x

Aremania Harapkan Tak Ada Lagi Insiden Suporter Tewas

Kamis, 19 Mei 2016 17:29 WIB
Editor: Gema Trisna Yudha
Aremania saat di Stadion Utama Gerora Bung Karno.

Sebagai sesama pendukung klub sepak bola di tanah air, Aremania ikut menyampaikan simpati yang mendalam atas insiden yang menimpa Muhamad Fahreza.

Aremania juga sudah merasakan hal serupa, yakni dengan meninggalnya Eko Prasetiyo yang meregang nyawa saat akan mendukung Arema Cronus ke Stadion Maguwoharjo Sleman. Insiden itu terjadi dalam laga kontra Surabaya United di Piala Jenderal Sudirman, 19 Desember lalu.


Aremania memiliki hubungan dekat dengan The Jak. 

"Apa pun itu, kekerasan dalam sepak bola sangat tidak dibenarkan. Kami sampaikan belasungkawa kepada teman-teman The Jak," tutur Ahmad Ghazali.


Aremania turun ke jalan rayakan kemenangan Arema Cronus di Piala Bhayangkara 2016.

Ketua Korwil Aremania Klayatan itu menambahkan, bahwa pada hakikatnya fokus seorang suporter adalah untuk mendukung tim. Namun hal itu bisa berubah menjadi sikap anarkis, salah satunya faktornya karena tersulut berbagai provokasi, baik dari suporter tim rival, maupun sikap aparat keamanan yang kadang terlalu agresif.

"Berbagai insiden itu banyak penyebabnya. Banyak juga suporter di sini yang usianya lebih muda, jadi emosinya labil," katanya.


Suporter berusia muda memiliki emosi yang masih labil.

"Jika tersulut provokasi sedikit saja, maka bisa saja berakibat tindakan anarkis. Yang jelas, hal itu juga tidak dibenarkan," imbuhnya.

Seperti diketahui, Muhamad Fahreza akhirnya meninggal dunia setelah menjalani masa kritis. Fahreza dilarikan ke rumah sakit usai mendukung Persija saat menjamu Semen Padang dalam laga kedua TSC A di Stadion Gelora Bung Karno Jakarta, 03 Mei lalu.

The JakmaniaAremania

Berita Terkini