawang Madrid. Namun, minimnya kreasi serangan membuat tim asuhan Luis Enrique gagal membobol gawang Navas. Sebagai catatan, gol Barcelona berasal dari situasi corner kick dan bukan dari serangan terbuka.
Salah satu peluang emas yang harusnya bisa menjadi gol di awal-awal babak pertama adalah saat Neymar mengirimkan umpan mendatar di dalam kotak penalti. Sayang, Suarez gagal mengkonversi umpan Neymar menjadi gol.
Serangan-serangan Barcelona ke jantung pertahanan Madrid juga terlihat sangat monoton. Umpan-umpan silang Messi memang akurat namun tak ada finishing yang berhasil berbuah gol. Lalu, dribbling dan penetrasi Iniesta juga tak sampai mengancam gawang Madrid.
4. Pergantian Arda Turan
Menit ke-74, Ivan Rakitic ditarik keluar dan digantikan oleh Arda Turan. Pergantian ini praktis mengubah sedikit gaya bermain Barcelona. Rakitic yang memiliki naluri bertahan yang cukup baik harus diganti dengan Turan yang justru lebih baik dalam menyerang.
Pergantian pemain itu juga membuat kompsisi trio gelandang Barcelona jadi tak lengkap. Masuknya Turan berarti Barcelona memiliki dua gelandang (Turan dan Iniesta) yang memiliki tipe bermain sama yakni mengandalkan dribble untuk menyerang.
Biasanya Luis Enrique selalu mengisi trio gelandang Barcelona dengan satu gelandang bertahan (Sergio Busquets) dan dua gelandang serang dengan satu di antaranya mengemban tugas sebagai penyeimbang dan sekaligus membantu Busquets dalam bertahan.
Turan memang bagus dalam membantu serangan. Namun, pemain timnas Turki ini kurang mahir menjalankan tugas bertahan dan transisi seperti yang dilakukan Rakitic. Masuknya Turan berarti mengurangi fungsi Rakitic yang menyerang dan sekaligus bertahan karena Turan terlihat lebih baik hanya saat menyerang.
5. Lengah
Barcelona benar-benar tak fokus meski sebenarnya berada di atas angin. Pemain Barcelona lengah padahal harusnya mereka bisa mengurung Madrid yang kalah dalam jumlah pemain usai Ramos dikartu merah.
Pilihan logis lainnya yang bisa diambil Barcelona saat Ramos dikartu merah adalah bermain aman dengan mengandalkan possession hingga laga selesai. Sayang, lini pertahan Blaugrana lengah dan bisa ditembut pemain Madrid yang tengah pincang.
6. Buang Peluang
Beberapa kali Barcelona mendapatkan peluang membobol gawang yang dikawal Navas. Namun umpan-umpan matang dan peluang justru gagal dikonversi menjadi gol.
Suarez, Messi dan Neymar beberapa kali terlihat menguasai bola dan siap membombardir gawang Madrid. Namun, ketiganya sering kehilangan momentum untuk melepaskan sepakan. Apalagi Suarez yang seharusnya tinggal menceploskan bola ke gawang Madrid justru gagal karena sepakannya tak mengenai bola.