Beratnya Jadi Ibu Sembari Mengejar Karier Sepakbola
Pagi-pagi sekali, Amy Rodriguez, 29 tahun harus bangun. Ia harus segera bergegas ke dapur dan menyiapkan sarapan untuk anaknya dan sang suami. Gerakannya harus sepelan mungkin agar tidak mengganggu anaknya, Ryan John Shilling serta sang suami, Adam Shilling yang masih terlelap.
Sekilas tidak ada yang mengherankan dengan kegiatan perempuan kelahiran California, Amerika Serikat. Lazimnya seorang ibu, seperti itulah aktifitas seorang ibu tiap harinya di pagi-pagi buta. Menyiapkan sarapan dan hal lainnya untuk si buah hati.
Usai menyiapkan sarapan dan hal lainnya, Amy harus segera bergegas ke lapangan untuk berolahraga dan berlatih rutin untuk menjaga kebugaran tubuhnya. Amy saat ini tengah hamil anak kedua.
Memangnya siapa Amy Rodriguez?
"Beberapa bulan lalu, saya baru memenangkan medali emas kedua saya untuk timnas Wanita Amerika Serikat di Olimpiade 2012 lalu," kata Amy seperti dilansir dari theplayerstribune.com
Amy merupakan pesepakbola perempuan yang berasal dari Amerika Serikat dan saat ini membela klub FC Kansas City. Amy berperan ganda. Ia mengasuh anak pertamanya serta menjaga kesehatan demi jabang bayi anak keduanya, selain itu ia juga fokus untuk mengejar kariernya sebagai pesepakbola profesional.
"Saya hamil anak kedua. Saya tidak bisa mengatakan apa-apa, apakah ini memang kami rencanakany atau tidak. Namun saya dan suami berpikir bahwa ini semua sudah rencana Tuhan maka kami harus senang menerimanya," kata Amy.
Memang cukup berat bagi seorang perempuan menjalankan peran ganda. Menjadi seorang istri, ibu sembari mengejar ambisi pribadi jadi atlet profesional. Amy menyebut, bahwa dibalik semua rasa letih dan berat menjalankan itu, ada energi positif yang jadi penguat dirinya,
"Ada fakta positif yang membuat saya terus bertahan ialah aku seorang ibu," kata Amy.
Amy Rodriguez memulai karier sepakbola di USC Trojans, satu klub sepakbola di tempat ia menimba ilmu pada 2005 lalu. Ia lalu pindah ke West Coast FC pada 2008 lalu.
Pada tahun itu juga, ia yang membela timnas Amerika Serikat sukses menyumbang medali emas di Olimpiade 2008. Prestasi Amy semakin meninggi saat 2015 lalu sukses membalaskan dendam di 2011 yakni jadi juara Piala Dunia Sepakbola Wanita.
Lantas di tengah hamil anak keduanya, apakah Amy merasa sudah memberikan batas untuk tidak lagi ambisius mengejar cita-citanya di sepakbola?
"Saat timnas wanita bermain tanpa aku, aku merasa pemain berbakat akan selalu muncul tiap tahunnya. Yah, aku merasa memang pantas jika mereka tidak membutuhkan aku lagi. Meski begitu, di hamil kedua justru aku merasa lebih fit dan benar-benar sehat," kata Amy.
Antara karier dan fitrah seorang perempuan
Realitas pesepakbola wanita di Amerika Serikat memang tergolong miris. saat mereka tak bisa menampik fitrahnya sebagai seorang perempuan, mereka juga harus berbenturan dengan semangat untuk mengejar prestasi.
Bertambah miris saat ada kesenjangan yang cukup lebar antara pesepakbola wanita dengan pria di Amerika Serikat. Beberapa waktu lalu misalnya, Para pesepakbola wanita timnas Amerika Serikat atau yang lebih dikenal dengan sebutan USWTN (United States Women’s National Team) menuntut federasi sepak bola Amerika Serikat, USSF (United State Soccer Federation) agar kesenjangan gaji pemain wanita dan lelaki tidak terlalu mencolok.
"Kami para pemain, menuntut federasi agar tidak adanya kesenjangan upah yang terlalu mencolok antara pesepakbola wanita dan lelaki," kata salah satu pemain timnas wanita Amerika Serikat, Shana Willeford seperti dikutip dari Daily Toreador.
Jika dilihat dari kontribusi bersama tim, timnas wanita Amerika Serikat telah memenangkan empat medali emas Olimpiade, dan empat Piala Dunia wanita. Sementara itu, timnas lelaki Amerika Serikat belum pernah memenangkan satu pun gelar bergengsi tingkat dunia.
Padahal, gaji timnas wanita Amerika Serikat lebih kecil ketimbang timnas lelaki Amerika Serikat. Para pesepakbola timnas wanita Amerika Serikat dibayar 2 juta Dollar atau setara dengan Rp26 miliar, sedangkan pesepakbola pria dengan 9 juta Dollar atau setara dengan Rp118 miliar.