Inggris Keluar Uni Eropa, Bintang Liga Inggris Bakal Dideportasi?
Mayoritas masyarakat Inggris yang tergabung dalam kelompok Brexit sukses memenangkan referendum yang menyoal apakah Inggris Raya tetapa tergabung di Uni Eropa atau keluar.
Dari hasil referendum untuk kali kedua (sebelumnya pada referendum pertama pada 1975, Inggris Raya juga menyoal hal ini namun hasil saat itu rakyat Inggris masih ingin berada di Uni Eropa), mayoritas masyarakat Inggris mengingingkan keluar dari Uni Eropa.
Keputusan ini tentu berdampak pada banyak hal, termasuk ke Liga Primer Inggris. Salah satu dampak nyata ialah soal pemain asing yang ada di Liga Primer Inggris.
Pasalnya jika sudah tak lagi tergabung ke Uni Eropa artinya ada 100 pemain lebih yang bakal bermasalah untuk izin kerja dan tinggal. Bintang-bintang seperti Dimitri Payet, N'Golo Kante atau Anthony Martial akan terancam keberadaanya.
Sebagai informasi, ada aturan untuk negara-negara yang tergabung di Uni Eropa bahwa atlet atau pesepakbola luar negeri memiliki kebebasan untuk berkarier di negara yang tergabung di Uni Eropa. Namun berbeda jika atlet atau pesepakbola yang main di negara non Uni Eropa.
Berbeda jika atlet yang berasal dari non Uni Eropa, pesepakbola yang ingin bermain diwajibkan bermain untuk timnas mereka selama beberapa tahun sebelum mendapatkan izin kerja di negara yang mereka tuju.
Itu artinya bintang Liga Primer Inggris seperti tersebut diatas akan kehilangan hak bekerja mereka karena saat main di klub-klub Liga Primer Inggris, mereka belum pernah membela timnas masing-masing.
Sejumlah agen pemain pun seperti dilansir dari BBC merespon hal ini. Rachel Anderson salah satu agen pemain di Liga Primer Inggris menyebut bahwa ada setengah lebih pemain yang membutuhkan surat izin kerja.
"Ada setengah pemain di Liga Primer Inggris yang membutuhkan surat izin kerja dan itu akan membuat kesulitan," kata Rachel.
Sementara itu Daniel Geey, seorang pengacara dari kantor firma hukum olahraga ternama di Inggris seperti dilansir independent mengatakan bahwa FA akan harus membuat aturan baru soal izin kerja yang tidak terlalu menyulitkan untuk para pemain tersebut.
"Pemerintah Inggris tidak akan memperhatikan soal perjanjian bilateral untuk pemain-pemain ini, itu aritnya FA yang akan membuatnya dan aturan ini sebaiknya membuat mudah para pemain," kata Geey.