Imbas Rusuh GBK, Panpel Arema Batasi Kuota Suporter Tim Tamu
Menanggapi insiden kerusuhan suporter di Jakarta, Panpel Arema mengambil kebijakan dengan membatasi kuota jumlah suporter tamu. Panpel akan menerapkan batas maksimal berupa 5 persen dari kapasitas Stadion Kanjuruhan sekitar 45 ribu penonton sesuai regulasi TSC.
"Memang sebelumnya sudah seperti itu, ya maksimal tiket untuk suporter tamu kita beri 2.250 lembar," kata Abdul Haris.
Sebelumnya, Panpel lebih fleksibel dengan tetap memberi toleransi penambahan tiket bagi suporter tim tamu jika kuota maksimal sudah dipesan habis. Namun, Panpel kini akan membatasi dengan kuota maksimal sebagai antisipasi terhadap masuknya oknum-oknum suporter yang bisa menggganggu jalannya pertandingan.
"Saat lawan Persija, suporter The Jak lebih dari yang kita tentukan, karena permintaan untuk menambah tiket kita berikan," Ketua Panpel Arema Cronus tersebut menerangkan.
"Permintaan penambahan tiket itu datang dari fans yang tidak masuk dalam anggota komunitas suporter resmi mereka," imbuhnya.
Kebijakan itu sengaja diterapkan juga untuk menaati aturan sesuai regulasi. Pasalnya, para suporter tim yang menjadi lawan Arema Cronus, selalu hadir di Kanjuruhan melebihi batas 5 persen itu.
Apalagi, di sisa putaran pertama dan kedua kompetisi TSC Arema masih akan menjamu tim-tim dengan potensi kehadiran suporter mereka dengan jumlah besar, seperti Gresik United, Persela Lamongan maupun Madura United.
"Pada dasarnya wajar saja dan kita tidak ingin menghalangi penambahan kuota itu. Tapi, sebagai antisipasi saja biar pertandingan lancar tidak sampai terganggu," pungkasnya.