x

Untuk Bertahan Hidup, La Nyalla Diduga Pelihara Kurir

Kamis, 26 Mei 2016 14:27 WIB
Editor: Randy Prasatya

Sudah hampir dua bulan Ketua Umum PSSI, La Nyalla Mattalitti, dinyatakan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO). Dia melarikan diri setelah ditetapkan tersangka oleh Kejaksaan Tinggi Jawa Timur atas kasus dugaan korupsi dana hibah.

Dalam pelariannya, La Nyalla dikabarkan berada di Singapura. Pihak berwajib sendiri bukan tanpa usaha untuk membawa pulang La Nyalla ke tanah air.

Bahkan, untuk membuat La Nyalla kembali ke tanah air, pihak imigrasi telah memblokir paspor serta membekukan rekening yang bersangkutan. Namun, kedua usaha ini belum membuahkan hasil guna memaksa pria 57 tahun itu kembali.

Menurut kabar yang beredar, meskipun rekening telah diblokir, bukan berarti La Nyalla tidak memiliki uang.  Dari banyaknya kabar yang beredar, La Nyalla masih nyaman dalam persembunyiannya lantaran dirinya punya kurir yang bertugasmengantarkan uang kepadanya..

Mengetahui hal ini, pihak kepolisian melalui Kapolri, Jenderal Badrodin Haiti akan menelusuri kabar ini. Bahkan ia akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian Singapura.

"saya sudah perintahkan perwakilan Polri di Sinagpura untuk mencari (Kurir, Red)," ucap Badrodin seperti dilansir dari surat kabar Kompas.

Hilangnya La Nyalla dari Indonesia sendiri tidak hanya membuat pusing pihak kepolisian dan Mahkamah Agung. Dirinya pun membuat kacau organisasi yang ia pimpin, yakni PSSI. 

Dengan statusnya sebagai buron, sebagain pemilik suara di PSSI akhirnya mendesak federasi sepakbola Indonesia ini untuk segera melakukan Kongres Luar Biasa (KLB) guna mencari sosok Ketua Umum baru.

Para pemilik suara ini tergabung dalam Kelompok 85. Mereka menegaskan bahwa ada alasan kuat untuk menuntut KLB kepada PSSI. Selain sudah memenuhi syarat, yaitu 2/3 voters (saat ini ada 92 voters dari 107 anggota) untuk menggelar KLB, ada beberapa hal yang juga menjadi poin mendasar. 

“Ada tiga hal yang menjadi syarat sudah harus digelarnya KLB. Pertama adalah status ketua umum PSSI sekarang, kemudian organisasi yang tidak berjalan baik dan terakhir 2/3 pemilik suara sudah mengajukan KLB,” tutur Ketua K85, Letnan Jenderal Edy Rahmayadi.

PSSILanyalla Mattalitti

Berita Terkini