x

La Nyalla Mattalitti, Baju Batik dan Rompi Pink Kejaksaan

Jumat, 3 Juni 2016 08:04 WIB
Editor:

Jika mencermati saat La Nyalla ditangkap oleh pihak Kejati Jatim dan pihak Imigrasi Indonesia dari Singapura beberapa hari lalu, ada satu hal menarik yang luput dari perhatian, yakni soal gaya berpakaiannya yang terbilang sangat nasionalis. 

La Nyalla Mattalitti dikenal memang sosok pejabat di negeri ini yang sangat sering menggunakan baju berbahan kain yang merupakan warisan Indonesia yang diakui UNESCO yakni baju batik. 

Batik memang ciri khas Indonesia. Batik seperti memperlihatkan pemakainya begitu bangga dengan warisan kemanusian dari budaya Indonesia yang ada secara turun temurun dan La Nyalla, tersangka kasus dugaan korupsi dana hibah Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur sangat sering gunakan batik. 

Saat menjadi wakil ketum PSSI pada 2015 lalu misalnya, ia menggunakan baju batik motif Madura saat mendampingi Ketua Umum PSSI Djohar Arifin di acara syukuran Kantor PSSI usai direnovasi. 


Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin (kiri) bersama Wakil Ketua Umum PSSI, La Nyalla Mattalitti (tengah) berpose dalam acara syukuran Kantor PSSI yang telah selesai direnovasi di areal Stadion Utama GBK Senayan, 2015.

Kebanyakan batik pesisir ini punya warna yang cerah. Batik Madura ini memiliki warna yang menyala dan berani. Daerah Madura memang sangat terkenal berani untuk memadu padankan warna-warna cerah. Daerah yang paling terkenal memproduksi batik Madura ini daerah Tanjung Bumi, Sumenep dan Pamekasan. 

La Nyalla juga gunakan baju batik dengan corak serupa dengan warna hampir sama saat berfoto bersama dengan skuat Merah Putih U-23 pada 2015 lalu. Batik warna hijau dengan corak Madura kembali digunakan La Nyalla saat live event dengan salah satu televisi swasta pasca penetapan status tersangkanya oleh Kajati Jatim beberapa hari lalu. 


Foto bersama skuad Timnas U-23 beserta pelatih di hotel Sultan dengan La Nyalla Mattalitti.

La Nyalla bahkan bisa dibilang cukup 'concern' dengan industri batik tanah air. 

Pada 2019 saja misalnya, saat menjabat sebagai ketua umum Kadin Jatim, La Nyalla memperkenalkan baju batik motif Madura kepada duta besar negara sahabat dalam acara temu bisnis gathering menakar peluang bisnis di pasar Afrika bagi dunia usaha Jatim di Hotel Sheraton Surabaya. 


Ketua Kadin Jatim La Nyalla M. Mattalitti (dua dari kiri) bersama Dubes Afika Selatan Noel Noa Lehoko (paling kiri) dan Deputy Chief of Mission Nigeria Embassy Mike Omotosho (dua dari kanan) melihat batik Madura

Sayang, saat ditangkap di Singapura dan tiba di gedung bundar, Kejaksaan Agung pada Selasa (31/05) lalu, La Nyalla tertangkap kamera pewarta juga menggunakan baju batik berwarna cokelat keemasan. Motif baju batik yang digunakan La Nyalla saat itu jika dicermati lebih seksama sangat mirip dengan corak batik Yogyakarta. 

Batik Jogjakarta ini memiliki warna dasar putih dan hitam, dengan warna motifnya bermacam-macam, yaitu putih, biru tua dan coklat soga. Corak batik Jogja ini awalnya dipengaruhi oleh budaya Hindu-Jawa. 

Awalnya, batik ini hanya boleh dipakai oleh anggota kerajaan kraton saja. Motif batik ini antara lain sido asih, kawung, sekar jagad, truntum dan juga parang.

Baju batik dengan corak serupa pun kembali digunakan La Nyalla saat diperiksa Kejaksaan Agung pada Rabu (01/06). Menariknya ada tambahan 'pernik' yang digunakan La Nyalla saat itu. 

Ia membalut baju batiknya dengan rompi warna pink yang merupakan rompi tahanan Kejagung bernomor 11 dengan tulisan 'Tersangka' di bagian punggungnya. 

PSSILanyalla MattalittiLiga Indonesia

Berita Terkini