x

3 Hal yang Wajib Dilakukan Van Gaal Jika Tak Dipecat

Sabtu, 9 April 2016 15:33 WIB
Editor: Ramadhan

Filosofi bermain Manchester United yang membosankan sejauh musim ini membuat nasib Louis van Gaal di ujung tanduk. Pelatih asal Belanda tersebut divonis gagal membawa The Red Devils bersaing di pentas tertinggi Liga Primer Inggris.

Perlu diketahui bahwa van Gaal menerapkan skema permainan penguasaan bola di skuat utama United. Sayangnya, meski berhasil mendominasi permainan dengan penguasaan bola, tim racikan ala van Gaal justru tampil monoton dan kesulitan mengkreasi gol.


Pelatih Manchester United, Louis van Gaal bersama Ryan Giggs

Akibatnya, United lebih sering menorehkan hasil-hasil minor seperti imbang dan kalah yang membuat Wayne Rooney dan kawan-kawan kehilangan terlalu banyak poin. Setelahnya, spekulasi pemecatan van Gaal dan akan digantikan dengan Jose Mourinho pun mulai merebak.

Meski The Special One menjadi kandidat terkuat untuk menjadi pelatih baru The Red Devils, namun keberadaan van Gaal tampaknya masih sangat dibutuhkan United. Berikut INDOSPORT merangkum 3 hal yang bisa dilakukan van Gaal seandainya masih tetap bersama United.


1. Bangkit atau Ditindas Tim Lain

Desember 2015 lalu, nasib van Gaal benar-benar di ujung tanduk. Saat itu pemecatan sepertinya tak bisa terelakkan. Hasil-hasil buruk dituai United seperti tersingkir dari Liga Champions usai kalah atas Wolfsburg, kemudian kalah dari Bournemouth, Norwich dan Stoke berturut-turut.

Tim asuhan van Gaal benar-benar dipaksa berjuang keras untuk mendongkrak performa di pentas Liga Primer Inggris dan Eropa. Meski begitu, banyak pihak yang memprediksi jika United akan tetap statis dan tak akan mengalami perubahan di tangan van Gaal.

Lagi-lagi isu pemecatan terus mengganggu van Gaal. Apalagi, kedatangan Jose Mourinho ke Old Trafford sepertinya tinggal menunggu waktu. Jika van Gaal masih dipercaya melatih United makan ia benar-benar harus bangkit, apalagi musim depan, tim-tim besar Liga Primer Inggris mulai diambil alih pelatih-pelatih besar.

Pep Guardiola telah setuju menjadi pelatih baru Manchester City musim depan, lalu ada Antonio Conte yang sepakat melatih Chelsea setelah gelaran Euro 2016. Kemudian perkembangan tim-tim di bawah asuhan Mauricio Pochettino dan Jurgen Klopp akan menambah daftar pesaing di Liga Primer Inggris musim depan.

Dengan kedatangan Guardiola dan Conte serta kemungkinan perkembangan Liverpool di bawah Klopp, maka United tak bisa terburu-buru untuk berganti pelatih dan menyongsong perubahan. Semuanya butuh proses panjang dan tak instan, apalagi tim sekelas United yang memiliki tradisi kental sebagai tim besar.

Membiarkan van Gaal tetap bersama United hingga akhir kontrak di 2017 nanti akan menjadi opsi yang logis. Kesempatan kedua tentu akan memaksa van Gaal untuk benar-benar bangkit atau ditindas tim-tim lain yang siap melaju.


2. Redam Keresahan

Louis van Gaal memberi arahan pada Jesse Lingard.

Jika van Gaal diberikan kesempatan untuk tetap menjadi pelatih United hingga sisa kontrak 2017 mendatang, maka selama 14 bulan tersisa van Gaal wajib meredam keresahan yang ada di sekitarnya.

United di bawah asuhan van Gaal boleh saja tak memenuhi kriteria untuk tampil di Liga Champions musim depan. Namun, sebagian besar orang justru tak melihat usaha van Gaal membangun tim tersebut dari bawah dan dengar filosofi bermainnya yang mempertimbangkan jangka panjang.

Seperti di Barcelona, van Gaal meninggalkan jejak brilian sebagai seorang pelatih. Bibit-bibit pemain muda yang ia ortbikan akhirnya berbuah manis bagi Barcelona hingga saat ini. Barcelona peninggalan van Gaal dulu sukses bersaing di level Spanyol dan Eropa.

Kepribadiannya, ego dan kecerdasan akan membantu United pelan-pelan bangkit. Van Gaal memang tak menciptakan tim instan untuk United namun dampaknya kemungkinan besar akan dirasakan The Red Devils di masa mendatang.

Jika masih melatih United musim depan, van Gaal hanya perlu meredam keresahan dan keraguan yang terus berdatangan terhadap dirinya. Sembari menegaskan jika United yang ia bangun saat ini adalah fondasi bagi United yang akan berjaya di masa mendatang dengan filosofi yang kuat.


3. Pemulihan Kepercayaan

Louis van Gaal memberi arahan pada anak asuhnya.

Tugas van Gaal jika masih dipercaya untuk menjadi pelatih United sebenarnya tak terlalu tinggi. Meski memang para pendukung United selalu berharap besar agar timnya bisa meraih setidaknya satu gelar setiap musim.

United yang di mata para pendukung saat ini tampil inkonsisten dan tak bisa bersaing di level teratas Inggris dan Eropa, harus kembali mendapatkan kepercayaan. Dan tugas van Gaal untuk memulihkan kembali kepercayaan itu dengan membuktikan jika filosofi bermainnya tak pernah usang.

Manchester UnitedLouis van GaalLiga Primer Inggris

Berita Terkini