x

Jejak Langkah Alfred Riedl, Latih Palestina hingga Kutukan Nihil Gelar Juara

Sabtu, 11 Juni 2016 16:30 WIB
Editor:

Alfred Riedl dikenal dengan kiprahnya menangani berbagai tim nasional di kawasan Asia Tenggara. Vietnam dan Laos menjadi dua tim yang pernah merasakan ‘tangan dingin’ pelatih yang juga pernah menangani klub lokal PSM Makassar.

Riedl mengawali karier di kancah sepakbola sebagai seorang pemain yang membela klub lokal Austria, yakni FK Austria Wien. Di usianya yang ke 22 tahun, pria kelahiran 2 November 1949 silam tersebut  juga sempat mencicipi atmosfer Liga Belgia kala memperkuat klub asal negeri tersebut, yakni Sint-Truiden.

Tak hanya di klub, Alfred Riedl tercatat pernah memperkuat tim nasional Austria sebanyak empat kali pada 1975 silam. Laga debut Riedl bersama Austria terjadi kala tim tersebut bertemu dengan Hungaria dalam sebuah laga persahabatan.

Berpengalaman menjadi seorang pemain, Riedl mejajal peruntungannya sebagai pelatih dengan menangani berbagai tim nasional dan klub sepakbola. Namun hingga kini, ia belum pernah membawa tim asuhannya meraih prestasi membanggakan.

Lantas, mampukah Alfred Riedl di kesempatan ketiga melatih timnas Indonesia memberikan gelar yang selama ini belum pernah diraihnya? Berikut INDOSPORT merangkum jejak karier seorang Alfred Riedl dalam membesut berbagai tim.


1. Pernah Melatih Palestina

Menjalani karier kepelatihannya, Riedl tercatat pernah menangani beberapa klub asal Timur Tengah. Pada 1993-1994 silam, pelatih 66 tahun tersebut melatih klub Maroko, Olympique Khouribga, lalu klub Al-Zamalek asal Mesir pada 1994 hingga 1995, dan klub asal Kuwait, Al- Salmiya pada periode 2001 hingga 2003.

Riedl juga tercatat pernah menjadi arsitek untuk tim nasional Palestina pada 2004 hingga 2005. Melatih Palestina yang terlibat konflik dengan Israel, pria kelahiran 1949 silam itu gagal memberikan prestasi yang membanggkan.

Selain klub-klub di kawasan Timur Tengah, Alfred Riedl juga mencoba peruntungannya untuk membesut dua tim nasional di kawasan Asia Tenggara. Vietnam dan Laos menjadi dua tim yang pernah merasakan sentuhan Riedl.


2. Vietnam Jadi Rumah Kedua

Alfred Riedl memiliiki kenangan manis bersama tim nasional Vietnam. Ia sukses membawa tim berjuluk The Golden Stars itu mencapai babak kuarter final ajang AFC Asian Cup pada 2007 silam. Namun di akhir 2007, Riedl gagal membawa hasil membanggakan untuk timas di ajang SEA Games 2007 yang membuat manajemen timnas Vietnam geram dan memecatnya.

Dipecat sebagai pelatih tim nasional Vietnam, Alfred Riedl sempat meninggalkan negara tersebut sebelum akhirnya kembali dan menangani klub lokal Hai Pong pada 2008 silam. Namun, lagi-lagi Riedl gagal bersama Hai Pong. Tampil buruk dalam tiga laga, Riedl kembali dipecat.

Riedl memutuskan untuk menyebrang ke negara tetangga Vietnam, yakni Laos dan menandatangani kontrak sebagai pelatih timnas untuk durasi dua tahun pada 9 Juli 2009. 


3. Hijrah ke Indonesia

Setelah menangani Laos, pada 4 Mei 2010, Alfred Riedl resmi diumumkan menjadi pelatih baru timnas Indonesia. Riedl memimpin skuat Merah Putih melaju ke babak final Piala AFF 2010. Sayang Indonesia harus mengakui keperkasaan Malaysia dan takluk dengan agregat skor 2-4.

Gagal membawa Indonesia juara di ajang Piala AFF, Riedl harus menerima kenyataan kembali kehilangan pekerjaannya sebagai pelatih pada 13 Juli 2011. Konflik dualisme di tubuh PSSI membuat pelatih 66 tahun tersebut terdepak dan digantikan oleh Wim Rijsbergen.

Setelah dipecat sebagai pelatih timnas Indonesia, Riedl pun memutuskan untuk kembali ke timnas Laos dan menjabat sebagai direktur teknis. Setalah itu, ia memutuskan untuk pergi ke Belgia dan menjadi kepala pengembangan pemain muda untuk klub lokal Vise.


4. Kesempatan Ketiga bersama Skuat Merah Putih

Kini Alfred Riedl kembali membesut tim nasional Indonesia, pelatih asal Austria tersebut ditunjuk untuk menangani skuat Merah Putih usai pembekuan terhadap Indonesia resmi dicabut oleh FIFA. Sosok Riedl menjadi jawaban setelah sebelumnya Menpora Imam Nahrawi sempat mengutarakan niatannya untuk merekrut Jose Mourinho untuk membesut timnas.

“Dalam keadaan sulit seperti ini, PSSI berharap dukungan dari semua pihak. Baik itu pemerintah, masyarakat dan lain-lain,”ungkap pelaksana tugas Ketua Umum PSSI, Hinca Panjaitan.

Kembali dipercaya untuk menangani Indonesia, Riedl pun mengungkapkan kegembiraannya. Pelatih 66 tahun itu sadar bahwa ada pekerjaan berat yang menantinya di tengah situasi persepakbolaan Tanah Air yang sedang sulit.

“Terima kasih kepada PSSI karena mempercayakan saya kembali menjadi pelatih timnas, keadaan saat ini memang sulit, tetapi itu tantangannya,”tuturnya.

Alfred RiedlTimnas Indonesia

Berita Terkini