3 Faktor Barcelona Terancam Tanpa Gelar di Musim Ini
Bagi kaum awam dalam dunia sepakbola, tentu mereka lebih menyangka jika Barcelona alergi terhadap kekalahan, karena pada pertengahan musim kemarin, klub berjuluk Blaugrana ini selalu memetik hasil sempurna dengan kemenangan yang sangat menjanjikan.
Pemikiran itu memang tidak salah, karena pada tengah musim ini, Barca memang menunjukkan jika mereka patut disegani dengan meraih kemenangan melalui skor-skor yang besar.
Kemenangan besar terakhir Barcelona saat melibas Getafe dengan skor 6-0 pada tanggal 12 Maret 2016 lalu.
Terlebih trisula penyerang mereka, Lionel Messi, Luis Suarez, dan Neymar Jr yang dikenal dengan sebutan MSN ini tidak pernah absen untuk mencantumkan namanya di papan skor melalui gol-gol yang mereka ciptakan.
Ya, pada tengah musim ini, pasukan Luis Enrique memang sedang berada di atas roda kehidupan, namun saat memasuki akhir musim, dapat dikatakan mereka kembali berada di bawah roda.
Barcelona saat dikalahkan 0-1 oleh Real Sociedad akhir pekan lalu.
Bukan tidak mungkin pula jika klub yang bermarkas di Camp Nou ini terancam, bahkan berpeluang besar tidak mengangkat trofi alias tanpa gelar di akhir musim nanti.
Berikut ini INDOSPORT merangkum beberapa fakor yang menyebabkan Barcelona terancam tanpa gelar di penghujung musim 2015/16:
1. Terkena Kutukan Liga Champions
Sejak format kompetisi antarklub paling bergengsi di Eropa ini menggunakan nama Liga Champions (dulu bernama Piala Eropa) di tahun 1992, belum ada satu klub pun yang mampu mempertahankan gelar ini di musim berikutnya.
Artinya, sudah hampir selama 24 tahun Liga Champions selalu menghadirkan juara dari klub yang berbeda. Pada musim 2014/15 kemarin, Barcelona sukses menjadi juara usai mempermalukan Juventus dengan skor 3-1.
Pada musim ini, kutukan ini diyakini dapat dipecahkan oleh Blaugrana setelah melihat peforma mereka yang mengesankan selama pertengahan musim, termasuk saat mengalahkan Atletico Madrid di leg pertama tengah pekan kemarin.
Saat melakoni leg kedua di kandang Atletico, Vicente Calderon, Lionel Messi cs sebenarnya lebih difavoritkan karena mereka memiliki materi pemain yang lebih unggul termasuk kualitas permainan dari para penggawanya.
Namun Dewi Fortuna ternyata lebih memilih untuk hinggap ke pelukan Atletico Madrid, sehingga Barca pun tersungkur 2-0 melalui brace dari Antoine Griezmann.
Hasil agregat 3-2 membuat Barcelona harus terkena cipratan kutukan itu dan harus rela melepaskan satu gelar dari tangan mereka di musim ini.
2. Copa del Rey
Barcelona juga sukses kembali tampil di partai puncak Copa del Rey yang nantinya akan berjibaku dengan Sevilla di stadion yang baru saja membuat mereka patah hati, Vicente Calderon, milik Atletico Madrid.
Tercatat, Barca secara head-to-head jauh lebih unggul ketimbang Sevilla, di mana dalam 36 pertemuan mereka sejak tahun 2002, Blaugrana telah memetik 21 kemenangan, sedangkan Sevilla baru mencatat 7 kemenangan, 8 pertandingan sisanya berakhir dengan hasil imbang.
Pada musim ini di La Liga Spanyol mereka mampu saling mengalahkan di mana kemenangan terakhir mampu dibukukan oleh Barcelona dengan skor tipis 2-1. Skor yang sama saat mereka dihantam pada pertemuan pertama.
Tentunya pada laga ini, El Barca kembali lebih diunggulkan dengan mengemban misi, peluang besar untuk mengangkat gelar sekaligus mempertahankan gelar ini setelah mereka meraihnya di musim lalu.
Namun perlu diingat, tim yang ditangani oleh Luis Enrique ini baru saja menelan kekalahan di stadion ini yang artinya dapat mempengaruhi mental mereka saat bertanding.
Pastinya banyak yang menilai jika mereka memiliki mental yang kuat sehingga menganggap Barcelona tidak akan terpengaruh.
Tidak ada salahnya memang jika berpikir demikian, tetapi para pemain Barca juga manusia yang punya rasa dan punya hati.
Tekanan mental itu pastinya akan melumuri pemikiran mereka sebelum bertanding, terlebih pada musim 2009/10 lalu, Blaugrana juga pernah dikalahkan Sevilla secara agregat di ajang yang sama, bahkan mereka pun menjadi juara di partai final.
Situasi ini pastinya ingin kembali diulang Sevilla yang juga menjadi salah satu klub yang berambisi menaklukkan sang juara bertahan.
3. La Liga Spanyol
Seperti yang telah kami ulas di awal tadi, roda kehidupan Barcelona saat ini berada di bawah. Uniknya situasi yang sama dialami mereka saat mengawali musim 2015/16 ini.
Ya, pada awal-awal musim, Barca sempat kesulitan menemui peforma terbaik mereka untuk kembali ke puncak klasemen.
Pertandingan di La Liga memang tinggal menyisakan 6 pertandingan lagi, jumlah pertandingan tersebut dapat dikatakan terbilang banyak bagi klub yang bermarkas di Camp Nou ini, menyusul peforma mereka yang tengah menurun dalam tiga laga terakhir.
Terlebih dalam tiga laga tersebut juga pemain mega bintang mereka, Lionel Messi tengah mandul dalam urusan mencetak gol, termasuk dua pertandingan di Liga Champions kemarin saat melawan Atletico.
Selain itu, mereka juga akan menghadapi 2 klub yang dapat dikatakan menjadi batu sandungan, yaitu Valencia yang mampu memberikan hasil kejutan dan melakoni partai Derby Catalan melawan Espanyol yang penuh dengan gengsi.
Andai mereka gagal memaksimalkan sejumlah pertandingan yang ada, bukan tidak mungkin pula bagi dua pesaing mereka, Atletico Madrid di posisi kedua yang hanya berselisih 3 angka , serta Real Madrid 4 angka dapat menyalip di penghujung musim.
Perlu digarisbawahi, dua klub asal Ibu Kota Spanyol ini berada dalam puncak peforma mereka, terlebih Real Madrid yang semakin percaya diri dengan hasil yang mereka dapatkan baik di level domestik maupun Eropa.
Sejak dikomandoi oleh sang legenda, Zinedine Zidane yang menggantikan peran Rafael Benitez di awal tahun ini, Los Blancos memang selalu tampil lebih berwarna dan mereka pun masih memiliki peluang untuk mengangkat gelar La Liga di akhir musim nanti.