x

Selain Mourinho, Ini 3 Calon Kandidat Terkuat Pelatih Timnas Indonesia

Kamis, 12 Mei 2016 21:24 WIB
Editor: Tengku Sufiyanto

Angin segar sedang bertiup ke arah persepakbolaan Indonesia. Maklum, federasi sepakbola Indonesia, PSSI baru saja keluar dari belenggu hitam pembekuan yang dilakukan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi melalui SK Nomor 01307, sejak tanggal 17 April tahun lalu.

Sudah hampir setahun lamanya, PSSI akhirnya kembali aktif usai Menpora, Imam Nahrawi secara resmi dan tertulis mencabut pembekuannya terhadap induk sepakbola nasional tersebut, Rabu kemarin. Hal tersebut membuat sejumlah para pecinta sepakbola nasional gembira.

Pasalnya, peluang Indonesia untuk keluar dari sanksi FIFA semakin terbuka lebar. Mengingat, sanksi FIFA kepada Indonesia diakibatkan pembekuan PSSI yang dilakukan Menpora, Imam Nahrawi.

Kala itu, FIFA menganggap PSSI telah melanggar statuta FIFA pasal 13 dan 17. Lantaran, pemerintah ikut campur dalam urusan sepakbola. Padahal, FIFA telah melarang segala bentuk intervensi dari pemerintah terhadap seluruh kegiatan sepakbola yang dilakukan federasi negara anggotanya.

Meski peluang terbuka lebar, FIFA belum memutuskan akan mencabut sanksi kepada Indonesia atau tidak. Keputusan soal sanksi Indonesia masih dibahas dalam Kongres FIFA ke-66 di Meksiko, yang berlangsung mulai 12-13 Mei 2016.

Jika FIFA mencabut sanksi tersebut, otomatis Indonesia kembali memeriahkan ajang-ajang sepakbola Internasional. Hal itu tentu membuat Timnas Indonesia aktif kembali.

Walaupun belum diumumkan, ada kalanya para pecinta sepakbola bisa menerka siapa saja yang menjadi calon terkuat pelatih Timnas Indonesia. Sempat beredar kabar, mantan manajer Chelsea, Jose Mourinho akan menjadi salah satu kandidat untuk menangani Timnas Indonesia, sesuai perkataan Menpora, Imam Nahrawi.

Namun selain Mourinho, ada beberapa kandidat terkuat yang kemungkinan besar berpeluang menangani Timnas Indonesia. Untuk itu, INDOSPORT telah menganalisa siapa saja pelatih yang masuk kandidat untuk melatih Boaz Solossa dkk, selain Mourinho. Siapa saja mereka?


1. Djajang Nurdjaman

Siapa yang tak mengenal Djajang Nurdjaman?. Pria yang akrab disapa Djanur tersebut dikenal sebagai pemain sepakbola profesional terbaik di masanya. Djanur pernah membawa Persib Bandung menjuarai Perserikatan pada tahun 1986 dan 1994.

Setelah itu, pria kelahiran Majalengka tersebut menorehkan prestasi gemilang dengan mengantarkan Tim Maung Bandung menjadi juara Liga Indonesia tahun 1995. Kala itu, Djanur bertindak sebagai asisten pelatih Indra Thohir.

Tak sampai disitu, pria berumur 51 tahun kembali sukses membawa Persib menjuarai Indonesia Super League (ISL) 2014 dan Piala Presiden 2015 sebagai pelatih kepala Tim Maung Bandung. Ia juga dikenal sebagai pelatih yang mampu menyatukan kebersamaan tim.

Kini, Djanur sedang mengikuti progam ilmu kepelatihan di Inter Milan. Ia diproyeksikan menimba ilmu di klub yang dimiliki pengusaha Indonesia, Erick Thohir tersebut hingga 1 tahun 6 bulan, agar mendapatkan lisensi UEFA.

Saat di Internazionale, Djanur membawa Imnter Milan U-18 mencapai babak final turnamen Memorial Claudio Sassi, yang merupakan salah satu ajang turnamen bergengsi di Italia.

Namun, ia harus kembali ke Bandung, lantaran visanya habis. Meski begitu, Djanur akan kembali ke Internazionale, karena masa progam ilmu kepelatihannya baru dijalankan selama tiga bulan.

