Kisah Newcastle United, Eks Juara Liga Primer Inggris yang Turun Kasta
Saat Robert Madlye tiup peluit akhir di Villa Park, awan mendung langsung menyelimuti kota Newcastle. Hasil imbang tanpa gol yang didapat klub kebanggaan kota itu melawan tuan rumah Aston Villa jadi palu keputusan untuk Newcastle United resmi terdegradasi ke divisi satu liga Inggris.
Newcastle jadi pelengkap untuk dua klub sebelumnya yang di musim depan tidak akan berlaga di Liga Primer Inggris. Aston Villa dan Norwich City jadi teman Newcastle United di divisi satu liga Inggris musim depan.
Lee Charnley seperti dilansir dari situs resmi Newcastle United pun beri komentar usai hasil pahit tersebut,
"Malam ini kami sangat sedih karena terdegradasi dari Liga Primer Inggris. Saya ingin berterima kasih kepada semua fans atas dukungan kalian. Tapi sayang, dukungan besar kalian justru tidak dibalas oleh kami dengan hasil yang layak. Saya sangat menyesal," kata Charnley.
Charnley memang pantas untuk menyesal, pasalnya Newcastle United bukan kluub kecil di Liga Primer Inggris. Klub ini pernah menyandang gelar juara Liga Primer Inggris.
Sejumlah pemain bintang pun pernah muncul dari stadion St James Park. Teramat disayangkan jika klub berjuluk The Magpies itu harus terjerembab ke kasta kedua liga Inggris.
INDOSPORT coba rangkai kisah menarik perjalanan Newcastle United di ketatnya persaingan Liga Primer Inggris dari musim ke musim. Berikut kisahnya:
1. Gabungan dua klub
Pada 1892, dua klub sepakbola dilebur jadi satu. Mereka ialah Newcastle East End dan Newcastle West End, peleburan dua klub ini memunculkan klub bernama Newcastle United.
Peleburan dua klub kota Tyneside tersebut bermula saat klub Newcastle West End tengah mengalami krisis keuangan. Manajemen klub West End mencoba mendekati manajemen Newcastle East End.
Setelah negosiasi yang cukup mudah, klub West End akhirnya dibubarkan dan seluruh pemain serta staff bergabung dengan East End dan menciptakan Newcastle United dan bermarkas di St James Park sejak Mei 1982.
Pada awal berdirinya, klub ini sempat ditolak untuk bermain di divisi pertama Football League, kompetisi sebelum era Liga Primer Inggris. Klub anyar ini pun sempat mendapat undangan untuk main di divisi dua, namun karena tidak ada klub besar di liga itu, Newcastle tetap memilih bermain di kompetisi lokal, liga Utara.
Nama Newcastle United sebebarnya baru tercatat secara legal pada September 1985, pasalnya manajemen East End lebih suka tetap menggunakan nama Newcastle East End. Di musim 1893/94, Newcastle kembali ditolak main di divis satu dan diharuskan bermain di divisi dua. Mereka pun mulai bermain di divisi dua bersama Liverpool dan Woolwich Arsenal (cikal bakal klub Arsenal).
Sepanjang berdirinya, peleburan dua klub ini alami berbagai pasang surut perjalanan. Di era 1904 hingga 1910 misalnya, klub ini sempat alami masa kejayaan. Kala itu, mereka mampu meraih titel piala FA dan tiga gelar Liga Inggris.
Selain gelar domestik, klub yang sempat masuk posisi lima besar klub terkaya di Eropa pada 1999 itu juga pernah meraih titel juara Eropa yakni juara Inter Cities Fairs Cup pada 1969, Piala Intertoto pada 2006 serta Piala Anglo-Italian Cup pada 1973.
2. Gelar Liga Inggris Pertama
The Magpies arungi liga Primer Inggris usai bermain di divisi dua bersama Woolwich Arsenal dan Liverpool. Baru pada musim 1904/05, Newcastle United rasakan gelar pertama mereka di tanah Inggris.
Di musim ke 34 liga Inggris tersebut, Newcastle United yang saat itu diisi oleh pemain asal Inggris dan Skotlandia sukses meraih 23 kali kemenangan, 2 kali imbang dan 9 kali kalah. Newcastle United mengemas 48 poin beda satu poin dengan runner up, Everton.
Penyerang asal Inggris, Bill Appleyard jadi bomber tersubur untuk Newcaslte United di musim itu. Ia suskes menorehkan 16 gol. Di tempat kedua, ada nama Jimmy Howie, winger asal Skotlandia ini mengoleksi 14 gol.
