'Kita Ini Bersaudara, Bukan Hewan yang Harus Dipukuli'
Seperti diutarakan oleh Muhammad Soleh, selaku kakak kandung Fahreza. Dia bersama keluarga besar sudah mengikhlaskan kepergian Fahreza untuk selama-lamanya.
"Kita dari pihak keluaga sudah ikhlas saja dan tak ada tuntut apapun. Kita ikhlas saja, dan bila memang pelakunya sudah tertangkap kita tak ada dendam. Kita terbuka di rumah bila dia akan datang untuk meminta maaf," jelas Soleh kepada INDOSPORT.
Meski sudah memaafkan akan pelaku, keluarga korban hingga saat ini mengaku belum mendapatkan titik cerah akan siapa dalang yang menyebabkan Fahreza tewas. Meski begitu, Soleh berharap kejadian ini menjadi pelajaran bagi semua.
“Memang titik terang pelaku belum tau kabar pelakunya siapa. Yang penting kita sudah memaafkan pelaku. Dan semoga tidak ada korban seperti Fahreza lainnya," jelas Soleh.
"Ini menjadi pelajaran bagi kita semua, baik suporter bola dan juga aparat. Kita semua sama tidak ada beda meski di balik seragam. Kita ini bersaudara dan manusia bukan hewan yang harus dipukuli," tutup ia.
Fahreza menjadi korban pemukulan bentrokan suporter. Dia diindakasi tewas setelah dianiyaya selepas menyaksikan laga Persija Jakarta melawan Persela Lamongan Jumat 13 Mei lalu.