x

Ada Apa dengan Barcelona?

Rabu, 20 April 2016 20:34 WIB
Penulis: Fandy Hutari | Editor: Irfan Fikri

Barcelona bermain indah kala menjungkalkan Arsenal di leg kedua babak 16 besar Liga Champions, pertengahan Maret 2016. Saat itu, Blaugrana mengempaskan The Gunners 3-1 berkat gol trisula mereka, Luis Suarez, Neymar, dan Lionel Messi. Mereka pun menang agregat 5-1 dan melaju ke perempatfinal.

Menang atas Arsenal merupakan kemenangan 38 Barca berturut-turut. Di La Liga Spanyol, mereka tak tergoyahkan dari dua pesaingnya, Atletico Madrid dan Real Madrid. Mereka juga melaju ke final Copa del Rey menghadapi Sevilla.

Saat itu, sepertinya musim ini benar-benar milik Messi dan kawan-kawan. Mimpi treble winners sudah menanti di depan mata. Namun, segalanya berubah memasuki bulan April.

Barcelona memulai tren negatif saat terdepak dari perempatfinal Liga Champions dari Atletico Madrid. Lantas, mereka kalah dalam tiga kali pertandingan berturut-turut. Rekor ini pertama kalinya sejak 13 tahun.

Meski masih memuncaki klasemen La Liga Spanyol, Barca terancam gagal raih trofi. Barcelona saat ini memiliki 76 poin. Poin mereka sekarang sama dengan Atletico Madrid. Sementara itu, Real Madrid yang hanya berselisih satu poin mengincar mengkudeta Barca di puncak klasemen.

Barca benar-benar berubah. Dari yang semula tim terbaik dengan permainan tiki-taka yang indah, kini terjun dramatis dan terancam tanpa gelar. Ada apa dengan Barca?

INDOSPORT merangkum 4 faktor pemicu Barcelona mengalami tren negatif menjelang akhir musim.


1. MSN Tumpul

Trio MSN gagal berbuat banyak saat Barcelona dikalahkan Valencia.

Selama 18 bulan terakhir, Barca menyimpan trisula maut, Messi-Suarez-Neymar. Dari tiga penyerang ini, serangan sensasional muncul. Ketiganya sudah mengemas 122 gol musim lalu.

Trio MSN adalah sentral tak terkalahkan Barcelona. Kekalahan beruntun Barcelona dimungkinkan oleh penurunan ketajaman mereka. Efektivitas mereka juga menyebabkan Barca mandul beberapa pertandingan.

Dalam lima pertandingan di bulan Maret, trio MSN mencetak 13 gol. Messi mencetak 7 gol, Neymar 4 gol, dan Suarez 2 gol.

Tiga striker tadi, yang sudah bekerjasama dengan baik selama 18 bulan terakhir, seperti sudah kehilangan “insting” bekerjasamanya. Setelah kekalahan atas Atletico Madrid di perempatfinal leg kedua Liga Champions, Messi tak bisa menyelesaikan umpan ke Suarez selama 90 menit. Hanya satu yang dibuat untuk Neymar.

Di babak sebelumnya, saat melawan Arsenal, Messi bisa menyelesaikan tiga umpan untuk Suarez dan tak kurang 13 umpan kepada Neymar. Apa yang salah dari trio MSN ini dalam beberapa laga terakhir mereka?


2. Tanpa Plan B

Pelatih Barcelona, Luis Enrique.

Pemain Barcelona sama seperti pemain enam bulan tak terkalahkan sebelumnya. Cara bermain mereka pun sama.

Jika ada perubahan, mungkin perubahan kecil saat Messi ditempatkan lebih ke tengah. Hal ini memungkinkan pertahanan lawan untuk fokus di tengah, daripada memaksa mereka melebar, seperti yang terjadi jika Messi ditempatkan di sayap kanan.

Enrique mungkin lupa, tak ada pilihan yang layak di bangku cadangan. Masalah ini bisa dilihat dari pertandingan melawan Valencia. Ketika itu, Barca sama sekali tak melakukan pergantian pemain. Hal ini menegaskan, Enrique seakan tak percaya pemain cadangannya bakal membuat dampak positif.

Enrique tak punya plan B atau pemain pelapis mumpuni. Saat trio MSN mandul, Barca seolah-olah sudah tak punya cara lain untuk menang.


3. Selalu Sial

Suarez dan Neymar.

Saat kalah di kandang melawan Valencia pada 18 April dini hari WIB, pelatih Barcelona berkomentar ringan. Ia menyebut, kekalahan 1-2 dari Valencia hanya karena mereka tidak memiliki keberuntungan untuk memenangkan pertandingan.

Memang benar, Barca memiliki banyak peluang untuk membawa raihan 3 poin. Tapi, apakah kekalahan itu semata-mata hanya karena faktor keberuntungan?

Kekalahan lainnya, Barca mengalami sedikit kesialan. Saat melawan Real Madrid di kandang mereka, Barca harusnya bisa memimpin setelah tentangan Suarez di depan gawang melebar. Finishing yang buruk, hasilnya mungkin berbeda jika ia bisa mencetak gol.

Saat melawan Atletico Madrid di perempatfinal Liga Champions. Barca tak dapat penalti ketika kapten Atletico Gabi memblok bola tendangan Iniesta dengan tangannya di kotak penalti. Wasit menunjuk, handball terjadi di luar kotak penalti. 


4. Kelelahan

Messi, Suarez, Neymar (MSN)

Kelelahan merupakan penjelasan yang paling umum saat Barca berjuang di akhir musim ini. Mereka memulai pertandingan di beberapa kompetisi, lebih awal dari tim-tim lain. Mereka memulai laga di Piala Super UEFA pada Agustus 2015 melawan Sevilla.

Pada Desember 2015, mereka tampil di FIFA Club World Cup di Jepang. Kekalahan dari Valencia 18 April dini hari WIB kemarin merupakan laga ke-56 mereka musim ini. Sebagai perbandingan, semifinalis Liga Champions Manchester City telah memainkan 52 laga, dan Bayern Munchen 45 laga.

Sejak El Clasico, performa Barca merosot. Para pemainnya juga ikut dalam pertandingan internasional bersama negara mereka, termasuk trio MSN. Tiga bomber mereka kebetulan berasal dari Amerika Latin.

Mereka jelas mengalami keletihan saat kekalahan melawan Real Madrid, dan leg kedua perempatfinal Liga Champions kontra Atletico Madrid. Pelatih Barcelona, Luis Enrique pun mengakui, aspek fisik adalah salah satu masalah timnya.

NeymarBarcelonaLionel MessiLuis SuarezLuis Enrique

Berita Terkini