Terkait Bentrokan Jakmania, Polisi Klaim Sudah Persuasif
Seperti diketahui, bentrokan kembali harus terjadi dalam laga pertandingan sepakbola di Indonesia. Lagi-lagi bentrokan terjadi antara suporter Persija, The Jakmania, dengan pihak kepolisian.
Ratusan The Jakmania tertangkap kamera merangsek masuk ke dalam lapangan stadion dengan menjebol pagar pembatas. Sehingga bentrokan dengan Polisi yang menjaga pun tidak terelakan.
The Jakmania memasuki lapangan Stadion Utama Gelora Bung Karno.
"Kita bisa lihat sendiri bahwa Jakmania kan yang membuat kerusuhan. Setelah Persija kemasukan 0-1 ada suporter yang lompat pagar dan diikuti jebolnya pagar pembatas di tribun 13-14," ucap Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Awo Setiyono kepada INDOSPORT.
"Sehingga banyak suporter yang masuk lapangan. Polisi mencoba berusaha menghalau agar suporter yang anarkis tidak mendekati pemain dan wasit," jelas Awi menambahkan.
Saat ditanya tentang perihal bentrokan yang akhirnya pecah antara Polisi dan Jakmania, Awi menegaskan bahwa anggotanya tidak serta-merta memukul. Dia mengatakan anggotanya sudah melakukan tindakan persuasif.
Polisi mencoba menghalau suporter yang masuk ke lapangan.
"Ya kita selama ini juga sudah melaksanakan pengamanan secara persuasif. Namun yang terjadi justru tindakan suporter yang anarkis dengan melempari polisi," tutur Awi.
Akibat kejadian tersebut menyebabkan jatuhnya korban jiwa. Setidaknya tiga anggota polisi harus mendapat perawatan intesif di RS Polri Kramatjati karena mendapat luka serius di bagian kepala.