5 Catatan Semen Padang FC Jelang Hadapi Perseru Serui
Pastinya, tim besutan Nil Maizar itu tidak ingin pulang dengan tangan hampa, sehingga tiga poin sangat berharga jika mereka berhasil dapatkan usai pertandingan.
Dalam laga tersebut, mereka tidak saja harus mewaspadai para pemain Perseru Serui yang dalam tiga pertandingan kandang sebelumnya belum terkalahkan dengan meraih satu kemenangan dan dua hasil imbang.
Tetapi juga, beberapa hal lain dari dalam tim sendiri justru harus menjadi perhatian khusus bagi Nil Maizar jika ingin meraih poin di perdananya di partai tandang.
Berikut INDOSPORT mencoba menyajikan lima catatan Semen Padang FC jelang menghadapi pertandingan di Stadion Marora, Sabtu (11/06/16).
1. Kondisi fisik pemain
Lebih kurang 6.700 KM jarak yang harus ditempuh pemain Semen Padang FC dengan perjalanan yang memakan waktu sampai 16 jam harus ditempuh para pemain Semen Padang untuk bisa sampai ke Serui, Papua Barat.
Setidaknya mereka harus transit sebanyak tiga kali, termasuk menggunakan pesawat carteran dari Biak ke Serui.
Perjalanan panjang tersebut tentunya membutuhkan fisik yang prima. Apalagi selama bulan Ramadan, Semen Padang FC hanya bisa melakukan latihan di sore hari saja.
Karena itu, fisik pemain jelang pertandingan harus menjadi perhatian utama tim pelatih Kabau Sirah, julukan Semen Padang FC.
2. Kartu merah
Dari dua laga tandang yang sudah dijalani Semen Padang FC di TSC A, mereka bukan hanya gagal meraih poin, tapi dari dua pertandingan tandang, masing-masing menghadapi Persija dan Bali United tim kebanggaan masyarakat Sumbar itu juga memiliki catatan negatif lain, yaitu selalu menerima kartu merah.
Menghadapi Persija, Novan Setya Sasongko diusir wasit setelah menerima dua kartu kuning. Tidak jauh berbeda, kala bertandang ke markas Bali United, Handi Ramdhan juga menerima dua kartu kuning sehingga harus diusir wasit dari lapangan pertandingan beberapa saat jelang pertandingan berakhir.
Di sepanjang ISC A 2016 Semen Padang FC sudah menerima 15 kartu kuning dan dua kartu merah, jumlah tersebut menjadi yang terbanyak dibandingkan kontestan lain di TSC A 2016.
3. Tumpul di kandang lawan
Secara keseluruhan Semen Padang FC tercatat sebagai tim paling produktif di TSC A dengan berhasil mencetak sembilan gol, jumlah yang sama juga diciptakan oleh Arema Cronus.
Sayangnya, dari 9 gol yang berhasil dijaringkan para pemain Kabau Sirah, hanya sebiji gol yang tercipta di luar Stadion H Agus Salim yang merupakan home base Semen Padang FC.
Keadaan akan semakin berat jika melihat rekor kandang Perseru Serui yang sampai pekan kelima belum ada pemain tim lain yang mampu membobol gawang Sugiono Efendi jika bermain di Stadion Marora.
4. Kurang fokus bermain tandang
Dua kekalahan di dua laga tandang tidak terlepas dari kurang konsentrasinya para punggawa Semen Padang FC.
Di pertandingan menghadapi Persija, Semen Padang FC dipaksa menelan kekalahan setelah wasit menunjuk titik putih karena menganggap Handi Ramdhan menjatuhkan pemain Persija di dalam kotak penalti.
Sementara, dua gol Bali United diciptakan di tiga menit awal pertandingan dan juga tiga menit jelang laga berakhir, itu menjadi bukti fokus masih menjadi hal utama yang harus dibenahi Semen Padang FC jika ingin meraih hasil positif dalam lawatannya ke Pulau Papua.
5. Pemain Papua
Semen Padang FC memang tercatat sebagai salah satu tim yang aktif menggunakan pemain-pemain tanah Papua.
Saat ini di tim Semen Padang FC terdapat empat pemain yang merupakan putra Papua, yaitu Vendry Mofu, M Nur Iskandar, Fandry Imbiri, dan Cristover Manuel Sibi. Empat pemain tersebut masuk ke dalam 18 pemain yang diboyong ke Papua.
Tentunya dengan keberadaan mereka diharapkan dapat menjadi pembeda dalam pertandingan nanti, menyusul tempat yang dimainkan pastinya bukan hal yang baru lagi.