Deretan Bek Liga Inggris yang 'Aktif' Berpolitik
Politik dan sepakbola pada hakekatnya saling bertautan. Meski di Indonesia atau bagi sebagian orang yang aktif di olahraga, politik seharusnya dipisahkan dari sepakbola.
Namun seperti pernyataan salah satu tokoh politik Indonesia, Nyoto, bahwa sport (olahraga) pun tidak bisa disangkal lagi bertautan erat sekali dengan politik. Pasalnya sejumlah keputusan di bidang olahraga, khususnya sepakbola pasti mempertimbangkan aspek politik.
Di luar negeri, sejumlah pesepakbola yang masih aktif dan sudah pensiun tak sungkan untuk menyuarakan aspirasi politik mereka. Pembelajaran demokrasi dan politik di luar negeri yang sudah lebih maju tidak membuat para pesepakbola ini kemudian kucilkan.
Menariknya, sejumlah pemain yang berposisi sama yakni sebagai bek ternyata punya kesukaan yang sama dengan dunia politik. Siapa saja mereka? berikut deretan pemain belakang yang 'aktif' di dunia politik versi INDOSPORT
1. Gary Neville
Pelatih yang baru saja dipecat Valencia, Gary Neville juga salah satu pesepakbola yang tak sungkan ekspresikan suara politiknya di ruang publik. Bahkan sikap kritisnya membuat mantan bek kanan Man United itu mendapat julukan tersendiri.
Neville mendapat julukan 'Red Nev', julukan ini diberikan oleh media Inggris, karena Neville pernah memimpin skuat Inggris untuk melakukan pemogokan karena perlakuaan FA kepada mantan rekannya, Rio Ferdinand yang gagal tes doping beberapa tahun yang lalu.
Sikap kritis Neville memang sudah menjadi melekat pada dirinya. Tersiar kabar bahwa ia mendapat pembelajaran politik dari mantan pelatihnya yang juga simpatisan Partai buruh, Sir Alex Ferguson.
2. Sol Campbell
Mantan bek Arsenal dan Tottenham Hotspurs, Sol Campbell jadi deretan pesepakbola berikutnya yang cukup aktif menyuarakan aspirasi politik dirinya.
Beberapa tahun lalu, Campbell pernah berniat untuk bergabung dengan partai konservatif. Tujuan Campbell bergabung dengan partai oposisi di pemerintah Inggris ini untuk melawan kebijakan pajak partai buruh.
Selain itu, bek yang memutuskan pensiun pada 2011 bersama Newcastle United juga sangat aktif memperjuangkan hak-hak orang kulit hitam lebih dihargai lagi utamanya hak dalam bidang politik.
3. Clarke Carlisle
Jika kita bertanya-tanya, mengapa Riyad Mahrez bisa mendapat gelar penghargaan terbaik musim ini? salah satunya jawaban ialah peran dari organisasi pemain profesional liga Inggris atau PFA.
PFA ialah organisasi yang menaungi para pesepakbola profesional di Inggris. Salah satu pesepakbola yang aktif di organisasi ini ialah Clarke Carlisle.
Mantan pemain QPR dan Burnley ini ialah pesepakbola yang aktif memperjuangkan hak-hak politik para pemain. Pada 2010 lalu saat Inggris mengadakan pemilu, Carlisle dengan gamblang menyebut ia memilih partai Demokrat Liberal.
4. Jamie Carragher
Mantan bek Liverpool yang kini berprofesi sebagai seorang pundit, Jamie Carragher ialah salah satu pesepakbola yang aktif mendukung partai buruh.
Bek bernama lengkap James Lee Duncan Carragher tersebut bahkan pernah menyumbang sebesar 10ribu Poundsterling untuk biaya kampanye salah satu politisi partai Buruh, Andy Burnham untuk jadi pimpinan partai.