x

Usai Perjalanan Panjang, Nil Maizar Berharap Berakhir Seperti Kisah Minang

Jumat, 10 Juni 2016 00:46 WIB
Kontributor: Taufik Hidayat | Editor: Rizky Pratama Putra
Nil Maizar menuturkan kisah perjalanan panjang dari Padang ke Serui.

Perjalanan panjang harus dilalui tim Semen Padang FC kala menjalani laga tandang ke Serui dalam lanjutan Torabika Soccer Championship (TSC), Sabtu (11/06/16). Setidaknya ada 16 jam waktu harus dihabiskan Kabau Sirah, julukan Semen Padang FC untuk bisa sampai ke Serui, Papua Barat.

“Perjalanan yang jauh, capek, dan sangat melelahkan. Alhamdulillah anak-anak dengan ridho Allah sudah di Serui” kata calon kuat nakhoda Timnas Indonesia itu.

Nil bercerita bagaimana perjuangannya bersama Hengki Ardiles dkk, dimana untuk berbuka di hari Rabu (08/06/16) harus dilakukannya di atas pesawat dari Padang menuju Jakarta.


Nil Maizar mengincar poin penuh saat melawat ke kandang Perseru Serui.

Tidak jauh berbeda, untuk sahur di hari Kamis (09/06/16) tim juga harus bersahur di atas burung besi menuju Makassar.

“Mudahan-mudahan perjalanan panjang bisa menjadi ibadah dan dipertandingan nanti kami bisa meraih hasil maksimal,” tutur Nil.

Pelatih asli Ranah Minang itu juga bercerita, setidaknya sebelum sampai ke Serui mereka harus beberapa kali transit pesawat, mulai di Jakarta, Makassar, dan terakhir kembali transit di Biak sebelum akhirnya sampai di Ujung Timur Indonesia itu.

Karena berat dan panjangnya perjalanan untuk menjalani laga tandang ketiganya di Serui, Sabtu nanti, Nil Maizar mengibaratkan perjalanan panjang timnya, seperti alur sebuah novel klasik yang sudah di filmkan karya Sutan Sati.

“Mudah-mudahan perjalan panjang ini bisa berakhir indah seperti kisah klasik, Sengsara Membawa Nikmat,” kata Nil Maizar berharap timnya mampu meraup poin penuh di Stadion Marora, Sabtu malam (11/06/16) nanti.

Perseru SeruiSemen PadangNilmaizarHengki ArdilesTorabika Soccer Championship (TSC)

Berita Terkini