Spirit 'Brotherhood', Kunci Sukses Ranieri Bersama Leicester
Cerita manis Leicester City musim ini selangkah lagi akan menemui titik akhir. Hari ini, tepatnya Minggu (01/05/16) malam WIB, jika The Foxes berhasil menang atas Manchester United, maka tim asuhan Claudio Ranieri tak hanya akan mempermalukan United di hadapan publik Old Trafford tapi juga dipastikan akan mengamankan trofi Liga Primer Inggris pertama mereka dalam sejarah.
Tak banyak yang menyangka jika Jamie Vardy dan kawan-kawan selangkah lagi mewujudkan mimpi tampil sebagai sang juara di kompetisi elit di daratan Inggris musim 2015/16 ini. Wajar saja, mimpi Leicester tersebut awalnya hanyalah seperti cerita dongeng.
Pelatih Leicester City, Claudio Ranieri saat memimpin anak asuhnya di sesi latihan
Namun, berkat kegigihan dan spirit pantang menyerah yang ditularkan Ranieri kepada anak asuhnya, The Foxes kini berhasil menduduki puncak klasemen sementara Liga Primer Inggris dengan total 76 poin dari 35 laga. Ranieri mengatakan bahwa ada semangat persaudaraan (brotherhood) di dalam diri Jamie Vardy dan kawan-kawan.
“Saya selalu mengatakan kepada tim saya untuk mengambil kesempatan dan melihat siapa yang menjadi lawan kami,” kata pelatih Leicester City, Claudio Ranieri seperti dilansir Football Italia.
“Anda bisa berhadapan dengan tim yang memiliki nama besar. Tetapi saat bertanding di atas lapangan, tim besar tersebut bisa saja tampil buruk dan tidak dalam performa terbaik mereka,” jelasnya.
“Jadi saya memberitahu kepada para pemain saya, mari kita bermain untuk menang dan melihat apa yang terjadi,” tandasnya.
“Mereka memiliki keberanian yang saya sebut sebagai semangat brotherhood (persaudaraan) yang menyatukan mereka dan Anda bisa melihatnya di lapangan,” ujarnya.
Selebrasi para pemain Leicester City usai mencetak gol di pentas Liga Primer Inggris
“Kami bermain melawan tim-tim juara yang hebat, tapi para pemain tidak pernah menyerah. Kami tidak pernah menyerah. Itu adalah semangat saya dan para pemain,” tambahnya.
“Saya selalu memberitahukan kepada anak asuh saya, jika lawan bermain lebih baik dan menang, kami akan berjabat tangan dengan mereka dan memberikan mereka tepuk tangan. Tetapi mereka harus melewati kami terlebih dahulu,” pungkasnya.
Leicester saat ini berhasil bertengger di puncak klasemen dengan catatan 76 poin dari 35 laga. The Foxes berhasil mengemas 22 kemenangan, 10 kali imbang dan hanya kalah 3 kali. Pesaing terdekat Leicester, Tottenham Hotspur kini berada di posisi kedua dengan catatan 69 poin.