x

4 Kerugian Persija Setelah 'Terusir' dari Stadion GBK

Sabtu, 14 Mei 2016 14:37 WIB
Editor: Ramadhan
Pemotretan kondisi lapangan GBK dari arah gawang.

Persija berhasil mengukir kenangan manis pada laga kandang terakhirnya di Stadion GBK. Tim Macan Kemayoran sukses mengalahkan Persela dengan skor 2-1 pada laga pekan ketiga Torabika Soccer Championship 2016.

Tak bisa dipungkiri, tuah dan atmosfer stadion GBK menjadi salah satu faktor penting saat Persija meraih kemenangan tersebut. Seperti kebanyakan tim-tim besar di Indonesia, bermain di kandang sendiri menjadi suatu kebanggaan karena akan memberikan motivasi lebih bagi para pemain.

Apalagi kehadiran para suporter fanatik seperti The Jakmania di tribun GBK membuat para pemain Persija akan mendapatkan energi tambahan saat menjamu lawan-lawannya. Sayangnya, atmosfer angker GBK tersebut tak akan ada lagi di laga-laga Persija selanjutnya karena laga melawan Persela jadi laga kandang terakhir Persija.


Pemain Persija Jakarta berterima kasih kepada The Jakmania usai menang 2-1 atas Persela Lamongan di Stadion GBK

"Ya melawan Persela menjadi laga terakhir Persija di Jakarta," kata ketua panitia pelaksana pertandingan Persija, Bobby Kusumahadi.

Stadion GBK rencananya akan direnovasi jelang berlangsungnya perhelatan Asian Games 2018 mendatang. Seperti pernyataan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono melalui siaran pers, renovasi GBK rencananya akan dimulai Juni 2016 ini.


Stadion GBK Senayan Jakarta akan direnovasi jelang perhelatan Asian Games 2018

Praktis, renovasi GBK tersebut membuat Persija harus terusir dari kandangnya sendiri. Kini, tim yang berdiri tahun 1928 itu harus mencari stadion lain untuk dijadikan markas di laga-laga kandang selanjutnya. Kabarnya, Stadion Manahan Solo atau Stadion Patriot Bekasi bakal dijadikan kandang Persija nanti.


Stadion Manahan Solo bakal jadi opsi untuk kandang Persija Jakarta selanjutnya

"Kemarin sudah ada komunikasi, intinya pihak Persija mau menggunakan Stadion Manahan. Tentu kami menyambutnya dengan baik," jelas Ketua Panpel Kota Solo, Herry Isranto kepada INDOSPORT, Kamis (12/05/16) siang WIB.

Meski nanti Persija akan menggunakan stadion lain di luar Jakarta sebagai kandang, namun tetap saja tim pengoleksi 10 gelar kompetisi PSSI ini akan kehilangan identitas. INDOSPORT mengulas beberapa kerugian yang akan dialami Persija setelah ‘terusir’ dari Stadion GBK.


Starting line-up Persija Jakarta vs Persela Lamongan dengan latar belakang mozaik 'Persija' dari The Jakmania


1. Kehilangan Atmosfer Laga Kandang

Tak lagi bermain di stadion GBK otomatis akan membuat Persija kehilangan atmosfer laga kandang. Praktis laga melawan Persela pada Jumat (14/05/16) kemarin di stadion GBK menjadi panggung terakhir para pemain menikmati suasana riuh di stadion berkapasitas 88.083 kursi itu.

Setelah ini, Persija memang masih akan mendapatkan dukungan dari para suporter namun hal tersebut diyakini tak akan seangker saat berada di GBK. Meski dipaksakan sebagai kandang, namun bermain di stadion milik tim lain tentu akan sangat berbeda dengan markas sendiri.


2. Harus Adaptasi Ulang Lapangan

Kondisi rumput stadion GBK.

Jika direstui dan tak ada halangan, Stadion Manahan Solo akan menjadi kandang sementara Persija di sepanjang laga TSC 2016 selanjutnya mulai Juni nanti atau setelah lebaran. Pindah kandang tentu sedikit banyak akan membuat para pemain Persija harus adaptasi ulang dengan kondisi lapangan dan stadion.

Adaptasi berarti para pemain akan menaikkan intensitas latihan di lapangan stadion tersebut. Perbedaan kondisi rumput dan kontur tanah antara GBK dan Manahan kemungkinan besar akan mempengaruhi permainan para pemain Persija.


3. Dukungan Tak Maksimal The Jakmania

Skuat Persija Jakarta dengan latar belakang Koreografi.

Terusirnya Persija dari GBK juga akan membuat tim asuhan Paulo Camargo akan kehilangan dukungan maksimal dari para suporter fanatik, The Jakmania.

Totalitas The Jakmania tak perlu diragukan lagi. Hal itu terbukti dalam dua laga kandang terakhir, The Jakmania berhasil memenuhi tribun dan memberikan dukungan yang luar biasa termasuk menyuguhkan koreografi (mozaik) yang menggetarkan dari tribun stadion GBK.

Pada laga melawan Semen Padang, The Jakmania membuat koreografi tahun lahir mereka ‘1997’ lalu pada laga terakhir di kandang melawan Persela, The Jakmania membuat koreografi ‘Persija’.

Dukungan yang luar biasa besar tersebutlah yang dianggap pemain senior Macan Kemayoran, Ismed Sofyan kemungkinan akan hilang saat mereka harus terusir dari kandang sendiri di stadion GBK.

“Jelas semua ini bisa merugikan kami. Kami tidak mendapat dukungan secara langsung dari Jakmania secara penuh,” ungkap Ismed kepada INDOSPORT.

“Kalau pindah stadion, pastinya jumlah Jakmania hanya sedikit yang datang mengingat jarak yang jauh. Saya berharap kami pindah ke Bekasi, karena masih terjangkau,” harapnya.


4. Kerugian dari Penjualan Tiket Pertandingan

Suporter Persija Jakarta, The Jakmania.

Kerugian terakhir yang akan terasa saat Persija tak lagi bermain di stadion GBK adalah jumlah tiket yang mungkin tak akan habis terjual. Apalagi jika Persija menggunakan Stadion Manahan Solo, kemungkinan The Jakmania datang mendukung langsung tak akan terlalu banyak.

Hal itu tentu akan berdampak pada penjualan tiket pertandingan laga kandang Persija nantinya yang akan menurun drastis. Nyatanya saat laga berlangsung di GBK, jumlah tiket yang terjual selalu habis meski dengan harga berapapun dan stadion selalu diisi penuh oleh The Jakmania.

Persija JakartaStadion Patriot BekasiStadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK)Stadion Manahan SoloIn Depth SportsTorabika Soccer Championship (TSC)

Berita Terkini