Jika dilihat prestasi dan kapasitasnya, bukan tidak mungkin, Djajang Nurdjaman bakal diplot sebagai kandidat utama pelatih Timnas Indonesia.


2. Jacksen F. Tiago

Sama seperti Djajang Nurdjaman, Jackesen Ferreira Tiago dikenal sebagai pesepakbola profesional terbaik di masanya. Tercatat, ia pernah membela tiga tim besar Indonesia, yakni Petrokimia Putra, PSM Makassar, dan Persebaya United.

Pemain asal Brasil tersebut boleh dibilang menjadi pesepakbola asing tersukses yang menitih karier di Indonesia. Pria yang dulu bermain di posisi striker tersebut menorehkan prestasi gemilang bersama Persebaya.

Ia berhasil membawa Bajul Ijo menjadi juara Liga Indonesia pada tahun 1996-1997. Pria kelahiran 28 mei 1968 tersebut juga meraih gelar top scorer  dengan torehan 26 gol.

Selepas pensiun, Jacksen memilih untuk menjadi pelatih di Indonesia. Ia menorehkan lima kali gelar juara kala menjadi juru racik formasi. Jacksen mengantarkan Persebaya juara Divisi I (2003) dan Divisi Utama (2004), serta tiga gelar bersama Persipura di ISL (2008-2009, 2010-2011, dan 2013).

Usai melatih Persipura, Jacksen sempat menangani Timnas Indonesia di ajang kualifikasi Piala Asia 2015. Namun, ia gagal membawa Boaz Solossa dkk. menembus babak putaran final Piala Asia 2015.

Selanjutnya, Jacksen memilih untuk melatih klub asal Malaysia, Penang FA. Akan tetapi, ia harus menelan pil pahit usai membawa Penang promosi ke Malaysia Super League. Jacksen resmi dipecat oleh manajemen Penang, lantaran gagal mengangkat performa tim di Malaysia Super League musim ini.

Kini, Jacksen belum menentukan tim mana yang akan dilatihnya. Meski begitu, pria yang menimba ilmu sepakbola di Flamengo tersebut bisa saja menjadi kandidat kuat calon pelatih Timnas Indonesia.

Mengingat, pengalamannya sebagai pemain dan pelatih di Indonesia dapat membuat Timnas menjadi tim dengan karakter permainan sepakbola Indonesia. Selain itu, ia juga sudah pernah menjadi pelatih Timnas Indonesia, walaupun dalam waktu singkat atau hanya di ajang kualifikasi Piala Asia 2015.


3. Pieter Huistra

Pria asal Belanda tersebut sejatinya di tunjuk sebagai pelatih Timnas Indonesia pada awal tahun lalu. Namun, Huistra harus meninggalkan posisi pelatih dan Direktur Teknik Timnas Indonesia. 

Alasannya, sepakbola Indonesia sedang dalam belenggu awan hitam. Lantaran, Menpora, Imam Nahrawi membekukan PSSI pada tanggal 17 April 2015. Lalu, FIFA memberikan sanksi kepada Indonesia untuk tidak ikut serta dalam ajang internasional.

Akibatnya, Huistra bersama Timnas Indonesia gagal mengikuti ajang kualifikasi Piala Dunia 2018 dan kualifikasi Piala Asia 2019. Sehingga, Timnas Indonesia resmi dibubarkan.

Meski sempat melatih Bandung Raya (PBR) pada ajang Piala Jenderal Sudirman, Huistra mnemilih untuk menandatangani kontrak bersama klub amatir Jepang, Iwaki FC. Kini, pria kelahiran 18 Januri 1967 menjadi salah satu orang yang masuk dalam rencana jangka panjang  Iwaki FC.

Meski begitu, Huistra bukan tidak mungkin akan kembali menjadi pelatih Timnas Indonesia. Pasalnya, ia belum sekalipun menunjukan kemampuan tangan dinginnya dalam meramu sebuah tim. Timnas Indonesia bersama Huistra belum sekalipun menggelar pertandingan di ajang resmi.

IndonesiaTimnas SeniorJacksen F. Tiago

Berita Terkini