3 Tim Debutan yang Siap Beri Kejutan di Euro 2016
Prancis akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan Euro 2016 mendatang. Atmosfer dan gaung dari penyelenggaraan hajat empat tahunan ini mulai terasa.
24 tim dari seluruh negara di Eropa sudah dipastikan ikut berlaga. Namun, ada tiga tim debutan yang baru merasakan kesempatan pertamanya berlaga di Euro 2016.
Ketiga tim ini baru pertama kali menjejak langkah di turnamen sepakbola terbesar di Eropa. Ketiganya diyakini akan menjadi kekuatan lain dari tim - tim langganan.
Ingin tahu lebih jauh ketiga tim debutan yang siap memberikan kejutan? Berikut profil tim debutan Euro 2016 yang coba diulas oleh INDOSPORT;
1. Irlandia Utara
Euro 2016 adalah kali pertama keikutsertaan Irlandia Utara dalam sejarah. Pada babak penyisihan Irlandia Utara mampu menyingkirkan juara Euro 2004, Yunani, serta Rumania.
Irlandia Utara bahkan tampil perkasa dengan menjadi juara Grup F dalam fase kualifikasi. Irlandia Utara mencatatkan 6 kali kemenangan, 3 kali seri dan hanya sekali kalah.
Ini merupakan penampilan terbaik Irlandia Utara sejak babak kualifikasi tahun 1984. Saat itu Irlandia Utara gagal lolos ke Euro 1984 karena kalah selisih gol dari Jerman.
Stephen Davis mencetak 2 gol saat melawan Yunani di babak kualifikasi Euro 2016.
Kini berbekal dengan skuat yang mapan di Lihga Inggris, Irlandia Utara mencoba melihat peluang di Euro 2016 dengan optimistis. Tim ini akan diasuh oleh pelatih kepala Michael O'Neill.
Roy Carrol menjadi pemain paling veteran di skuat Irlandia Utara. Eks penjaga gawang Man United ini akan menjadi pemimpin di lini belakang Irlandia Utara.
Nama beken lainnya adalah bek asal West Bromwich Albion, Johny Evans. Palang pintu alumni Man United ini akan menjadi benteng terakhir serbuan lawan sebelum menghadapi penjaga gawang.
Stephen Davis asal Sothampton akan menjadi pengolah umpan dari lini tengah. Sementara Kyle Lafferty akan menjadi ujung tombak Irlandia Utara untuk menggedor pertahahanan lawan.
Pada putaran final nanti, Norn Iron akan menjajal kekuatan juara dunia Jerman, Polandia dan Ukraina. Keempat tim saling di Grup C untuk memperebutkan tiket ke fase berikutnya.
2. Albania
Federasi Sepakbola Albania (FSHF) berdiri sejak tahun 1930. Namun mereka harus menunggu selama 86 tahun untuk ikut serta dalam sebuah turnamen besar.
Albania sebenarnya pernah lolos ke Piala Dunia 1970. Namun, dengan alasan politik keikutsertaan mereka dibatalkan oleh FIFA.
Kini, lolosnya Albania ke putaran Euro 2016 mencatat sejarah baru bagi sepakbola mereka. Loric Cana dan kawan - kawan mampu menyingkirkan Denmark dan Serbia di babak kualifikasi sebelum tiba di Prancis.
Albania di bawah asuhan pelatih Gianni Di Biasi mampu lolos setelah menempati peringkat 2 di bawah Portugal pada fase kualifikasi. Albania memiliki catatan 4 kali menang, 2 kali seri dan dua kekalahan di babak kualifikasi Grup I.
Bekim Balaj saat mencetak gol ke gawang Portugal di babak kualifikasi Euro 2016.
Pada putaran final nanti, Albania akan bergabung bersama Prancis, Rumania dan Swiss di Grup A. Dengan skuat yang sebagian besar bermain di liga ternama Eropa, Albania nampaknya siap memberikan kejutan di Prancis nanti.
Sebut saja Loric Cana, pemain tengah yang pernah membela Lazio dan kini bermain di Nantes, merupakan gelandang jangkar yang tangguh mengawal lini tengah. Elsan Hysaj yang menjadi bek sayap andalan di klub runner up Serie A Italia, Napoli.
Serta penjaga gawang tangguh Etrit Berisha yang menjadi pengaman gawang Lazio di Serie A Italia. Pengalaman mereka bermain di kompetisi Eropa mungkin akan membawa mental positif bagi para rekannya yang kurang berpengalaman di turnamen sekelas Euro 2016 mendatang.
3. Islandia
Lolosnya Islandia ke Euro 2016 bisa terbilang sebagai sebuah kejutan besar. Pasalnya, Islandia harus bertarung dengan tim sekelas Belanda, Ceko dan Turki di babak kualifikasi.
Namun, secara mengejutkan Gylfi Sigurdsson dan kawan - kawan bisa mengakhiri laga di Grup A kualifikasi Euro 2016. Islandia bahkan membuat Belanda yang menjadi semifinalis Piala Dunia 2014 lalu, harus absen dari Euro 2016.
Catatan 6 kali menang, 2 kali seri dan 2 kali kalah di fase kualifikasi untuk mengantarkan Islandia membuka pintu sejarah mereka. Kini, berbekal skuat muda dan veteran berpengalaman, islandia siap menyulitkan para tim mapan di Euro 2016.
Eidur Gudjohnsen (nomor 22) masih menjadi pemain andalan skuat Islandia di Euro 2016.
Aron Gunnarsson akan mengawal lini tengah skuat Strakkamir Okkar (Our Boys). Gelandang Cardiff City ini akan berduet dengan pemain eks Arsenal dan Barcelona, Eidur Gudjohnsen untuk menjaga lini vital Islandia.
Kolbein Sigthorson dan Alfred Finnbogason juga harus diwaspadai para bek lawan. Dua penyerang Islandia ini telah mencetak total 25 gol bagi Islandia.
Bek muda didikan Juventus, Hordur Magnusson dan seniornya Raganar Sigurdsson akan menjadi benteng lini pertahanan. Sementara Lars Lagerback dan Heimir Hallgrimsson akan menjadi pelatih kepala tim nasional Islandia.
Dengan skuat yang memiliki daya ledak serta ketangguhan fisik, Islandia diyakini akan menjadi kuda hitam di putaran final Euro 2016 mendatang.