3. Masa Kelam Pertama
Usai meraih titel pertamanya di Inggris, Newcastle United sempat meraih titel juara lagi pada 1906–07, 1908–09, 1926–27. Setelah itu, klub ini juga pernah jadi runner up liga Inggris pada musim 1995/96 dan 1996/97.
Setelah itu era 1920-an, Newcastle United sempat alami masa kelam pertama yakni pada musim 1964/65 saat terdegradasi ke divisi satu Liga Inggris. Bahkan pada musim 1977/78, klub ini sampai melorot ke kasta ketiga Liga Inggris. Pergantian kepemimpinan pun terpaksa harus dilakukan.
Arthur Cox yang jadi pemimpin Newcastle United sempat membawa klub ini kembali bermain di divisi satu liga Inggris. Namun sayang pada musim 1983/84, Newcastle kembali alami nasib buruk. Kesulitan keuangan membuat Arthur Cox meninggalkan klub ini. Selain itu, sejumlah pilar andalan Newcastle United seperti Kevin Keegan, Jack Charlton dan Paul Gascoigne keluar dari St James Park.
4. Semusim promosi
Era kelam kembali di alami Newcastle United pada musim 2008/09. Melakoni pertandingan sebanyak 38 kali di musim itu, Shay Given dan kolega hanya mampu meraih 7 kali kemenangan, 13 kali seri dan 18 kali kalah.
Padahal saat itu mereka dilatih oleh legenda-legenda asli mereka. Di awal musim, Kevin Keegan didapuk jadi pelatih. Sayang sejak awal musim ini juga, Keegan sudah tidak sepaham dengan pihak manajemen.
Pasalnya, Keegan menolak sejumlah kebijakan transfer dari pemain. Puncaknya ialah saat manajemen lebih memutuskan untuk menjual James Milner dan datangkan penyerang asal Spanyol, Xisco. Xisco terbukti memang tak pantas main di St James Park, pasalnya diawal kedatangannya ia sudah lontarkan kalimat yang membuat dirinya dimusuhi oleh Army Toon, fans Newcastle United.
Keegan pun akhirnya memutuskan untuk mengundurkan diri pada 01 September 2008. Fans pun lancarkan aksi protes. Army Toon menganggap perlakuan manajemen ke Keegan sangat kasar. Untuk meredam kemarahan fans, manajemen pun menunjuk mantan penyerang Newcastle United, Alan Shearer setelah sebelumnya Joe Kinnear dan Chris Hughton jadi cara caretaker.
Sayang, ditunjuknya Alan Shearer jadi pelatih pun tak berdampak banyak. Kekalahan dengan skor telak kembali dialami, belum lagi aksi tackle berbahaya yang pernah dilakukan gelandang Newcastle United, Joey Barton di laga melawan Liverpool pada 03 Mei 2009 membuat klub semakin terpuruk.
Di musim terakhir, klub ini resmi terdegradasi. Shearer lepaskan jabatannya dan Chris Hughton yang sebelumnya jadi wakil ditunjuk sebagai pelatih. Bermain di kasta kedua, Newcastle United justru tampil trengginas.
Penyerang Newcastle United, Andy Carroll dan gelandang Kevin Nolan jadi top skor klub dan membuat ini promosi ke musim berikutnya.
5. Kesalahan Manajemen
Usai kembali ke liga Primer Inggris, perjalanan Newcastle United kembang kepis. Klub ini pun sering disebut sebagai klub medioker. Papan tengah dan zona merah degradasi jadi posisi yang acapkali dirasakan oleh Newcastle United.
Saat akhir musim ini terdegradasi, eks pelatih Newcastle, Kevin Keegan lontarkan kritis pedas. Ia mengungkit soal kebijakan manajemen yang masih tak pernah mau mengukur pembelian pemain anyar.
"Mike Ashley membuat keputusan yang tidak bagus sejak dulu. Ia seperti membuat kesalahan dalam sepakbola dan hukuman degradasi musim ini jadi hal yang pantas," kata Keegan seperti dilansir BBC.
Keegan menyoroti soal kebijakan transfer klub yang pernah ia lontarkan saat masih jadi pelatih. Menurut Keegan gelontoran uang sebesar 80juta Poundsterling sejak promosi ke liga Primer Inggris ialah kesalahan fatal.
"Pasalnya mereka menargetkan pemain yang salah. Membeli terlalu banyak pemain muda tidak ada yang salah, namun mereka harus siap menerima fakta bahwa pemain itu miskin pengalaman," kata Keegan.